Si Dada Bintang 4

Di kantor polisi dimana G berada dikirimi banyak video perkenalan dari orang-orang yang mengidolakan superhero anyar tersebut. Lalu ada juga yang mengirim banyak kiriman boneka dan mainan karakter figur pun sudah banyak dibuat dan dikirimkan ke kantor polisi untuk G. Berbulan-bulan Gatotkaca membantu kepolisian menangani kerjahatan kota. Eh, kejahatan kota. Walaupun tokoh penjahat yang seperti film SAW itu belum terungkap apalagi tertangkap.

G menjadi idola sepertihalnya Robocop. Padahal kostumnya itu mirip gabungan Ironman, Ultraman dan Robocop. Mungkin karena ia tak bisa membear seperti Ultraman maka ia dianggap lebih mendekati Robocop dan ia juga tak bisa terbang lama seperti Ironman di film Ironman maka ia dianggap pula lebih mendekati Robocop sehingga banyak yang menjulukinya Gatotcop.

Tiba-tiba, pada suatu ketika, kantor polisi dikirimi video berisi pesan tentang seorang gadis yang hendak bunuh diri. Sebagiannya menganggap itu hanya iseng sebab sudah banyak yang begitu dan itu tipuan saja. Para gadis yang berbuat begitu itu hanya ingin melihat Gatotcop tanpa helm bertopeng dan meminta tanda tangan serta foto bersama. G hanya mengabulkan permintaan tanda tangan dan foto bareng saja pada mereka. Tentang video satu ini begitu janggal tetapi mereka akhirnya memutuskan untuk mengambil kesimpulan bahwa itu tidak penting dan harus dihentikan. Ternyata bunuhdiri betulan. Gadis dalam video kiriman itu dikabarkan jatuh dari gedung tinggi dan diberitakan itu gara-gara G yang tak mau menemuinya. Padahal tidak begitu.

Keesokan harinya kantor polisi mendapat kiriman video pesan dari penjahat seperti di film SAW. Video itu berisi seorang gadis yang diikat dan digantung bersama seorang gadis lainnya. Maksudnya dileher keduanya ada seutas tali yang bilamana salah satunya tak kuat menahan berdiri di atas kursi maka akan jatuh dan yang satunya akan tergantung dan mati atau keduanya mati tercekik sambil berjinjit. G ditantang untuk menemukan tempat dimana video itu berada dan menyelamatkan keduanya sebelum keduanya kelelahan. Tetapi, G curiga. G mengenali kedua gadis itu adalah adik dari teman sekolahnya dahulu. Teman sekolah yang pernah membullynya. Apakah ini suatu kebetulan?

Pikiran G menyimpulkan ini adalah permainan. Dan, G gagal menyelamatkan keduanya sebab tidak tahu dimana letaknya. Keduanya mati dalam video yang dikirmkan langsung via satelit.

G berpikir itu keterlaluan. Sangat keterlaluan.

**

"Sebentar dulu. Ini bukan sesuatu yang bagus untuk dibaca. Mana ada superhero gagal menyelamatkan korban kejahatan. Jelek. Ganti." Kata pengkritik.

"Baiklah."

**

Kantor polisi mendapat laporan minta bantuan dari San Anderas. Eh, San Andreas. G harus menyelamatkan dunia dari bencana.

Segera G meluncur dan ia terbang cepat ke San Andreas. Tetapi kemudian ia diam mengambang di udara dan balik kembali ke kantor pusat. Ia menyeduh kopi dan mi rebus lalu menonton berita televisi tentang San Andreas.

"G, kau tidak melakukan apapun?" Kata teman Gatotcop. Eh, Gatotkaca.

"Apa yang bisa kuperbuat? Tidak ada." Kata G.

"Kau ini bagaimana, sih." Kata teman G.

"Aku tidak bisa menahan bendungan jebol. Aku tidak bisa menahan air bah, banjir bandang. Aku tidak bisa menahan gempa bumi. Jadi aku pulang saja dan menonton beritanya sambil melahap mie rebus dan menyeruput kopi hangat." Kata G.

"Ganti channel. Matikan. Kita menonton film San Anderas saja. Eh, San Andreas." Kata teman G.

**

"Wah, kacau ini. Cerita apa ini." Kata pengkritik yang tak lain guru menulis si penulis yang sedang belajar.

"Pak guru itu bisanya mengkrik. Eh, MENGKRITIK saja. Jangankan superhero anyar, superhero kawakan punya DC dan MARVEL juga belum tentu bisa melawan dahsayatnya bencana alam. Pakai logika, pak. Jangan pakai imajinasi saja. Saya ingin menciptakan karakter superhero yang manusiawi dan apa adanya sekali. Jadi, biarkan saya menulis apa yang ingin saya tulis, pak guru yang cerdas dan baik hati." Kata penulis yang belajar menulis.

"Oh, iya. Iya betul. Menulislah sesuka hatimu penulis yang cerdas dan baik hati." Kata guru menulis yang suka dipuji dan disanjung-sanjung.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post