antara seram dan tidak seram

Kamis malam jumat aku bermimpi ada seorang perempuan yang mengganggu tidur, bukan sosok hantu tetapi mahluk halus. Sosok cantik yang seram itu berteriak di telingaku dan ku tak bisa bangun lalu karena ayahku mendengar aku seperti orang ingin mengatakan sesuatu tetapi mulut ttap tertutup maka ia terbangun dan membangunkanku. Aku kemudian merasa marah dan menyangka bahwa sekelompok keki dibalik gangguan yang kualami. Mungkin mereka begadang di rumah orang kampung entah dimana dan membuat gosip-gosip. Entahlah. Aku lalu tidur lagi.

Keesokan harinya, jum'at malam sabtu, lagi aku bermimpi. Mungkin sekomplotan orang begadang yang pikirannya kacau juga membuat gosip-gosip di tentang itu. Mngkin mereka bilang aku mimpi dengan setan, tidur dengan setan, dan mereka bukan setan. Mungkin mereka merasa diri Malaikat padahal mereka itu berbuat kejahatan. Mimpi yang kedua itu bercerita tentang aku dan lagi-lagi seorang perempuan yang tak kukenali.

Perempuan itu bercakap-cakap panjang lebar denganku dan setelah itu memegang kepalaku. Aku memejamkan mata dan ia bertanya: "Apa yang kau lihat?"

Kujawab: "Tidak ada."

Ia bertanya lagi: "Lihat lagi ada apa?"

Kujawab: "Ada ruangan besar dan ada tangga. Aku melihat tangga. Apakah tangga itu sampai ke langit?"

Ia mengarahkanku yang memejamkan mata: "Dekati tangga itu dan naiklah."

Lalu aku menaiki tangga itu dan aku merasa ada di ruangan itu dan aku tak merasa seperti sedang duduk di kursi dan kepalaku di pegang oleh tangannya. Aku menaiki tangganya dan tiba-tiba aku berhenti karena kakiku tak bisa digerakkan. Ada yang memegangi kakiku dan tersenyum. Dua orang anak-anak lelaki dan perempuan memegangi kakiku dan aku tak bisa naik terus dan mereka memintaku turun kembali. Aku kaget dan ingin bangun dari mimpi itu dan ingin berteriak tetapi tentu terdengar seperti orang yang ingin berkata-kata tetapi mulutnya tertutup dan ayahku membangunkanku dari tidurku karena suara gaduhku itu.

Hari ini, sabtu malam minggu aku menuliskannya.

Aku sedikit belajar memahami. UNTUK NAIK KAU HARUS MELANGKAH DAN JANGAN INGIN TERUS NAIK SEBAB KAU TAK TAHU UJUNGNYA, BILA KAU LELAH KAU AKAN KELELAHAN TURUNNYA DAN BISA TERJATUH SEBAB INI BUKAN ACARA TERJUN PAYUNG.

Aku pikir itu cukup nyeleneh dan mudah dipahami tetapi aku tidak tahu sedang mimpi apa sebenarnya.

Aku hanya ingin mereka siapapun itu yang terobsesi denganku itu, bahkan mungkin ingin menghakimi terus-terusan karena opini dari orang keki itu, pergi jauh-jauh. Sangat mengganggu.

Aku dulu pernah mengatakan apa yang kupahami hasil dari membaca, bahwa tidak ada orang suci, kata-kata pendeta bukan kata-kata Tuhan. Lalu setahuku, sekomplotan orang keki itu memprovokasi pendeta bahwa aku menghina pendeta. Padahal, aku membaca perbedaan katolik dan protestan. Kemudian, gosip menghina alim ulama, padahal tidak. Tetapi seolah diarahkan opini publik itu agar mengira aku suka menghina. Mereka sekomplotan orang keki itu mungkin tidak tidur. Mungkin menontonku tidur. Bisa jadi mereka juga membuat gosip-gosip lain, misalnya aku ini merasa diri Rasul dan mau memberi uswah.

Bisa jadi, mereka itu membuat kesimpulan begini bila membaca tulisan ini:

-Ayah, nyebut bapak oge unggal poe.

-Belajar memahami mimpi teu cageur.

-Dan lain-lain.

Kalian tahu kenapa mereka kusebut setan cabul?

Begini, mereka itu suaranya kudengar dari arah barat bila dari rumahku. Mereka menggunakan bahasa sunda. Yang membuatku marah itu begitu. Diantaranya yang sering kudengar itu:

-Disangkana teh ustad-ustad teu nyahoeun.

-Ka LDII wani ngahina.

-Disangkana teh bakal aya nu ngahargaan.

-Ngaku-ngaku awet ngora. Sok-sokan asa pang kasepna. Beungeut kolot. Remako. Remaja kolot.

-Ka kawur wani ngahinaan.

-Nepi ka lurah oge dihinaan.

-Warga kampungna asa kahinaan.

-Ke semua orang dia menganggap kebo.

-Ka kejawen ngahinaan.

-Ka kristen ngahinaan.

-Ngahinaan Rasul paulus.

-Moal aya nu daek ngawin, jelema gelo hayang kawin.

-Dan lain-lain.

Itu yang kudengar dan entah suara siapa. Bila aku berbohong, aku pasti dianggap orang yang yang akan mati disambar petir dan akan mati disambar petir. Aku berani. Sebab itu yang kudengar dan aku tidak berbohong.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post