Membebaskan Surga Tanpa Nama

Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting

Lari-Lari Kecil Mereka Membuatku tersentak dari lamunan..
Suara Tawa Pembawa Keceriaan Mulai Terdengar Membahana..
Bunyi derapan kaki berirama rancak menandai kehadiran mereka..
Gugusan Debu terangkat naik ke udara berkesan seribu Bintang..
Mereka terus berlari tanpa mengenal batasan kelelahan..
Dan aku memandangi mereka dari jarak 14 meter..

Diujung jalan berhalaman rumput hijau dan berpohon teduh..
Aku melihat mereka bersekutu satu sama lain dalam keceriaan..
Melambaikan tangan-tangan mungil mereka ke udara bebas..
Tawa kegirangan mereka membuatku tergerak pelan..
Aku menambah batas jarak dari jarak tubuhku semula..
Pelan-pelan mengamati dengan kesan penuh keingintahuan..

Seketika aku melihat pemandangan di luar jaman..
Peri-peri kecil turun berurai warna kemilau keemasan dan jingga..
Malaikat putih bergerombol membunyikan alat musik hati..
Aku semakin terpesona saat aura keemasan melengkungi keberadaan mereka..
Aku berdecak dan terkesima dalam level sempurna..

Keajaiban..
Apakah ini yang sering disebut orang dengan sebutan surga tanpa nama?..
Kedamaian dan Kebebasan berbaur mengitari suasana disana..
Tawa-tawa kecil terdengar lagi dan kian lama kian menggelegar..
Tapi tak berkesan hingar bingar dan membosankan..
Irama keceriaan terus mengiringi persekutuan kecil mereka..

Tiba-tiba semuanya terdiam serempak seperti ada kejadian..
Dan muncullah raksasa seribu wajah seribu perintah..
Aku melihat mereka terdiam dalam keterpaksaan parah..
Keceriaan mereka terbisukan dan tangan mereka terpasungkan..
Bahkan peri-peri kecil dan malaikat putih berhenti dalam kebekuan..
Aku beranjak mendekat dalam batasan jarak 7 meter..

Raksasa itu menghancurkan semua perangkat keceriaan seketika..
Mereka berteriak dan menangis keras dalam ketidakrelaan hati..
Aku tak kuat mendengar tangisan mereka dengan diam dan menghamba..
Aku maju ke muka menghalangi langkah sang raksasa seribu wajah..
Tapi aku terlempar dalam jarak ratusan meter ke belakang..
Aku hanya berdiri dan saat itu hanya sendiri..

Dari jarak ratusan meter aku memandangi mereka..
Tangan mereka menggapai keras kearahku dalam ribuan gerakan..
Mereka memandangiku seperti hendak pergi selamanya..
Aku menegakkan tubuh lemahku dalam puncak kemarahan..
Kakiku tak bisa digerakkan dan mulutku tak bisa diteriakkan..
Aku menangisi keterbatasanku dalam kemarahan dan kepiluan..

Maafkan kakiku yang tidak bisa mengejar keberadaan kalian..
Maafkan tanganku yang tidak bisa menggapai hati dan raga kalian..
Maafkan aku yang tak bisa membebaskan kalian dari sang raksasa..
Maafkan aku yang tak mampu menunjukkan pembelaan hebat..
Karena aku hanya sendiri tanpa pendampingan..
Dan aku berjanji menggapai kalian dengan janji pembebasan..

(Jogjakarta, 05th August 2007)

Rating

29
points
Views: 50 reads
Comments: 0
Rating:
72.5

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
chau's picture
chau at wadeugh,,,full of tag (1 year 17 weeks yang lalu)

dalleemmm pisan,,cuma kayaknya ni mending jadi essai or cerpen.
panjang,,banyak kata pisan u/jadi puisi mah.^^
salam buat anak2 YK..btw,di mana rumah tinggal anak2 tu?

wisewolf's picture
wisewolf at setuju.. (1 year 17 weeks yang lalu)

setuju..
Kepanjangan bwat jadi puisi yah..

angel0n3arth's picture
angel0n3arth at mmmm (1 year 16 weeks yang lalu)

iya ni... sepertinya lebih cocok jadi ceper, but ... nice!

whitehimeji's picture
whitehimeji at (1 year 10 weeks yang lalu)

baru kali ini baca puisi sepanjang ini. mungkin kalo dibuat pendek, maksud hati sang penulis gak akan kesampaian ya?