Aku Membaca

Ku pergi ke Sabana di kresidenan meminjam buku dengan judul 'cara mudah menulis naskah'  yang ditulis oleh Endang S Jumarudin, dkk.

Ku mengutip dan sedikit menambahkan apa yang perlu diketahui, diantaranya:

Dalam naskah fiksi penulisan puisi ada dikenal istilah puisi modern; dalam penulisan prosa dikenal dengan istilah cerpen, novel, roman; dalam penulisan naskah drama dikenal naskah drama panggung dan radio; dalam penulisan script ada dikenalistilah script film dokumenter; dalam penulisan skenario dikenal dengan istilah skenario film cerita.

Dalam non fiksi maka sumber gagasan penulisan berdasarkan data-data dan fakta dari buku penelitian, berita televisi dan koran serta lainnya.

Menyoal gagasan, gagasan itu bisa datang dari mana saja dan apa saja di kapan saja dimanapun kita berada.

Jadilah orang kreatif dan jangan jadi pengekor apalagi plagiator. Orang kreatif memiliki pandangan atau pemikiran elternatif. Ini maksudnya khusus dalam dunia kepenulisan dan tidak berbicara mengenai hal lain di bidang ekonomi dalam bentuk usaha yang biasanya memang sering mengekor usaha orang lain dan itu malah bagus tapi di dunia kepenulisan jangan jadi pengekor.

Menjadi penulis jangan takut dicaci, rasa takut itu adalah penindasan pada diri. Merdekakan diri dari rasa takut itu. Bila ada kritik itu bagus bila ada caci itu juga bagus. Jangan malas menulis agar menjadi lebih ahli dalam menulis. Menulis bisa dimana saja di apa saja meskipun hanya di kertas folio juga tak masalah. Jujur, sabar,syukur jadi pengiring agar tetap stabil dalam menyikapi situasi dikritik dan dicaci itu.

Jadikan cerita itu sebagai sarana menyampaikan hal lain yang disebut karya ilmiah, jadi cerita sains fiksi atau sains non fiksi. Eh, apa ya?

Menulis dan berpikir merupakan suatu proses yang berkaitan dalam melahirkan makna berdasarkan pengalaman. Makna yang muncul dalam bahasa sebagai hasil pemikiran akan utuh jika pengungkapannya mengikuti bahasa keilmuan. Untuk menuangkan gagasan keilmuan diperlukan kecermatan merangkai bahasa sejalan dengan sifat-sifat ilmu itu sendiri.

Syarat bahasa agar bisa menyampaikan ilmu adalah jelas, deskriptif, bernalar, dapat dikontrol, sederhana, menuju bahasa yang baik bahkan baku untuk karya tertentu.

Harus lugas, cermat, hindari kesamaran dan kepaksaan, harus objektif (tidak menunjuk selera perseorangan), mengacu pada objek tulisan agar tercapai tertib berpikir, jauhkan emosi agar jauh dari rasa sentimen dan tafsiran segolongan, tidak dogmatis.

Gagasan adalah harta kekayaan seorang penulis dan karena itu ia membagikannya kepada orang lain dalam bentuk tulisan agar dibaca oleh orang lain. Jadi, tidak ada penulis yang menulis untuk menghina. Tidak ada. Penulis fiksi sering disebut pengarang bukan disebut penulis.

Kata fiksi itu dari latin ficto, fictum; dari inggris fiction. Memiliki makna membentuk, membuat, mengadakan, menciptakan.

Alquran bukan kitab fiksi.

Semua dialog yang ada di Alquran bukan suatu dialog imajiner yang diimajinasikan oleh pengarang atau penyair atau penggubah syair karangan seperti penulis puisi menulis puisi dan semacamnya;melainkan sesuatu yang bernilai tinggi sebab unsur-unsur keilahian yang tak bisa dipisahkan dari penurunan wahyu itu. Bila seorang Muhammad mengarang dialog-dialog di dalam Alquran itu maka dialog-dialog itu adalah bikinannya, ciptaannya, dan Allah pun akan menjadi Tuhan yang lahir dari pikirannya. Maka bisa menjadi pengertian bahwa Tuhan adalah hasil pemikiran manusia atau Tuhan diciptakan oleh manusia. Padahal, Tuhan yang menciptakan manusia. Jadi, harus memahami perbedaan karya manusia dan karya Tuhan.

Di dalam cerpen atau novel dan yang lainnya dalam karya-karya manusia sepanjang zaman fungsi dialog disitu adalah untuk memperjelas karakter, untuk menyampaikan kesadaran akan ruang dan waktu, dengan memasukkan frase atau kata-kata spesifik dalam ruang dan waktu tertentu, dan untuk mengembangkan konflik (dialog adalah cara terbaik untuk menyuruh tokoh berdebat, menyampaikan pendapat dan dengan demikian maka konflik bisa lebih seru).

Coba kita lihat contoh dialog di surat Al-baqarah:30-sekian; Al-hijr:28-sekian; Al-a'raf:11-sekian. Kita tidak bisa bilang itu dialog hasil olah pikir seorang Muhammad (hasil olah pikir manusia). Kita justru menjadi yakin bahwa itu dialog adalah pengajaran dari malaikat yang disampaikan kepada Rasulullah saw di abad tujuh masehi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Aku Membaca (10 weeks 3 days ago)

Saya membaca dan saya kutip tentang psikologi positif profesor Selligman..

manusia tidak hanya dapat dipelajari dari sisi negatifnya saja, tetapi juga dari sisi positifnya, Selligman menilai selama ini kajian psikologi sering diwarnai dengan topik negatif tentang manusia. Selligman berpendapat bahwa psikologi bukan hanya studi tentang penyakit, kelemahan juga kerusakan. Tetapi juga, tentang kajian kebahagiaan, kekuatan, kebajikan.

tujuan dari psikologi positif adalah memberikan pandangan tentang manusia dari sisi lain dengan cara menampilkan sifat-sifat indah yang ada pada diri manusia.

Psikologi positif adalah perspektif ilmiah tentang bagaimana membuat hidup lebih berharga.

Saya berpikir begini...
apakah profesor Selligman sadar bahwa itu adalah pengajaran di dalam surat Albaqarah:30 dan lainnya. Bukan membahas pribadi seorang Adam sebagai bapak manusia saja tetapi menyoal psikologi positif itu juga.