Berbeda Itu Indah Tak Perlu Sewarna Darah.

Hidup memang tak mudah. Sama tak mudahnya untuk mati. Mati itu harus mati mulia, itulah yang ku maksud tak mudah. Kemana kita pergi setelah kematian tiba? Kehidupan akhirat macam apa yang akan kita jalani kemudian?

Aku menyukai tokoh agama ustad Wi karena aku harus menyukai orang yang seperti itu. Tapi menyukai dengan kadar yang seperlunya sebab tak boleh berlebihan karena bisa menjadi pengkultusan. Bisa terjerumus pada hal-hal yang tak baik semisal menganggap benar semua dan beliau tak pernah salah.

Banyak tokoh agama di Indonesia, ada yang dikenal karena sering muncul di televisi dan ada yang tak dikenal sebab tak pernah muncul di televisi. Tokoh agama yang lain tentu aku juga suka dan ada juga yang tak kusuka. Dan itu normal sebab semua orang memiliki rasa suka dan tidak suka terhadap orang lain dan terhadap hal lainnya.

Hampir pasti ustad Wi memahami agama. Bahkan semua agama yang ada di Indonesia. Jadi, beliau sepertinya tahu agama kristen juga, hindu juga, budha juga, konghucu juga. Tidak mungkin beliau tidak mau tahu agama lain sebab Indonesia beragam agama. Itu menjadi sesuatu yang ku kira benar. Aku tidak pernah membenci sampai menganggap seseorang itu tak ada baiknya sedikitpun. Bila aku membenci maka terhadap beberapa hal saja yang ada pada diri seseorang tersebut. Lalu itu kuanggap sebagai pilihan baik untuk dilakukan daripada harus membenci seutuhnya seolah tak memiliki kebaikan.

Hidup memang tak mudah. Sama tak mudahnya untuk mati mulia.

Aku tidak selalu harus menonton ustad Wi di televisi. Hampir tidak pernah dan boleh dibilang tak begitu memedulikan isi untuk dibandingkan dengan tokoh agama yang lain. Ustad Wi tidak berpolitik dan mungkin itu alasannya aku menyukainya. Ada yang tak menyukainya adalah kepastian sebab tak mungkin tidak begitu. Jadi, aku sebagai orang biasa-biasa saja, belajar menyikapi hal itu dari tokoh agama yang kusukai maupun yang tidak kusukai agar tahu bagaimana menyikapi orang-orang yang tidak suka kepadaku.

Mengutip dari okezone, "Puasa mengajarkan integritas, karena dilakukan semata untuk mendapatkan ridha Allah. Selain itu puasa juga menyehatkan badan."

Begitulah tausiah beliau di Polres Klaten, minggu (5/5/2019).

Hidup memang tak mudah. Sama tak mudahnya untuk mati mulia.

Sedikit mengutip lagi dari Republika, khazanah, 9 februari 2013, "Menjadi orang baik atau buruk itu pilihan, bukan takdir. Allah tidak menzhalimi hamba-hambaNya." Selayaknya, manusia harus berusaha menjadi baik. Seberapa jauh hasilnya biar Allah yang menilainya.

"Sebab, yang dinilai oleh Allah adalah manajemen proses, bukan hasilnya. Yang terpenting kita harus berikhtiar menjadi orang baik," tegas ustad Wi.

Aku juga mau mengutip dari PurbainggaNews, 5 februari 2019, ada tiga pesan moral yang disampaikannya:

1. Menjaga akhlak anak.

2. Menghormati, mentaati orang tua serta menjaga keharmonisan keluarga.

3. Berbuat baik terhadap sesama tanpa memperdebatkan perbedaan.

Hidup memang tak mudah sama tak mudahnya untuk mati mulia. Kita semua manusia banyak perbedaan dan hidup dalam satu planet yang sama dan dalam setiap zaman selalu ada peperangan akibat adanya perbedaan. Bila mengingat kembali perang dunia maka masing-masing yang gugur dari negaranya masing-masing itu merasa mati mulia. Tentara-tentara Hitler pun merasa mati mulia sebab mati membela negaranya dan tak bijak untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar serta siapa yang mati mulia dan siapa yang mati terhina. Belum lagi peperangan di abad ini. Belum lagi peperangan di masa nanti. Hindari peperangan, sebab menang jadi arang dan kalah jadi abu. Berhenti berperang adalah sebuah pilihan, bukan?

Hidup memang tak mudah, bukan?

Perbedaan seharusnya menjadi aneka warna-warni asri bak pelangi. Banyak warna dan serasi. Perbedaan tak seharusnya menjadi satu warna merah. Merah darah. Perbedaan pilihan politik pun bisa berdarah-darah dan itu salah. Berhenti berperang adalah sebuah pilihan, bukan?

Hidup memang tak mudah sebab banyak kepentingan. Bumi, planet kita bersama. Apa yang tak lebih penting selain kebersamaan?

Hidup memang tak mudah. Sama tak mudahnya untuk mati mulia.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post