Si Dada Bintang

Di atas hamparan awan di suatu langit senja, seorang anak kecil di dalam pesawat melihat sesuatu di atas awan lain dengan keheranan. Hampir saja ia tidak percaya namun setelah berkedip beberapa kali ia yakin itu adalah nyata. "Ibu, aku melihat Ironman. Itu, disana." Kata anak kecil itu pada ibunya.

"Bukan, itu bukan Ironman. Itu Gatotkaca." Kata ibunya.

Di dalam bayangan anak itu Gatotkaca itu berkumis dan tidak menggunakan helm bertopeng. Itu lebih mirip Ironman. pikirnya. Lalu ia bertanya pada ibunya.

"Jadi, sekarang kita punya superhero selain Gundala?"

Ibunya menjawab: "Gundala itu cuma di film, nak. Kita sekarang punya Gatotkaca. Memang mirip Ironman sebab di dadanya ada benda bersinar. Itu seperti simbol bintang di wayang tokoh Gatotkaca."

Anak itu tidak suka dengan kostum superhero Gatotkaca. Lalu ia enggan melihat ke arah Gatotkaca yang mengikuti pesawat disamping. Anak itu tidak tahu bahwa seseorang di dalam kostum superhero mirip Ironman itu adalah ayahnya yang sedang uji terbang untuk kostum berteknologi canggih buatannya sendiri.

Lalu, pesawat itu hilang kendali karena tiba-tiba mesin pesawatnya mati. Ini bukan latihan. Ini betulan dan kostum canggih Gatotkaca mirip Ironman itu belum jelas mampu menghadapi situasi seperti itu. Pesawat jatuh dengan cepat dan menukik. Uji coba terbang berubah menjadi uji penyelamatan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Cerita bersambung.

*

"Aduh, ini cerita yang kurang menarik untuk pembaca. Apalagi untuk opening scene sebuah film superhero, kurang menarik untuk penonton. Ada yang harus diubah. Terlalu mirip scene di Superman return. Kurang Indonesia, ini terlalu Amerika." Kata seseorang mengkritik seorang penulis amatir yang ingin menulis cerita superhero.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post