Aku datang dalam satu satuan waktu,
Hanya untukmu, hanya untuk cinta
Menyentuh hatimu yang hampa akan cinta
Warnai hidupmu dengan cinta
Lukiskan harimu dengan siluet kasih
Aku datang dengan sayap malaikat,
Merengkuhmu dalam pelukan kasih
Hingga mengharap atas bintang jatuh,
Agar berpihak pada cinta dan rengkuh kami dalam cahaya
Aku datang padamu dalam satu satuan waktu
Dan kini aku pergi dalam satu hembusan nafas
Bukan karena berbeda
Bukan karena rapuhnya cinta
Bukan pula atas sebuah bimbang
Sang waktu, anugerahi aku satu putaran waktu saja
Sekali saja untuk mengucapkan yang tak sempat kuucapkan
Bahwa aku mencintainya
Biarkan cinta bersemi, walau hanya dalam satu musim
*the journal of solitudeheart*
Jan, 2004
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
aR bacanya...
kenangan indah, meski sakit...
ditunggu puisi2 yg lainnya...^_^
....betapa menyentuhnya puisi ini. love it, love it!
^_^
RumahAyu
pilihan kalimatnya begitu menyentuh, dengan makna yang dalam. aku suka... ta' tunggu yang lainnya ya
ada penyesalan rasanya...karena kamu minta waktu mengembalikan rasa yang pernah dianugerahkan...
suka d sama "Aku datang padamu dalam satu satuan waktu
Dan kini aku pergi dalam satu hembusan nafas"
romantica....
Huihihihihihihihi....
"Biarkan cinta bersemi, walau hanya dalam satu musim"
ato seharusnya Kampang-mode ON?
huahahahhaha ;p
semoga sang waktu berbesar hati memberi dan sekaligus melambatkan laju detiknya..
Aku datang padamu dalam satu satuan waktu
Dan kini aku pergi dalam satu hembusan nafas
lam kenal
kunjungi aq juga ya