Tak Seterang Matahari Namun Seterang Kunang-kunang Di Gelap Malam

Inginnya begitu. Meski tak seterang mentari namun seterang kunang-kunang di gelap malam. Apa kubisa begitu? Inginnya begitu.

Bila begitu, seumpama menjadi si buta pembawa lentera, meski ia tak mampu melihat cahaya itu ia mampu menerangi setiap orang di sekelilingnya saat kegelapan itu tiba.

Malam menjelang. Mengubah warna-warni siang sewarna gelap malam yang hitam. Aku, berusaha menambahkan cahaya pada lentera hatiku yang hampir padam. Aku menghafal lagi dan manambah hafalansurat Saba:1-7. Aku belum memahaminya. Baru menghafal saja. Aku membacanya dalam salatku berulang kali agar ku tak lupa. Umpama mahkota, ingin kukenakan itu di kepala. Ya, menjadi isi kepalaku. Semoga turun sampai kepada isi hati menjelma sikap rendah diri dan selalu merasa kecil di hadapan Tuhan Sang Pencipta segala.

Aku menghafal saja dahulu dengan menulis kembali apa yang kuhafal di kertas lain guna menguji seberapa baik aku menulis huruf demi huruf dalam ayat-ayat itu. Aku belum memahaminya benar-benar tetapi bagiku bahwa menghafal terlebih dahulu itu adalah benar. Setiap detik yang kulewati dalam kegiatan menghafal itu semoga menjadi sesuatu yang mendatangkan kebaikan esok hari. Aku harus menjelma manusia yang sebetul-betul manusia dalam berkehidupan walau aku bukan manusia sempurna.

Detik waktu biar sedetik yang lalu takkan sanggup untuk kukembalikan guna mengulang waktu agar aku memperbaiki kesalahan yang lalu. Siapapun itu tidak bisa dan takkan pernah bisa memperbaiki kesalahan di waktu lalu apapun itu bentuk kesalahannya sebab waktu tak bisa diulang barang sedetikpun. Tapi, dengan hari ini yang masih diberikan untuk kita menjalani hidup di hari ini, semua manusia diharapkan mengerti bahwa yang sudah lalu biarlah berlalu dan hari ini membuka hari yang baru dengan prinsip hidup yang baru pula. Prinsip baru dalam arti tak sama seperti dulu. I'm not i was.

Menjadi pribadi yang baru dengan meninggalkan segala keburukan di waktu lalu tentu saja harus sedikit demi sedikti semudah apa yang dianggap mudah untuk diubah. Sanggupkah aku? Bagaimana dengan kamu?

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post