Si Dada Bintang 3

Dua orang terjebak di ruangan tertutup yang pengap dan sedikit gelap. Salah satunya tersadar dan kakinya sebelah kiri terantai dengan kaki sebelah kanan seorang lainnya. Seberapa lama kemudian keduanya tersadar.

"Wah, kita ada dimana?" Kata si lelaki.

"Kita diculik seperti film SAW, bagaimana ini?!" Kata si perempuan.

Sehari kemudian layar tv menyala di sudut ruangan pengap itu.

"Hahaha. Apa kabar kalian, baik-baik saja?" Kata seseorang bertopeng di layar tv.

"Kau penjahat sosiopat di film SAW. Topengnya sama." Kata si lelaki.

"Hey, bajingan tengik. Kau menonton film SAW dan ingin menyatakan di dunia nyata. Sungguh gila. Jangan main-main atau kami lapor polisi!" Kata si perempuan.

Dua hari kemudian.

"Jalan satu-satunya adalah salah satu dari kalian harus mati. Aku bisa melihat kalian tetapi kalian tak bisa melihatku. Bunuh salah satu dari kalian dan jalan keluar akan terbuka. Jika kau tak ingin saling membunuh maka potong saja kaki salah satu dari kalian agar kalian bisa melangkah lebih jauh." Kata seseorang di layar tv.

"Dasar setan bejat. Setan laknat. Manusia bajingan. Hentikan permainanmu ini!" Kata si perempuan.

"Kami akan menikah. Kami saling mencintai dan kami lebih baik mati daripada saling melukai apalagi saling menghabisi!" Kata si lelaki.

Lalu layar tv memutar video si perempuan sedang bersama lelaki lain.

"Hey, kau membuntutiku. Kau merekamku dengan temanku. Kau maniak keterlaluan!" Kata si perempuan.

"Kau ini, kau ini, ini benar kau dan kau dengan siapa?" Kata si lelaki.

"Itu sudah lama, sayang. Waktu itu kita sedang bertengkar. Dan.." Kata si perempuan.

"Cukup. Aku akan membunuhmu agar aku bisa keluar dari sini!" Kata si lelaki.

Lalu layar tv memutar video si lelaki sedang bersama perempuan lain.

"Kurang ajar! Lelaki brengsek! Kau tidur dengan temanku sendiri! Aku akan membunuhmu!" Kata si perempuan.

Mereka pun saling menghabisi dengan sadis. Darah menggenang begitu banyak dan bau amis menusuk hidung. Tapi pintu tak dibuka.

"Hahaha. Hahaha. Kau menghabisi orang yang kau cintai. Apakah kau pikir aku akan menolongmu membuka pintu yang terkunci dengan khusus itu? Apakah aku akan membiarkanmu pergi dan melaporkan semua kejadian yang kau alami ini?" Kata seseorang di layar tv. Lalu si lelaki membanting tv itu dan mencari-cari jalan keluar sedang suara setan tertawa si sosiopat itu terdengar mengerikan sebab sangat menikmati tontonan pembantaian itu.

"Hahaha. Hahaha. Aku hanya menghubungi seseorang saja. Dia menamai dirinya Gatotkaca. Aku memberinya waktu untuk menemukanmu. Dia juga dan para polisi melihatmu membantai calon istrimu itu. Aku mengirim videonya ke polisi. Hahaha." Kata si sosiopat melalui pengeras suara.

Si lelaki berhari-hari terluka tanpa makanan dan minuman dan hampir kehabisan darah. Lalu pintu terdobrak oleh ledakan dan Gatotkaca berhasil menemukan tempat penculikan dan pembunuhan dan penyiksaan itu. Gatotkaca masuk dengan gagah diantara cahaya yang masuk ke ruangan pengap dan sedikit gelap tersebut. Tetapi ternyata si lelaki itu meninggal di rumahsakit tak tertolong.

*

"Waduh, ini cerita Gatotkaca atau apa? Gatotkaca  cuma nongol di akhir cerita. Itu kurang bagus." Kata seseorang mengkritik.

"Ya, nanti diperbaiki." Kata si penulis.

*

"Hey, G (ji). Kau sengaja datang terlambat agar orang itu tidak tertolong, bukan?" Kata teman Gatotkaca.

"Iya. Orang itu suka menghinaku. Aku mengenalnya. Menyebalkan. Tetanggaku itu suka menghinaku dan aku jadi sengaja terlambat agar dia kehabisan darah." Kata Gatotkaca.

*

"Aduh, jangan begitu. Masa superhero pilih-pilih mau nolong orang! Ganti ceritanya!" Kata pengeritik.

"Iya, memang seharusnya tidak begitu tapi namanya juga superhero baru beberapa hari jadi belum matang pertimbangannya. Seperti Spiderman yang menjatuhkan si pencuri di filmnya itu yang dulu gitu." Kata penulis.

*

Cerita bersambung..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post