Terjebak dengan sukses di parkiran mall

Selasa kemarin malam adalah hari yang sangat menyenangkan.. karena matahari tenggelam dengan seperti biasanya, udara berwarna coklat, langit wangi dan burung-burung pun seperti biasa masih berusaha menjatuhkan tai-nya padaku.. dan mereka selalu hampir saja... hampir gagal.. *ngusap pundak pake sapu tangan*

bukan.. bukan kena kotoran burung yang bikin hari itu menyenangkan.. sebenernya yang bikin menyenangkan adalah, saya jalan-jalan ke sebuah mall legendaris di surabaya bersama saudara saya (yang adalah anak dari adek ibu saya dan otomatis dia adalah anak dari adek suaminya bapak saya dan disebut juga keponakan, kalo sama saya sepupu.. enough with family matter, lanjut mang..) dan bininya, dan bininya mengajak saudaranya (yang adalah.... uhmm.. saudaranya) yang KeCE (red: Keren, Cakep dan Ehmm..ehmm), Jadi kami ber-empat.. eh.. berlima ding itu kalo bayi dibawah usia satu tahun dihitung juga dan bayar penuh, kita jalan-jalan ke mall itu tadi, yang legendaris tadi itu lohh, ya ampun.. nyimak ga sih !? nah, sekarang tau kan ? dimana hal menyenangkannya hehehe..

setelah menghabisi waktu, eh waktu ga bisa habis, dihabiskan ato dihabisi.. uhmm.. *mikir* aha..! sambil angkat jari telunjuk di deket muka dan tersenyum puas seolah telah dengan sukses menyiram dan memasukkan 'itu' yang mampet ke dalam septic-tank.

setelah melewatkan beberapa waktu (heheh..) di mall tersebut, akhirnya kita kecapaian dan itu bukan karena kita iseng untuk lomba merangkak keliling mall, tapi lomba lompat kodok.. lalu kami memutuskan untuk pulang, dan disinilah awal dari bencana itu terjadi....
(background music: jaipongan).

setelah makan di persidangan-makanan (food court, food = makanan, court = persidangan) lantai-6 kita pulang berbarengan dengan beberapa karyawan-karyawati-karyawanti disana, ada kok.. suerr ada yang karyawanti. Itu artinya kita ga bisa lomba lompat kodok lagi, kita terpaksa jalan.. tangga berjalannya dah cape dan mulai duduk-duduk berhenti berjalan lagi, sepupuku jalan digandeng sepupu-iparku(bini-nya), aq jalan bersama sepupunya-sepupuku yang KeCE, dan si balita masih loncat-loncat kodok.. ya enggalah.. dia digendong bininya sepupuku. Aq sambil melihat-lihat pupu dengan mata jalang (red: pupu(jawa) = paha) dari kumpulannya yang terbuang..

karena tadi parkir di lantai tiga, otomatis kita turun ke lantai tiga dan sedikitpun ga ada niatan untuk turun ke lantai satu, karena itu adalah pikiran bodoh yang bisa dilakukan seseorang pintar yang parkir di lantai tiga, tapi kenyataan berkata lain, kami bodoh.. pintu keluar menuju parkir di lantai tiga sudah dikunci.. jadi kami pun mengakui kebodohan dan hendak turun ke lantai dua.

...."ting"....

pintu lift terbuka dan kita melihat lift itu, rasanya di kepala kami kayak ada tulisan kata semacam "DUNGU", "BEGO", "IDIOT", "OTAK di DENGKUL eh,ini engga ding, karena pas barengan ama suara lift tadi otak saya serasa jatuh sampai ada di mata kaki) karena ga terpikir untuk naik lift dari tadii..!?

akhirnya, singkat cerita, kami berhasil kembali ke mobil (amien), si balita pegang setir, cuma pegang bentar aja. Lalu aq mengemudikan mobil dengan tanpa berpikir karena ga bisa mikir lagi. Dengan pede dan bermaksud keren, aq arahkan ke lantai satu dan ikuti tanda panah bertuliskan "KELUAR", mantap...

Sampai pas deket semacam per-empat-an arah keluar ada rantai, artinya ga boleh lewat situ, aq terus aja, ga belok ke jalan yang dirantai, eh.. ditutup rantai, eh.. ya pokoknya ga bisa lewat karena ada rantai gitu, padahal panah keluarnya menunjuk ke arah "jalan berantai" itu (selanjutnya akan disebut gitu).

aq jalan terus karena kalau belok kanan artinya aq melawan arus.. dan selain itu, di depanku sekitar 15 meter juga ada tanda panah bertuliskan "KELUAR" nunjuk2.. bagiku itu seolah cahaya terang yang menunjukkan arah keluar dari gua yang basah, pengap dan bau polusi ini.. aq ikuti panahnya, lirik kanan-kiri sepi ga ada mobil parkir, satupun ga ada, aq merasa ada yang salah, kemudian aq belok kanan mengikuti petunjuk dan yaaaa...

15 meter di depanku adalah pintu keluar, tapi.. sebuah pagar hijau tinggi besar yang menghadangku untuk bisa keluar dari mall (kemudian disingkat PHTBYMUBKDM), kenapa harus hijauuuu... pikirku sedih.

Tapi aq segera bangkit, ga ada waktu untuk bersedih, aq harus segera keluar dari mall ini, Ke-tiga orang dan satu balita ini bergantung padaku, aq memikul tanggung jawab yang besar untuk bisa mengeluarkan meraka dari PARKIRAN ini, aq memutar mobil dan segera menelusuri arah datangku tadi, ada tanda panah "KELUAR" lagi aq ikuti, panah belok kiri, aq belok kiri, panah belok kanan, aq belok kanan, panah belok kiri, aq belok kiri lagi dan tempat ini rasanya familier..

aq balik lagi ke PTHBYMUBKDM,
sepupuku : loh kok balik lagi ?
bininya : loh mas, kok kesini lagi ?
si KeCE : -ga bicara tp wajahnya seakan bilang padaku- "BEGO BANGET SIH !?"
si balita : wawweowewoea..
(bahasa bayi, yang artinya kurang lebih : wawweowewoea.. )

dalam hatiku berkata "aduuh.. lewat mana niih... "

aq putar balik deket PHTBYMUBKDM tadi dan balik menuju ke lokasi yang lebih rame (baca: lebih banyak mobil yang parkir), ada mobil yang aq tebak sebagai pengunjung yang hendak pulang karena sudah malam dalam mobil sedan putih atau disingkat PYHPKSMDMSP, aq pun mem-pantat-nya dari belakang (karena mobil ga punya ekor.., kalo yang nyetir mungkin punya) suasana tegang, takut, bingung kalut, kalap yang tadinya ga akan bisa habis meski dimakan oleh tujuh turunan, akhirnya bisa habis karena ketemu dengan si PYHPKSMDMSP ini.

Aku ikutin terus, belok kanan naik, lho kok naik..? udaahhh... pokoknya ga tau dan ga mau tau, yang jelas aq ga mau ketemu lagi sama PTHBYMUBKDM jadi diem dong kalo baca. Udah baca ajaaaa... iih.. rewel amat siih.

setelah naik lagi 2 lantai parkir yang setara dengan 1 lantai gedung. Akhirnya sang PYHPKSMDMSP membuatku bernafas lega, ia mengikuti tanpa panah "KELUAR" kita (saya dan PYHPKSMDMSP) belok-belok gitu, kanan, kiri, kanan kulihat saja banyak pohon cemaaraaa..a..a.. , lalu deket ama lorong, agak panjang (aq agak-agak inget kalo ini jalan keluar) para penumpang dalam mobil mulai terlihat berbeda auranya, sudah ga ada penampakan lagi kalo mereka pengen lemparkan aq dari lante 6 gedung Mall ini untuk sesajen. akhirnya kita pun ketemu dengan kotak tempat petugas pemeriksa tiket parkir kendaraan, tapi orangnya ga ada, sedan putih di depan berhenti, pintu keluarnya tertutup pagar, rasanya aq mau loncat gedung dengan sukarela aja..

Tanpa berkata-kata lagi, aq mundur dan putar balik..........

setelah aq dengan susah payah putar balik di lorong yang sempit itu, akhirnya aq ganti memimpin, si PYHPKSMDMSP pun ngikut dari belakangku, aq ga peduli kalopun ini artinya aq harus ngelawan arus, kadang memang kita harus melawan arus untuk bisa tenggelam.. (LHO..KOK ?), maksudnya aq emang sengaja melawan arus, dengan harapan ada Non polisi yang nanti akan mengejarku untuk menilang pelanggaranku, lalu aq bisa jelaskan berdiri nyetir perkaranya sehingga nanti sang Non Polisi akan mau menunjukkan jalan keluar dan nomer hapenya.. mata kakiku mulai terasa nyut-nyut'an bukan karena pegal ijak gas-rem, tapi karena capek dipake mikir (kan tadi otakku jatuh kesana kan ?).

Aq berdo'a pada Tuhan untuk memberikan petunjuknya, aq lewat ke tempat semula aq parkir tadi, aq putus asa tapi asa masih mencintaiku dan kami berpikir untuk mencoba memperbaiki hubungan kami kembali. Puter-puter sambil noleh kanan-kiri mencari recehan sambil melirik-lirik pintu keluar, si PYHPKSMDMSP masih mempantati di belakang, akhirnya di kejauhan ada mobil lain, eh bukan itu truk.. truk sampah. Aq jadi inget kata temenku.. "kalo kamu tersesat di surabaya, inget ITATS.."(echo di dalam kepala), setelah mengingat itu dengan segenap rasa ketakutan dan kengerian yang bertambah besar, pikirku gini, kan bisa saja nantinya semua petugas gedung pulang dan mematikan lampu parkiran mall ini trus akhirnya kami semua terjebak di dalam kegelapan parkiran, enak sodaraku ada bininya, lha aku ? cuma sama si KeCE, eh.. setelah dipikir-pikir lagi, aq mau kok terjebak dalam kegelapan berdua sama si KeCE deh aq bersorak besar membayangkannya.

Tapi tetap, aq ga mau kalo sampai ke-esokkan harinya aq baru bisa keluar dari parkiran mall ini, aq pingin pulang, aq masih pingin makan masakan ibuku, aq masih ingin bertemu adikku, aq masih ingin tidur di kamarku, aq masih pingin ngiler di bantalku, aq masih pingin bisa melakukan hal2 menyenangkan seperti loncat kodok di mall lainnya, jilatin tembok, pipis sembarangan, ganti celana dalam, dan yang terutama sih pingin bisa jalan-jalan ke tempat lainnya sama si-KeCE, itu kalo dia bisa percaya bahwa aq bisa mengeluarkannya dari parkiran mall yang terkutuk ini

"terkutuklah kalian para arsitek.." gerutuku.

"aq nanti pingin jadi arsitek" si-KeCE bicara dengan menatapku seolah pengen melindas aq pake buldozer.

"terkutuklah kalian para arsitek yang bikin parkiran ruwet ini " kataku melengkapi sambil nyengir dan masang wajah BUKAN MAKSUDKU SEPERTI ITU

Kembali ke filosofi ITATS, akhirnya sesuai dengan ngiangan kata2 temenku di dalam kepalaku tadi. Aku pun ngikut truk sampah agar ga tersesat lebih lanjut, oh iya filosofi truk sampah itu seperti ini, ITATS = Ikuti Terus Arah Truk Sampah.

Setelah sekitar 17,83439 menit ngikut truk yang terpaksa mesti ikut ke lante enam lagi dan balik lagi ke lantai bawah sambil kadang berhenti untuk nunggu truknya angkut sampah tiap lante parkiran mobil di mall yang legendaris di kota surabaya ini. Akhirnya truk balik turun, aq lewat tempat parkirku tadi.. lagi. Trus turun ke lante bawahnya, truknya ga ngikuti arah panah keluar setiap gerak-gerik truk aq ikuti, truk belok kanan aku belok kanan, truk belok kiri aq belok kiri truk berhenti aku juga berhenti, trus truknya nungging, aku keheranan.. kok bisa sih nungging gitu !?

Selama mem-baksampahi truk, semua penumpang ga seberapa banyak bicara, saudaraku dan bininya diam saja, tampaknya mereka pasrah jika harus menginap di parkiran mall ini buktinya bininya sudah mengeluarkan dan merelakan cadangan makanannya untuk si bayi.. dan memang hanya untuk si bayi aja, aku ga brani ngelirik kebelakang.. aq ga mau dikira kalo aq mesum, aq ngelirik si-KeCE, barangkali ia juga akan mengeluarkan dan merelakan cadangan makanannya untukku, ternyata engga.. aq cuma bisa ngelap liurku.

Truk itu akhirnya menuju ke sebuah pintu keluar dan aq yakin banget kok, karena aq bisa liat bintang2 di angkasa. Ooh god.. betapa indahnya langit malam itu yang ditaburi lampu dan tertutup gedung tinggi alias ga keliatan, tapi kenapa..kenapa kami bisa keluar.. padahal kan enak kalo bisa terjebak sama si-KeCE di parkiran, kan jadinya kita bisa main tebak-tebakan, tebak-tebakan yang judulnya "aq lagi pegang apamu" gitu.

aq me-review tindakanku di dalam parkiran lagi, alhasil aq menemukan kesimpulan yang nantinya bisa dan harus aq lakukan kalo lain kali pergi ke mall.

1. Jangan parkir sembarangan
2. Jangan coba-coba pulang terlalu larut dari mall
3. lain kali sama si-KeCE aja, ga usah ama sodara, bininya dan kali ini si balita juga dihitung.
4. Jangan ikuti sedan putih
5. Petunjuk untuk menuju pemecahan suatu masalah terkadang memang bisa memecahkan masalah, tapi kadang datang pada saat yang kurang tepat (ga jelas aq ngomong apa..)

besok paginya si-KeCE sms, dan nanyain apa dompetnya ga ketinggalan di mobilku, aq mikirnya sih dia kasi signal nih, tapi ternyata engga, dia kasi permohonan tolong agar aku anter dompetnya kalo ketemu, tapi dompetnya ga ada lalu aq nawarin antar diriku sendiri ke dia, eh dia ga butuh.. ya udah, aq antar diriku ke pinggir sungai mo nyebur aja, tapi ga jadi karena inget aq kena kutukan tubuh ditolak sungai.

cerita diatas berpotensi memiliki kebenaran 47,8734%, hindari makanan berlemak, banyak melek dan kurangi tidur, semoga Tuhan mengkaruniai mata panda pada anda

sebelum ditanyain.. aq mo cerita nasibnya si PYHPKSMDMSP, ternyata pas aq ga noleh kebelakang sama sekali, si PYHPKSMDMSP dah menemukan jalan keluarnya sendiri, buktinya dia ga ada dibelakangku pas aq keluar, ato dia masih muter2 di dalam sendirian ? who knows ? ato mungkin si PYHPKSMDMSP sedang bersama si-KeCEnya dan mendapat restu Tuhan untuk bisa nginep di dalam parkiran mall itu? tapi semoga dia ga loncat dari lantai 6 aja..

kritik, saran,sumbangan, kiriman wesel, deposito, duit kes, tabanas dan pensiunan akan aq terima dengan tangan terbuka..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

rapi ra penting mas, sing penting lucu
freedom man
gak rapi gak bikin masuk neraka kok

lucu mas, caramu crita

Writer f1_tr1
f1_tr1 at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 28 weeks ago)
80

yo wes lah...
aq mau jadi "si keCE-mu"
halah....

50

uh..beneran neh cerita kisah nyata ??apa cuma fiktif belaka kaya di sinetron2???

tapi terlalu nge-BETE-in coy...(banyak embel-embel segala)
but,ini dah keren ko..terus menulis yah..

Writer isman
isman at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 35 weeks ago)
50

Dalam buku Stevie Ray, "Medium-sized Book of Comedy", dia membahas bagaimana komedian atau penulis humor bisa terjebak dengan kisah nyata. Kenyataannya: keseluruhan kisah nyata itu tidak lucu. Karena komedi adalah tragedi yang dilihat dengan teropong. Namun, saat kita menceritakan keseluruhan kejadian, kita memaksa pembaca mengalami tragedi itu sendiri. Yang notabene, bukan komedi.

Intinya: potonglah bagian-bagian yang terlalu memanjangkan cerita. Fokus saja ke adegan-adegan penting. Pembahasan lompat kodok dan karyawanti, misalnya, bisa dihapus tanpa kehilangan inti cerita.

Dan kalau perlu mendeskripsikan masing-masing karakter, manfaatkanlah untuk mengatur atmosfir komedi dalam cerita. Gambarkan karakterisasi masing-masing yang kuat. Balita seperti apa. Suami-istri ipar seperti apa. Dan sepupu kece seperti apa.

Kalau ini fiksi, bahkan tokoh-tokoh ini bisa dihilangkan saja. Karena tidak ada gunanya sekadar menambah jumlah tokoh tanpa gambaran karakterisasi jelas dan pengaruh penting ke cerita.

Terus menulis, ya.

Writer irdix
irdix at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 36 weeks ago)

iya nie masi belajar dan banyakan terpengaruh dari tulisan karya-karya besar dari para penulis cerita komedi -komedi yang laen..

btw, setting emang di TP and believe me.. it's happened for real.. hiks.. (masi trauma)

jomblo ? coba baca "DO" lebih aneh... Hweheheeh...

oh iya.. matur kasih buat yang sudah sudi mengkomeni (maaf saya pengen bikin EYDI = Ejaan Yang Dirusak Irdix) :p

Writer ima_29
ima_29 at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 36 weeks ago)
50

Foof court lantai 6...sepertinya aku tau tempat itu. TP ya pak???

lucu sih, cuma tulisannya aja yang mengganggu gw,asli bikin keliyengan, wakakakaka

bener kata yang lain..muter2 kayak komedi puter

60

Baca ini gw jadi keinget sama buku 'Jomblo' yang banyak embel2 anehnya. Tapi di cerita ini jadi agak mengganggu. At least bisa bikin orang ketawa. Hehehe.

60

Bacanya juga menarik.Muter bang...Kupikir tulisannya natural yang disengaja.Si penulis berharap tulisan ini terkesan lucu.Ku pikir ini tulisan hebat.

Walaupun saya baru baca setengah.
Tapi nanti kuselesein bacanya di rumah (pak..pak...sambil mukulin nyamuk ).

70

sih boleh banget lucu tapi kalo perbaikan tulisannya aja biar makin asik di baca

keep good writing aja ^_^

Writer ananda
ananda at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 36 weeks ago)
60

aye lom baca ampe kelar .. tp dr awal ampe pertengahan .. aye kagak ngerti ... muter2 bgn ceritanya.

emang sih nulis itu merupakan seni, lebih enak klo natural. tp menurut aye ini terlalu natural, ampe aye yg baca jd bingung ... di rapiin aja lagi ye ...hehhe

lanjoooot !! (maaf gak maksud menggurui)

Writer miaa
miaa at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 36 weeks ago)
50

JADI BINGUNG......,SUMPAH!!!

Writer bl09on
bl09on at Terjebak dengan sukses di parkiran mall (11 years 36 weeks ago)
80

aku ikut muter bang.....