APA IYA?

Bismillaahirrahmaanirrahim

Qul a'uudzu birabbilfalaq

Min syarri maa khalaq

Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab

Wa min syarrinnaffaasaatifil'uqad

Wa min syarri haasidin idzaa hasad

*

Aku pernah menjadi anak yang baik

Aku pernah menjadi remaja yang nakal

Dan aku ingin menjadi orang dewasa yang baik

*

Aku membayangkan diriku menjadi detektif untuk mengungkap si pendengki (hasid) yang mendengkiku dan menebar isu sangat negatif sejak 2012. Mungkin 2011 atau 2013.

Aku suka membaca buku apa saja. Termasuk buku-buku potokopian punya bapak, buku-buku pengajian bapak. Bapak dapat dari temannya dan bapak suka baca buku-buku itu. Ibuku tidak dan adikku tidak. Jadi buku-buku potokopian itu hanya aku dan bapakku yang membaca.

Si hasid itu sebetulnya mendengki ke pak Isa, mungkin terpengaruh artikel-artikel miring yang tak dapat dipertanggung-jawabkan dengan benar dan berpikiran buruk dan menjadikanku sebagai sasaran empuk.

Si hasid itu membaca melalui kamera sembunyi-sembunyi. Hasil dari kesimpulannya bisa jadi yang menjadi fitnah buruk yang berkembang pada tahun-tahun itu. Diantaranya:

-Menghina Nabi Adam.

-Menghina HB Yasin.

-Menghina kristenisme dan islamisme.

-Menghina Rasul paulus (literatur kristen).

-Merusak arti sa'ah sama dengan manajemen.

-Dll.

Si hasid juga membaca artikel-artikel yang bertebaran di internet yang kubaca, si hasid itu menyadap ponsel. Kesimpulan buruknya diantaranya:

-Wani-wanina nyebutkeun Alquran lain bahasa Arab.

-Menghina Arab.

-Warga dizhulumat-zhulumatkeun.

-Ulama di zhulumatkeun.

-Ngaku-ngaku menurut sunnah Rasul.

-Ali Sina faithfreedom dan KWS jogja.

-Gay

-Suka main perempuan

-Dll.

*

Aku disebar isu sebagai penghina dan musuh islam atau kristen, PKI, penghina qiraat (qura), penghina kerudung, dan lain-lain. Waktu itu begitu di tahun-tahun itu. Sampai tahun sekarang entah apa saja. Pastinya lebih banyak lagi.

*

Aku pernah tidak bisa membaca Alquran

Aku belajar ketika kecil dan aku bisa membaca Alquran

Aku pernah menghafal Alquran dan aku pernah tak membacanya bertahun-tahun hingga aku lupa sebagian

Aku ingin menghafal lagi sekarang

*

Aku belajar. Hasil belajar itu menjadi isi kepala dan isi hati dalam bentuk pemikiran. Aku tahu ada ayat "laisa kamitslihi syaiun" karena aku membaca. Itu ayat menerangkan bahwa Allah itu tidak seperti apapun mahluk yang Dia ciptakan di seluruh alam raya ini.

Aku memahaminya menjadi, "Allah itu berada di luar jangkauan pikiran manusia", "kekuasaan Allah itu sampai keluar batas semesta". Manusia takkan mungkin mampu mengingat Allah dalam bentuk wujud atau dzat apapun di alam semesta ini sebab Dia tak seperti apapun yang Dia ciptakan.

Alquran adalah kalamullah (perkataan Allah). Jadi kita sebagai manusia bisa mengingat kata-kata Allah dengan jalan menghafalnya.

Maka dzikr itu bermakna mengingat ajaran Allah. Karena perkataan Allah itu berisi ajaran-ajaran kehidupan agar manusia menjadi manusiawi dan beradab serta menjunjung tinggi nilai-nilai peri kemaunsiaan dan peri keadilan dan menjauhi sikap sewenang-wenang. Berbudi pekerti atau berakhlaq mulia.

Aku memahami begitu itu sebetulnya bukan sesuatu yang salah dan tidak menghina pengertian atau pemaknaan dari orang lain. Tidak pernah.

*

Aku membaca artikel yang di internet yang berjudul "Alquran bukan bahasa Arab" di tahun itu ketika disadapi si hasid. Aku biasa membaca dengan positif dan prasangka baik terhadap tulisan siapapun. Tetapi si hasid penyadap ponsel dan pengamera sembunyi-sembunyi itu tidak sama denganku. Mereka malah membuat isu aku menghina Arab. Mereka itu bodoh dan jahat.

Aku membaca judul artikel itu dan mengerti itu permainan kata agar orang tertarik membaca. Aku berpikir begitu waktu itu tetapi si hasid menyebar fitnah yang keji seolah itu aku yang menulis atau itu adalah pemahamanku. "Wani-wanina nyebut Alquran lain bahasa Arab, emangna bahasa Iran." Itu adalah komentar mereka si hasid bodoh dan jahat itu. Mereka melampiaskan kemarahan mereka kepadaku sebab mereka menjadikanku sebagai sasaran fitnah.

Aku membaca dan mencoba positif terhadap penulis artikel itu. Dalam pikiranku aku mengambil asumsi bahwa maksudnya mungkin kepada orang-orang supaya paham bahwa tidak semua orang Arab itu beragama islam sedangkan seharusnya orang Arab lebih paham Alquran sebab itu bahasa ibu mereka dan mereka seharusnya lebih mengerti dari orang Indonesia yang memeluk islam tetapi kenapa ada orang Arab yang tidak memeluk islam. Aku positif membaca dan tidak berpikiran seperti si hasid bodoh dan jahat itu yang memfitnahku tiada henti dari tahun ke tahun hingga kini mengganggu kehidupanku. Jangan tanya soal sulitnya kegiatan ekonomi berkembang alias aku punya usaha mapan. Mungkin, isu yang beredar kurang seimbang dan terlalu memberatkan kepadaku agar terkesan aku yang jahat atau sangat jahat. Padahal tidak.

*

Aku selalu positif saat membaca jadi tidak menyimpulkan dengan keji terhadap tulisan orang lain. Begitu setiap membaca tulisan siapapun. Ketika aku membaca pak Isa mengartikan sa'ah itu manajemen. Sa'ah satu manajemen. Si hasid pengamera sembunyi-sembunyi itu marah dan aku mendengar ia berkomentar "ngaku-ngaku tahu manajemen", "waktu bukan jam memang tapi salat jangan diakhir-akhirkan", "dan lain-lain".

Aku membaca dengan positif dan aku berpikir tentang bagaimana pak Isa memutuskan untuk memaknainya begitu. Itu buku potokopian pak Isa jadi kupikir itu pemikiran pak Isa dan aku mencoba memahami jalan pemikirannya. Aku positif saat membaca. Aku lalu menyimpulkan bahwa sa'ah yang diartikan kiamat itu tentu berhubungan dengan yaumul hisab (hari perhitungan amal perbuatan manusia saat masih hidup di dunia) yang ada di hari kiamat. Setelah manusia mati ia mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya semasa ia hidup. Barang siapa lebih banyak amal perbuatan baik ia ke Jannah (taman surga) sedang bila banyak amal buruk ia ke Nar (neraka). Dan tentu jadinya harus baik manajemen waktunya saat ia hidup. Jadi manajemen waktu untuk banyak berbuat baik dan berbagi cinta kasih terhadap sesama. Bukan sebaliknya menjadi penebar permusuhan dan kebencian yang menyebabkab orang saling bermusuhan atau bahkan saling menumpahkan darah. Aku berpikir positif saat membaca sedang si hasid tidak. Kemungkinan si hasid itu orang diantara warga alias bersembunyi dirumah warga. Entahlah.

Ketahuilah, aku merasa cukup baik dalam membaca walaupun hanya lulusan Mts sebab aku hanya sampai kelas satu Aliyah sebab sering bolos. Tapi bukan karena merasa sudah pandai dan enggan sekolah. Bukan pula karena orangtua tidak sanggup membiayai. Aku boleh dibilang menjadi remaja yang nakal. Tapi tidak nakal sekali. Nakal yang wajar pada umumnya remaja waktu itu.

Jadi aku cukup bisa dibilang pembaca yang baik. Oh,iya. Aku ikut kejar paket c di Rama Putra. Ketika itu aku masih bekerja memasang gipsum dan aku tak pernah mengaku-ngaku sebagai orang pandai sebab selalu merasa bodoh.

*

Aku sempat disebar isu gay dan banyak orang percaya sepertinya. Siapapun itu yang percaya pastinya hanya yang bodoh saja. Orang pandai takkan memercayai isu rendahan seperti itu. Aku tentu bukan manusia sempurna dan pasti banyak kejelekan. Aku pasti pernah melukai hati orang lain dengan sengaja atau tidak sengaja. Tetapi, aku tidak suka bila ada orang yang hobi mencari-cari kejelekanku dan selalu menjelekkan tanpa bosan. Jadi, sebagai manusia biasa yang tempatnya salah dan lupa seharusnya aku dan mereka itu tak perlu terus saling menyindir atau lebih dari itu.

*

Aku bahkan tidak tahu pak Isa itu siapa tetapi kenapa musuh-musuhnya menjadi memusuhiku dan memitnah keluargaku? Itu jahiliyah. Aku bukan syi'ah dan bukan sunni. Aku islam saja.

Bertahun-tahun sendiri tanpa teman maupun sahabat apalagi kekasih (sebab tidak punya) tidak menjadikanku kesepian dan merana. Sedikit stres saja. Tapi aku baik-baik saja.

*

Ini bukan tulisan orang gila,bukan?

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post