Gaya

1. Gaya

Sekolah menengah pertama adalah tahun-tahun manusia menyambut masa remaja. Salah satu permasalahan yang paling penting di kala itu adalah pencarian jati diri.

Mereka yang perempuan mengenakan berbagai aksesoris. Misalnya gelang tangan dan kaki, ikat dan jepit rambut, yang keseluruhannya mencerminkan geng atau lingkaran pertemanan.

Mereka yang laki-laki terkadang mengenakan aksesoris juga. Meskipun saya telah melarang, sebab menurut saya tidak pantas laki-laki bersolek. Murid yang mengenakan "aksesoris" paling aneh di antara semuanya bernama Andri.

"Andri! Kamu ngapain sih pake handuk di kelas?" tegur saya di awal pelajaran.

"Daripada Ratna, Bu, pake helm," jawabnya, menunjuk salah satu murid dengan potongan rambut bob.

═══════════════

2. Praktis

Kepraktisan adalah salah satu standar hidup di kota-kota besar. Kecuali jika walikotanya juga memperhatikan kaidah estetika, kebanyakan kota-kota ini memampatkan segala bangunan dalam satu wilayah. Kata sang pemimpin di televisi, semua ini untuk meningkatkan produktivitas.

Kemarin saya mengajak berjalan-jalan seorang kawan dari desa yang pertama kali ke kota. Ia tampaknya terheran-heran akan hal tersebut.

"Ini kenapa kok gini, ada tukang bakpao persis di samping toko semen."

Sesungguhnya saya tidak pernah memperhatikannya, tetapi harga diri saya sebagai orang kota tetap tersinggung. Namun, saya segera menyadari kepraktisan kami dalam hidup, jawab saya,

"Ya nggak papa. Kalo keselek, di sampingnya lagi ada apotek."

═══════════════

3. Arti Sebuah Nama

Menjelang dua bulan sebelum hari H, divisi dana usaha kembali mengadakan pertemuan. Anggota kami bertambah tiga orang dari angkatan 2018. Untungnya, mereka semua tidak asing dengan dunia jual beli. Kami pun meminta usul dari mereka.

"Saya jualan kripik jamur, Kak. Di plastik kecil-kecil. Ada banyak rasa," kata A, menyediakan sebuah peluang usaha yang menarik.

"Kenapa kita nggak jualin selain makanan, Kak? Kayak pulpen-pulpen lucu gitu," usul V, membuat kami kakak tingkat manggut-manggut.

"Keluarga saya ada usaha jeans, jadi mungkin bisa kerja sama. Nanti keuntungannya dibagi dua," jelas J, menawarkan lagi ide yang unik.

"Oh, namanya juga Jean!" seru saya, menyambung-nyambungkan.

═══════════════

4. Iseng

Guru Bahasa Indonesia meninggalkan kelas setelah memberi tugas membuat puisi. Sebelumnya ia berpesan agar kami berkreasi sebebas mungkin. Ia memberi berbagai contoh topografi, seperti dalam puisi "Tragedi Winka dan Sihka".

Selesai menulis puisi dengan topografi biasa saja, saya pun memperhatikan teman sebangku yang berkreasi dengan topografi. Ia menyusun baris-baris puisi ke dalam bentuk speaker, dengan judul 'Suara' di atasnya.

"Kenapa judulnya enggak 'Nada' aja?" saya bertanya setelah ia selesai.

"Oh iya ya! Jadi aku nulis puisi buat aku sendiri!"

Nada yang perfeksionis enggan melihat bekas tip-ex dalam tugasnya. Ia mengambil kertas baru, lalu menulis semuanya lagi dari awal. Saya tersenyum.

═══════════════

5. Lokasi

Hari ini hari H pementasan drama. Semua yang terlibat mengadakan briefing paginya, termasuk anggota black man alias pengangkut properti. Di tangan kami, literally, nasib latar para pemain berada.

Meskipun sudah saatnya serius, ada saja celetukan yang mencairkan ketegangan. Kala itu kami sedang mengerumuni kertas denah.

"Ya, jadi di sini kantin," ujar S.

Ketika R mencoret kertas dan memulai pertanyaannya, "penonton kan di sini nih--", kami tertawa.

"Nonton dari backdrop, dong!"

"Jauh amat."

"Gue curiga R belum ngerti."

Penanggung Jawab Properti pun menjelaskan dengan sabar letak panggung, menghadap ke mana, dst..

"Ada pertanyaan?" tanyanya.

S sempat-sempatnya menggoda, "Jadi, penontonnya di mana?"

═══════════════

6. Fokus

Menjadi bucin alias budak cinta acapkali mendapat reaksi negatif dari orang-orang terdekat. Keluhan utamanya berakar dari para bucin yang hanya fokus kepada pasangan. Mereka menjadi jarang mempedulikan sahabat terdekat, ojek online yang sudah menunggu lama di halaman, atau video rekomendasi youtube yang berisi ragam informasi.

Seorang kawan saya termasuk salah satu dari mereka. Kekasihnya dipindahtugaskan ke luar negeri, sehingga mereka terpaksa LDR. Satu-satunya yang menguatkannya adalah gombalan-gombalan yang sang pacar lancarkan setiap sesi video call.

Saya bosan mendengar ceritanya, menyergah, "'Kita melihat bulan yang sama.' Ya iyalah! Kecuali kalo kalian tinggal di Jupiter."

Namun, kawan saya hanya bengong tidak mengerti.

═══════════════

7. Sudut Pandang

Hari ini saya tidak sengaja bertemu Novi. Kami mengobrol. Ia menceritakan keseruan ketika mengobrol dengan teman lain yang kuliah kedokteran; mereka yang sudah menyaksikan langsung proses kelahiran. Salah seorang antusias bercerita: ini pertama kali aku ketemu mayat, Nov!

"Keren ya mereka, udah ngerasain kehidupan!"

"Eh... lucu nggak sih? Kan mereka bilang ketemu mayat. Kematian gitu. Tapi kamu bilangnya mereka 'ngerasain kehidupan'."

"Oh iya, ya... Tapi engga, tau, Cit! Kematian itu bagian dari kehidupan! Nggak terpisahkan. Ini kata-katanya Haruki Murakami. 'Death is not the opposite of life but an innate part of it.'."

Setelah dipikir-pikir, yang ia katakan ada benarnya juga.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Gaya (1 week 2 days ago)
80

Ini pengalaman pertama saya baca short story seperti ini.
Ternyata mengasyikkan, lompat dari satu plot ke plot yang lain. Rasanya ringan dan enak sekali untuk jadi selingan.
So fun!
What is it called? 100 words story?
Love, xoxo

Writer citapraaa
citapraaa at Gaya (1 week 1 day ago)

Wah, seneng ada yg baca.
Iya, sepertinya, 100 words story :)
Makasih, ya, angin_hitam (bener ga?), udah komentar :D

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Gaya (1 week 22 hours ago)

Aaah, I know how it feels.
Happy banget kalau karya kita ada yang membaca. I do love it too :D
Yaph, betul sekali :)
Love, xoxo

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Gaya (1 week 6 days ago)
90

citaaaa, enggak ikut eksodus ke St*r**l?
kumpulan cerita 100 kata-nya bikin mesem, cuma sebagian perlu mikir keras, heuheuheu. berapa lama ngumpulinnya?

Writer citapraaa
citapraaa at Gaya (1 week 6 days ago)

Hai k day =)

Engga... Ga ada yg bisa sy post juga hahahaha. Sy punya akun *a***a* cuma jarang banget buka
Yey seneng bisa bikin mesem :D
3 hari wkwk. (Tadinya pengen jawab +-10 th, kan yg ditanya "ngumpulinnya" dan bukan "nulisnya", tapi ga jadi)

Makasih teh, udah baca dan komentar :)

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Gaya (1 week 4 days ago)

sama2 :D

Writer nusantara
nusantara at Gaya (2 weeks 1 day ago)
70

bagus..
temennya d.a.y.e.u.h?
ada haruki murakami nya..