Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Lolita dan Kupu-Kupu
Lolita berlari-larian di taman bunga, hatinya senang melihat bunga berwarna-warni dan sebuah benda berwarna kuning yang terbang. Kaki kecil si gadis kecil dalam sepasang sepatu kecil berwarna merah muda menjelajahi tanah berumput tanpa aturan. Kedua matanya mengikuti kupu kupu kuning yang mengepak-ngepakkan sayap dari satu bunga ke bunga yang lain. Tangan mungilnya yang belum pandai memegang berusaha menangkap kupu kupu yang seolah mudah diperdaya, membuatnya makin penasaran dan terus mengejar.
sebenarnya nilai yang mau disampaikan cukup mengena. tapi, agak aneh juga kalo anak kecil bisa mikir sejauh itu (sepenangkapanku sih, lolita ini umurnya di bawah 5 tahun). mungkin kalo kita mau bercerita dari sudut pandang anak-anak, perlu memperkaya diri juga dengan menyelami sejauh mana kemampuan berpikir anak2 (tanpa bermaksud underestimate thd anak2, lho! ). tetap berkarya, ya!
Dari narasi cerita ini saya sebagai pembaca tertarik, karena penyampaiannya yang detik, dan natural. Namun coba saja neh, bagaimana kalau Lolita itu adalah kupu-kupu yang sebelumnya adalah manusia yang memiliki pengalaman menyedihkan. Nah pengalaman itu menjadi alur flash back, kemudian kembalikan endingnya pada sebuah dunia yang baru. Bukan dunia seperti kala dia menjadi manusia, namun dunia ketika ia menjadi kupu-kupu. Sedikit fabel, tapi bisa dinikmati pembaca dewasa. Nyumbang kritik, gimana kalau pengalaman masalalunya itu sedikit berbobot dengan penindasan terhadap kaum tertentu. tapi yang jelas hati-hati karena biasanya akan menyinggung pihak2 tertentu. Coba saja!
OK. Sukses
Dalam dunia fiksi sah-sah saja jika imajinasi liar. Coba saja, gimana kalau kupu-kupu itu menyaksikan Lolita mengejarnya. Lantas kupu2 menceritakan dirinya sewaktu kecil, dalam sebuah masa yang kelam. Pasti dramatik, artistik dan keren
simple.. hanya saja penulis maish perlu berekplorasi sama gaya berpikir anak kecil..
endingnya bagus.. menyentil sedikit.. bagi saya.. bahwa manusia seringkali terlalu egois untuk menyimpan sebuah keindahaan untuk dirinya sendiri sampai-sampai rela untuk merusak keindahan itu sendiri...
anak kecil pencinta kupu-kupu mungkin tak banyak yang menggalinya dalam cerpen. sayangnya, penulis tak terlalu berhasil menjiwai karakter anak kecil...
Kalimat demi kalimat terangkai rapi. Tapi saya tidak menangkap inti cerita. Istilahnya saya hanya menagkap bungkusan yang tebal an kecewa isinya tipis banget. Sebenarnya apa yang mau disampaikan?
ini tentang kehidupan seorang anak kecil yang masih belum tau mana yang baik dan buruk.
dia hanya tau bermain dengan riang dan sangat senang bila melihat sesuatu yang indah..
awal ada, tengah lucu, akhir...akhirnya manaaa??? gw ga dapet ending lu, memang kebaca dari kata ( “Kupu-kupunya bagus sayang? “ Lolita menggelengkan kepala )tapi tetep aja lu bukan lagi bikin cerita horor yg biasanya ngantung
mungkin karena udah kebanyakan baca karya tulis disini..pas baca yang in aga sedikit menjemukan...mungkin karena sudut pandangnya tidak sepenuh nya sikecil Loli
Menunggu Hujan
Hari sudah mendung dari tadi siang, namun hujan tak juga turun. Gerimis kecil pun tidak. Hanya angin dingin yang perlahan terasa mul ... lanjut baca
Kak..
“Kak, kak.. tunggu kak” sebuah suara memanggil dari kegelapan, suara remaja perempuan yang tidak kukenal. Aku menghentikan langkah sejena ... lanjut baca
Lolita dan Kupu-Kupu
Lolita berlari-larian di taman bunga, hatinya senang melihat bunga berwarna-warni dan sebuah benda berwarna kuning yang terbang. ... lanjut baca
Kereta express kahuripan melaju terguncang-guncang membelah kegelapan malam. Gerbong tiga ini penuh sesak, jangankan tempat duduk, kolong-kolong kursi ... lanjut baca
Mengharap menemukan kelanjutan cerita dari bab I? Maaf, cerita pada bab itu tidak dilanjutkan. Bukan karena ceritanya terlalu pahit untuk diceritakan, ... lanjut baca
Dan benar bahwa sebelum jatuh talak tiga maka suami istri boleh rujuk kembali. Maka pada bab ini penulis mengajukan rujuk kepada pembaca. Bolehkan cer ... lanjut baca
Yah tak ada alasan lain berada disini selain karena pekerjaan. Pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaan lagi. Hal terbesar dalam hidupku saat ini. Sudah la ... lanjut baca
Kakek Penjual Bubur
Di depan pasar ada sebuah warung kecil yang menjual bubur ayam. Penjualnya adalah seorang kakek tua yang sudah sangat tua hingg ... lanjut baca
PERTAMA
Rumah-rumah beratap rumput berbaris di lembah Bingku, dinding yang dianyam dari daun pandan berbingkai bambu tua terlihat kokoh dari kejauh ... lanjut baca
Kaki kakekku buntung karena ranjau. Kakekku yang katanya pejuang itu konon terkena ledakan ranjau saat zaman perang di tahun 1946. ‘pada saat it ... lanjut baca
Pagi, saat kau bangun
Jangan biarkan malam membayang
Membelenggu rasa menghujat sayang
Patahkan bunga dalam gengaman
Duhai kasih dirundung ... lanjut baca
Permen kesukaanku itu hanya tinggal sebutir
Aku menatap bungkus plastik itu tak percaya
Mataku masih terbelalak
Aku ingat benar, aku masih ingat
k ... lanjut baca
maafkan aku sayang
jika aku harus pergi saat ini
dan bukan nanti
aku pergi tuk mencari jawaban
dari semua pertanyaan yang tak kumengerti
tentan ... lanjut baca
( I ) Ruas Lingkar Cahaya Matahari Dan Rembulan
Dalam batas alam semesta kau pijari alam kesadaran
Menjelajahi ruang keinginan, mengarungi pintu kes ... lanjut baca
Back to Present / D day of The Big Game
Aku menatap titik putih itu lagi. Titik putih yang sudah lama tidak aku hadapi selama satu tahun ini. Titik p ... lanjut baca
Gudang Sekolah
Gubrak !!!
“Aduh..! Ju kenapa sih kamu itu berat banget. Gara-gara badan kamu yang berat aku jadi mendarat darurat diatas tumpu ... lanjut baca
Doni
Entah sudah berapa lama waktu berlalu. Doni berdiri mematung di depan sebuah papan pengumuman, hanyut dalam pikirannya sendiri. Di depannya, t ... lanjut baca
Cerita yg lalu : Ary harus berurusan dengan kuntilanak karena sendal jepitnya tertinggal di dekat pohon mangga. Sedang kan Cat, Mira dan Dewi mau tidk ... lanjut baca
Aku ingin melukisi malamku dengan pelangi
Tapi hanya kelabu untaian warna di jemariku
Partikel-partikel tanpa warna yang mengalir perlahan
Setetes ... lanjut baca
Mungkin bisa dicoba untuk menulis dari sudut pandang kupu-kupu.
nurut gue kurang realistik
anak kecil nggak ngomong kaya gitu...
tapi bagus endingnya
tapi dialognya nggak ah
anak kecil kok mikirnya jauh banget??? endingnya oke juga kok.
jangan pernah berhenti menulis ya...
Sederhana, tapi rasanya ada sesuatu yang "hilang". Keep it up.
sebenarnya nilai yang mau disampaikan cukup mengena. tapi, agak aneh juga kalo anak kecil bisa mikir sejauh itu (sepenangkapanku sih, lolita ini umurnya di bawah 5 tahun). mungkin kalo kita mau bercerita dari sudut pandang anak-anak, perlu memperkaya diri juga dengan menyelami sejauh mana kemampuan berpikir anak2 (tanpa bermaksud underestimate thd anak2, lho!
). tetap berkarya, ya! 
waktu aku baca kayk ngerasa inget sebuah iklan susu pertumbuhan untuk anak-anak. Apakah inspirasinya emang drai situ. Aku suka endingnya
Dari narasi cerita ini saya sebagai pembaca tertarik, karena penyampaiannya yang detik, dan natural. Namun coba saja neh, bagaimana kalau Lolita itu adalah kupu-kupu yang sebelumnya adalah manusia yang memiliki pengalaman menyedihkan. Nah pengalaman itu menjadi alur flash back, kemudian kembalikan endingnya pada sebuah dunia yang baru. Bukan dunia seperti kala dia menjadi manusia, namun dunia ketika ia menjadi kupu-kupu. Sedikit fabel, tapi bisa dinikmati pembaca dewasa. Nyumbang kritik, gimana kalau pengalaman masalalunya itu sedikit berbobot dengan penindasan terhadap kaum tertentu. tapi yang jelas hati-hati karena biasanya akan menyinggung pihak2 tertentu. Coba saja!
OK. Sukses
Dalam dunia fiksi sah-sah saja jika imajinasi liar. Coba saja, gimana kalau kupu-kupu itu menyaksikan Lolita mengejarnya. Lantas kupu2 menceritakan dirinya sewaktu kecil, dalam sebuah masa yang kelam. Pasti dramatik, artistik dan keren
simple.. hanya saja penulis maish perlu berekplorasi sama gaya berpikir anak kecil..
endingnya bagus.. menyentil sedikit.. bagi saya.. bahwa manusia seringkali terlalu egois untuk menyimpan sebuah keindahaan untuk dirinya sendiri sampai-sampai rela untuk merusak keindahan itu sendiri...
anak kecil pencinta kupu-kupu mungkin tak banyak yang menggalinya dalam cerpen. sayangnya, penulis tak terlalu berhasil menjiwai karakter anak kecil...
aduh lutuna adek itu
Kalimat demi kalimat terangkai rapi. Tapi saya tidak menangkap inti cerita. Istilahnya saya hanya menagkap bungkusan yang tebal an kecewa isinya tipis banget. Sebenarnya apa yang mau disampaikan?
Endingnya dan kosep generalnya bagus dan unik. Setuju dengan pendapat yang lain: dialog dan pola pikir si Lolita kecil agak terlalu berat.
lolita... anak yg aneh... apa jenius ya?
Lolita... bagus juga. Gue kira jika pria itu penculik. Bagus buat adek gue.
Tp agak nggak "ngeh" juga seh.
ini tentang kehidupan seorang anak kecil yang masih belum tau mana yang baik dan buruk.
dia hanya tau bermain dengan riang dan sangat senang bila melihat sesuatu yang indah..
ceritanya lucu bgt... secara aku suka bgt ma kupu-kupu dan kaya lolita aku juga benci sama kupu2 mati, jadi mau kampanye "SELAMATKAN KUPU-KUPU" ^_^
awal ada, tengah lucu, akhir...akhirnya manaaa??? gw ga dapet ending lu, memang kebaca dari kata ( “Kupu-kupunya bagus sayang? “ Lolita menggelengkan kepala )tapi tetep aja lu bukan lagi bikin cerita horor yg biasanya ngantung
It was ok..
mungkin karena udah kebanyakan baca karya tulis disini..pas baca yang in aga sedikit menjemukan...mungkin karena sudut pandangnya tidak sepenuh nya sikecil Loli
Nice tp membingungkan maksudnya
setuju sama komentar2 di bawah. tapi salut buat keberaniannya membuat cerita seperti ini.
agak tertatih di akhir ya? padahal awal dan tengahnya bagus ^^
feeling anak kecilnya kelihatan banget