BUKAN CERITA LAWAK 3

Kakek bijak memberi nasihat kepada pencari Tuhan 1: "Khusus untukmu ku beri tahu bagaimana mengingatkan pemabuk untuk berhenti mabuk. Katakan padanya bahwa bila ia beristri maka istrinya tidak akan menyukai kebiasaan buruk itu, bila tidak istrinya tentu orangtua dari istrinya. Tidak ada satu orang pun menyukai pemabuk. Katakan padanya bahwa bila ia tak sanggup meninggalkan kebiasaan buruknya itu demi istri dan mertuanya maka lakukan itu untuk anaknya. Katakan padanya bahwa ia harus berpikir 20 tahun kedepan saat anaknya sudah dewasa sedang ia menua, pastikan bahwa ia juga tentu tidak akan menyukai anaknya menikahi pemabuk atau anaknya menjadi pemabuk."

Kakek bijak melanjutkan: "Bila si pemabuk memilih minuman keras lebih berharga ketimbang istrinya juga anaknya maka itu kesalahan terbesar dari si pemabuk sehingga katakan pada si pemabuk bahwa tidak ada sedikitpun kerugian untuk meninggalkan kebiasaan mabuk-mabukan. Si pemabuk itu tidak akan memukulmu hanya karena kau berkata begitu. Itu nasihat yang baik untuk siapapun."

Pencari Tuhan 1: "Kakek sendiri saja yang ucapkan pada si pemabuk itu bila bertemu dengannya. Pemabuk itu bukan tuli tapi bukan pendengar yang baik. Dan aku bukan pemberi nasihat yang baik."

Kakek bijak itu tak mengetahui bahwa si pemabuk yang memukuli si pencari Tuhan 1 sudah babak belur dibalas oleh si pencari Tuhan1.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post