Pertanyaan Penting

8. Pertanyaan Penting

Waktu sudah pukul setengah lima sore, terlalu telat untuk makan siang, juga terlalu cepat untuk makan malam. Hanya ada dua orang lagi selain kami berdua.

Mereka duduk dekat tembok, beberapa meter di depan kami. Keduanya seperti guru les dan muridnya yang SMA. Di atas meja, alih-alih hidangan, malah buku-buku yang terhampar.

"Aku penasaran deh mereka belajar apa," bisik D setelah kami memesan.

Saya ikut memperhatikan. "Itu kamus, tau. Tebel terus sampingnya ada gituannya."

Bahkan setelah pesanan kami sampai, D masih penasaran. Lama kemudian ia berseru pelan, "oooh! Alkitab!"

Kami sejenak terdiam.

"...kamu udah solat asar belum?"

"...belum."

"Yuk. Abis ini."

==============================

9. Kompor

Sejak kapan tepatnya kami sekelas menjodoh-jodohkan mereka berdua, saya sudah tidak ingat. Pasti ada salah seorang yang iseng memulai, kemudian ada orang-orang lain yang mengaminkan.

A tidak keberatan sama sekali, ia malahan senang tanpa berusaha menutupinya. Sebaliknya, N sangat jengkel. Saya kadang kasihan dengan N. Orang-orang itu memang suka keterlaluan. Bahkan berdiskusi pelajaran saja mereka mendapat sorakan.

Pada suatu hari di tempat les, ketika bel masuk belum berbunyi, A sedang fokus dengan gadgetnya.

"A ngeliatin foto cewek... Wah ngapain lu," tegur seorang teman.

N mengintip dari belakang punggung A, berkata, "cieee A, siapa tuh?"

"N cemburu!" sembur saya, ikut mengompori.

==============================

10. Karena Biasa

Sebelum benar-benar lulus, kami mengumpulkan barang-barang ke dalam time capsule. Time capsule ini dibuka setelah sepuluh tahun, ketika reuni. Barang-barangnya tentu saja yang bisa membangkitkan nostalgia; apa saja, bahkan buku tugas matematika yang dulu menyebalkan.

Selain barang, kami juga bergiat mengumpulkan pesan dari teman-teman, kalau bisa semuanya. N juga meminta pesan dari A, yang tentu saja langsung kami ributkan.

"Cieee nanti A bacanya samping-sampingan sama N di rumah."

"'A, kamu inget nggak pas nulis ini?' Haaa~aah."

A hanya cengengesan. Sedangkan N sebal, malu, kesal! Ia batal meminta, langsung menyelamatkan muka keluar kelas.

Tapi itu sudah cerita sepuluh tahun yang lalu.

==============================

11. Faktanya

Tahun yang berat bagi VIP, sebutan untuk fans boyband asal Korea Selatan, BIGBANG. Pasalnya, setelah keempat anggota masuk wamil dan tinggal menunggu maknae* menyusul, ia justru terlibat kasus. Parahnya lagi, itu bukan kasus "kecil" yang melibatkan diri sendiri, seperti GD dulu ditengarai menggunakan marijuana; atau kelalaian manusiawi Daesung dalam kecelakaan mobil.

Sebagai VIP lemah, saya tidak update soal penyelidikan. Takut. Informasi mana yang benar mana yang salah, saya tidak bisa membedakan.

"Nonton youtuber Korea DKDKTV, coba. Mereka objektif loh. David VIP juga padahal."

"Oh ya?"

"Iya. Dan aku baru tahu kalo faktanya Seungri..."

Jantung saya ketar-ketir.

"...dibacanya Seungni."

"....oh ya?"

----------

*maknae: sebutan untuk anggota termuda

==============================

12. Ciri-ciri Anak BIPA

FIB membuka kelas BIPA, yaitu Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Laoshi menyuruh kami mewawancarai mereka untuk tugas berbicara.

Ciri anak BIPA yang pertama: mayoritas asal Asia Timur. Kedua: gemar memakai batik. Kami penduduk asli kalah, hanya memakainya saat MPKT-A, yang ada saat semester satu saja. Ketiga: tepat waktu.

Saya dan Kak N sore itu menunggu di gedung IV. Namun, mereka semua sudah masuk kelas. Tiba-tiba saya melihat salah seorang yang tinggi dan berkulit kuning sedang berjalan keluar. Langsung saya kejar.

"Hello! May I ask you something?"

"...lo kenapa pake bahasa Inggris?"

Ciri anak BIPA yang keempat: pergi bergerombol, tidak sendirian.

==============================

13. Sekali Menggemari Teka-Teki, Selamanya Akan Selalu

Di grup Postcrossing Indonesia, sedang ramai give away teka-teki. Sang host akan menyediakan beberapa butir petunjuk yang jawabannya bisa dicari di situs postcrossing.

Saya juga ingin menjadi host, tetapi sedang tidak punya banyak kartu pos. Untung ada Mbak A yang menawarkan diri jadi sponsor. Nanti ia yang mengirim hadiah kepada para pemenang.

Mbak A termasuk pentolan dalam give away yang menguras otak ini. Ia juga ikut mengerjakan. Singkat kata, ia berhasil menemukan jawabannya.

"Aku nggak harus kirim ke diri sendiri kan ya," tulisnya, beserta emoticon tertawa sampai menangis.

"Sini aku kirimin," saya membalas.

"HAHAHAHAHHA," Mbak A senang karena petunjuknya diterima.

==============================

16. Matahariku

Hubungan Taeyang dengan Min Hyorin sudah menjadi rahasia umum. Setelah sempat putus pada tahun 2014 silam---yang menggubahkan mahakarya Eyes, Nose, Lips---mereka kini kembali bersama.

Dulu di variety show Sister's Slamdunk, semua anggota senang mengusili Hyorin mengenai hal ini.

"Jujurlah, 'aku pernah tertarik kepada pria selain pacarku!'" tantang Miran dalam permainan truth or dare.

"Mana mungkin.." komentar lainnya.

"Tidak pernah," jawab Hyorin percaya diri, tetapi alarm alat tersebut berbunyi.

"Tunggu sebentar! Hanya saja, ketika menonton Descendants of The Sun... hah..."

"Dramanya harus ada kata 'Taeyang'-nya," celetuk Tiffany.

Hyorin kehabisan kata-kata. Meskipun tidak jelas terlihat, tetapi sekilas matanya berbinar cerah, secerah matahari.

==========
Taeyang: (Korea) matahari
https://youtu.be/uW9HuSZLC6U

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Pertanyaan Penting (5 weeks 2 days ago)
90

udah, ya, di W*ttp*d X-)
yang terakhir itu kayaknya perlu tahu konteksnya (: tahu korea atau semacam itu) dulu deh ^^;