Mahluk Tuhan Yang Berkelamin Ganda

Aku membaca cerita pendek dari bintangnatnib yang berjudul KLIK. Aku tahu bahwa sekelompok penguntit dan penyadap juga ikut membacanya, mungkin intel polisi mungkin bukan, yang jelas entah ku tak tahu. Aku tak tahu apa inginnya mereka. Itu satu-satunya kejelasan bagiku. Aku menyebut mereka komplotan keledai cabul sebab memata-matai kamar tidur dan kamar mandi. Mungkin semenjak 2013 saat masih di Bandung. Aku yakin satu hal, kebenaran tak pernah salah, maka setiap perilaku yang bernilai benar dan memenuhi standar kebenaran akan sesuai dengan perikemanusiaan dan takkan berani melanggar ketentuan itu. Orang benar tak mungkin berani melakukan hal nista semacam itu. Aku bukan sedang menuduh. Aku sedang bercerita bagaimana aku membaca dan membandingkan tulisan orang lain denganku untuk dibaca penguntitku.

Apa yang membuat mereka begitu terobsesi dengan apa yang kutulis dan kubaca?

Apa yang membuat mereka ingin tahu apa yang kutonton dan apa yang kuobrolkan?

Bila aku marah maka mereka akan membuat isu dan fitnah dan menggiring opini publik agar sesuai dengan opini mereka. Agar publik menjadi seopini dengan mereka.

Aku secara pribadi terusik dengan gaya penceritaan yang dibuat oleh bintangnatnib. Entah dengan sekelompok penguntit dan penyadap yang kusebut keledai cabul itu. Mereka membaca apa yang kubaca. Mereka membuat opini di kampungku. Sama seperti apa yang mereka lakukan dahulu saat ku di Bandung.

Mereka itu yang kusebut keledai cabul tak punya nyali untuk mengakuinya sebagai suatu kesalahan. Kesalahan yang fatal yang dilakukan karena membuat privasi orang lain hilang. Mereka akan beralih bahwa itu takkan pernah bisa dibuktikan olehku yang orang awam. Aku tidak berkelamin ganda dan aku tak tahu rasanya memiliki kelamin ganda. Tapi aku tahu rasanya bagaimana diperhatikan orang-orang yang bersembunyi dan memerhatikanku dari jauh dengan kamera sembunyi-sembunyi atau semacamnya. Apakah mereka berTuhan?

Tuhan di dalam Alquran menggunakan dua kata yaitu Ilah dan Rabb. Ilah ialah Tuhan yang membina abdi kehidupan untuk berlaku lurus dan tak menyimpang. Rabb ialah Tuhan yang membimbing manusia untuk mendapatkan kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Itulah Allah SWT Tuhan manusia. Apakah mereka berlaku lurus dengan mempermainkan pikiran orang lain seolah-olah mereka tak melihatku dengan kamera sembunyi-sembunyi dan aku harus diam? Apakah mereka berbahagia dengan mempermainkan pikiran orang lain dengan melakukan pengintipan dengan kamera sembunyi-sembunyi? Kalau begitu Tuhan mereka siapa? Allah SWT atau Hawa nafsu mereka? Ilahahu hawahu (Alfurqan:43)?

Aku tidak mau membicarakan kelamin didalam ceritaku. Tetapi mungkin saja mereka suka membicarakan kemaluanku.

Aku, mengundang bencana untuk datang di masa depan. Jangan sekali, datanglah bertubi-tubi dan hancurkan saja negeriku ini bila manusianya lebih menyukai selera hawa nafsu mereka dan membolehkan kelompok per kelompok atau orang per orang untuk merasa berhak atas kehidupan orang lain dan menggiring kehidupan orang lain yang tak mereka sukai atau mereka dengki kedalam suatu kehidupan gundah gulana yang nestapa. Terkecuali mereka mawas diri memilih untuk berhenti menzhalimi.

Di tentang Ilah, ALLAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA, ALHAYYU ALQAYYUM. (Alimran:2).

Di tentang Rabb, QUL MAN RABB FISSAMAWATI WA ALARDH? QUL ALLAH..... (Arra'd:16)

Seseorang yang berkelamin ganda juga adalah ciptaan Allah dan mereka juga bersikap biasa saja dan tak mempertanyakan kenapa memiliki kelamin ganda, dengan ilmu pengetahuan yang benar maka siapapun akan bersikap dengan benar. Tentang onani dan masturbasi maka jalan keluarnya adalah menikah. Aku hanya ingin membuat mereka yang menguntit dan menyadap tahu diri dan jangan membuatku menjadi sasaran fitnah.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post