Terkadang, perpisahan adalah hal yang sangat kuinginkan.
Seringkali, sakit di kepalaku ini seperti tidak bisa kutahan lagi. Malam hari di tengah tidur, antara sadar dan tidak, sakit ini mengamuk, menjadi-jadi, lalu tumpah lewat erangan dari mulutku. Keringat dingin mengalir begitu deras seperti ingin menguras habis cairan dalam tubuh ini dan aku tidak lagi bisa mengendalikan setiap lembar syaraf di tangan dan kaki.
bagus sih mba... diksinya juga membuat pembaca bisa membacanya dengan lancar seolah mengalir... cuma ada beberapa bagian yang membuat bingung... dan endingnya kurang mantab!!! tapi ini kan karya mba hampir setahun yang lalu... klo sekarang pasti mantab kayak "lilia"
apes hari ini. gerobak akina tekor. ganti motor jalannya gleyar-gleyor. ketipu sama tukang tambal ban yang matanya bolor. pingin nyari pistol berpelor buat dor tuh tukang tambal ban yang pake celana kolor. delapan aja ya? jangan marah lho.
aku udah lama pengen bikin cerita dengan tema ini, tapi beberapa kali nyoba dan di tengah-tengah selalu merasa terlalu dangdut dan cengeng..
tapi yang ini nggak terasa cengeng, justru malah terasa kuat.
:D
sekali lagi, selamat!
...aku sudah kembali ke dunia maya^^ (ingin menunggu sampai minggu, tapi tidak tahan..). so, hal yg pertama kulakukan sesampainya di dunia maya a/:
1. mengisi blog-ku =)
2. membaca cerpenmu ini... dan, gaya yang sedikit berbeda dari biasanya (namanya juga experiment, ya^^). Tapi tetap dengan sentuhan mellow khas miss worm.
"....dan dirimu memekau penuh derita..." ==> win, 'memekau' artinya apa ya?
alurnya mmg terasa agak kasar, tapi emosinya kuat. entahlah kalau ini kamu sebut eksperimen, tapi aku merasakan sst yg khas darimu tertuang di sini, the emotional atmosphere.
Win, ini bagus kok. Dan aku setuju kalo emosinya bener terasa. Hanya aja ada beberapa hal yang cukup aneh seperti:
“Tidak lama lagi,” kata-katamu tidak pernah mencoba menipuku, Rani, “dan kuantar kau dengan senyuman,” tapi kau mengeluarkan air mata. Kau menangis bukan mengulas senyum.
dan ini:
“Hari ini kita berpisah, Re,” dan wajah tampanmu yang sudah lama tidak sudi menatapku, kini menoleh. Di teras rumah, kita berdua duduk bersama. Di atas dipan kayu, menatap langit senja berwarna jingga di atas padang ilalang. Ditemani suara kepak sayap burung-burung di udara dan ramai gunjingan daun yang diterpa angin.
kayaknya enggak perlu kutipan langsung deh. Aneh aja kelihatannya. Yang lain secara keseluruhan udah oke kok.
sensei : iyah ^^ saya setuju denganmu... sampai sekarang pembabakannya memang masih ngga sreg di hati.. entah apa paragraf-paragraf itu belum waktunya dipotong atau apalah ^^ yah, lain kali dicoba lagi
KD: saya nda ngerti maksudmu :p
Ayu: nyaaa... kamu dah sembuh yaa. asyiik
Adrian: thanks for the tips
Brown and renge: kasar ya, hehehe. iya juga seh...
minna san: thanks atas komennya ^^. saya akan coba eksplorasi yang lain lain lagi ntar :D
****
eksperimen kecil...
mencoba bereksperimen. hahaha.. entah apakah cukup berbeda untuk disebut bereksperimen. Karena itu, pendek dulu ajah
bagus....
Indahnya dalam mendeskripsikan rasa sakitnya...
Aku suka banget caranya!
tak sanggup ku berkata...
smangad!
kenapa Rani? nggak coba pake karakter lain gitu...mungkinkah ada hubungannya dengan lagu band sheila on7 O:)
Ceritamu kuat dan berkarakter. Ada cerita terbarukah darimu?
bagus sih mba... diksinya juga membuat pembaca bisa membacanya dengan lancar seolah mengalir... cuma ada beberapa bagian yang membuat bingung... dan endingnya kurang mantab!!! tapi ini kan karya mba hampir setahun yang lalu... klo sekarang pasti mantab kayak "lilia"
gue ga bisa bilang apa2
dirombak sedikit untuk memperhalus alurnya, miss
sampe merinding...
nothing is forever
sepandai apapun mns, g kan bs mengakali kematian
tak perlu lari darinya, hanya coba berusaha berbwt sebaik2nya
maaf 6, tapi saya selalu kasi 6 semua post^^
karya sastra kan tak dapat dinilai^^
saya suka prosa pendek
'pertemuan adalah sahabat perpisahan'
:)
no command lah
bagus,,^^
apes hari ini. gerobak akina tekor. ganti motor jalannya gleyar-gleyor. ketipu sama tukang tambal ban yang matanya bolor. pingin nyari pistol berpelor buat dor tuh tukang tambal ban yang pake celana kolor. delapan aja ya? jangan marah lho.
memang beda, mana karya amatir mana karya expert..^^
honey, aku merasa pembabakannya tidak terlalu mulus. semua adegan seakan berkelit kelindan seakan kauigin menumpahkan semuanya dalam satu adegan saja.
tapi aku suka setiap kalimat yang kamu italic. itu daya utama dalam cerita ini ^_^
aku udah lama pengen bikin cerita dengan tema ini, tapi beberapa kali nyoba dan di tengah-tengah selalu merasa terlalu dangdut dan cengeng..
tapi yang ini nggak terasa cengeng, justru malah terasa kuat.
:D
sekali lagi, selamat!
saya setujuuuu
eksperimen na keren weew.kena ke hati
sedih banget...
sedih booo. nice story
Getir yang memborbardir rasa :D
beberapa kalimat terasa hanya sekedar kalimat, but I like the rest of it...
the emotion inside this,worm... felt so real, so strong
Emang cool banget kaka worm ini... Resmi bisa, santai bisa... Heuheuheu (emangnya sarung...???)
Hehe... eksperimennya keren. Nih, keliatan banget luapan emosinya. Walau dikit kaku nggak papa deh. Tapi, sisi "elegant"-nya masih ada.
Nice!
n_n
sedih...huks...
wuih ini dia... Siapa yang egois???
jawaban yang tepat tentu yang bertanya!! karena merasa jauh dari yang namanya buruk gitu looooooooooh!
merasa aura yang beda aja win di sini :) ga kayak biasanya.. or is it just me yang merasa begitu?
aku suka endingnya.
melow dan penuh dengan kata-kata yg indah
namun ada beberapa bagian yg seperti hilang dan kosong.
wa kagak mengerti apakah itu cara mu untuk mengambarkan sesuatu atau apa ..
namun cerita miss worm tetep ok banget, perasaan wa ikut terbawa dalam cerita ini.
...aku sudah kembali ke dunia maya^^ (ingin menunggu sampai minggu, tapi tidak tahan..). so, hal yg pertama kulakukan sesampainya di dunia maya a/:
1. mengisi blog-ku =)
2. membaca cerpenmu ini... dan, gaya yang sedikit berbeda dari biasanya (namanya juga experiment, ya^^). Tapi tetap dengan sentuhan mellow khas miss worm.
^_^
"....dan dirimu memekau penuh derita..." ==> win, 'memekau' artinya apa ya?
alurnya mmg terasa agak kasar, tapi emosinya kuat. entahlah kalau ini kamu sebut eksperimen, tapi aku merasakan sst yg khas darimu tertuang di sini, the emotional atmosphere.
Win, ini bagus kok. Dan aku setuju kalo emosinya bener terasa. Hanya aja ada beberapa hal yang cukup aneh seperti:
“Tidak lama lagi,” kata-katamu tidak pernah mencoba menipuku, Rani, “dan kuantar kau dengan senyuman,” tapi kau mengeluarkan air mata. Kau menangis bukan mengulas senyum.
dan ini:
“Hari ini kita berpisah, Re,” dan wajah tampanmu yang sudah lama tidak sudi menatapku, kini menoleh. Di teras rumah, kita berdua duduk bersama. Di atas dipan kayu, menatap langit senja berwarna jingga di atas padang ilalang. Ditemani suara kepak sayap burung-burung di udara dan ramai gunjingan daun yang diterpa angin.
kayaknya enggak perlu kutipan langsung deh. Aneh aja kelihatannya. Yang lain secara keseluruhan udah oke kok.
Guys, please read my stories & poems at K.com ^_^
aku selalu suka dengan cerita-cerita miss worm!!
oya, aku ada rencana mau ngelanjutin ORANGE for Zaki. bolehkah??
GREAT..
inilah tulisanmu worm, dan lihatlah dirimu sendiri dalam cermin ini!
miss, eksperimennya cukup bagus. Emosinya dalam.
kurang HALUS tapi gue SUKA FEELnya.KUAT.dibanding sebelum-belumnya,INI emang KUAT emosinya worm
eksperimen ya?
tapi agak nggak nyambung, just a little bit
i can feel you
i mean, emosinya berasa
eksperimen atau bukan..tetap saja..cihui lah..
Kok menurutku agak ga jelas ya worm.Crita yang ga detail menurut gw, apa memang ini prolog??(again bersambung gitu??)
Mungkin karena bahasa yang lo pake sangat-sangat puitis dan melow, heheheehe (ada apa dengan windri??)
eksperimen nya aja
segini cantik mba
*meski jujur agak bingung baca nya
tapi,,
"rani"ku mana ya?
kemarin kepalaku sakit lagi=(
worm sytle...
dilema dan konflik bathin yang tergarap kuat...
dan aku juga tahu dan pernah merasakan, cinta itu jua yang melepaskan cinta...
aku terlena dengan bahasa bathin pelakunya
sensei : iyah ^^ saya setuju denganmu... sampai sekarang pembabakannya memang masih ngga sreg di hati.. entah apa paragraf-paragraf itu belum waktunya dipotong atau apalah ^^ yah, lain kali dicoba lagi
KD: saya nda ngerti maksudmu :p
Ayu: nyaaa... kamu dah sembuh yaa. asyiik
Adrian: thanks for the tips
Brown and renge: kasar ya, hehehe. iya juga seh...
minna san: thanks atas komennya ^^. saya akan coba eksplorasi yang lain lain lagi ntar :D
****
eksperimen kecil...
mencoba bereksperimen. hahaha.. entah apakah cukup berbeda untuk disebut bereksperimen. Karena itu, pendek dulu ajah