purnama terlalu silau untuk ku tatap
terlalu acuh untuk ku peluk.
hingga tetes air matanya berubah jadi embun
mengalir deras membasahi jiwa penuh dengki.
aku tak bisa memahami arti mimpi yang kau beri
juga rindu yang terselip di balik kerling mata nakalmu.
aku hanya mampu meneguk dahaga
yang menetes di sela senyum kuyumu.
merekanya untuk ku eja kembali
agar arti yang tersembunyi mampu kusingkap.
seperti garis lurus penuh kepalsuan
bahwa hati telah puas dengan sendiri
sambil tiada henti
menatap nanar pada cermin kosong
berharap
sosokmu selalu ada di sana
menemaniku...................
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
dalam cermin, sebenarnya dapat kau lihat aku, sang rindu yang mengembara..:)
hehe..
si empunya kerlingan mata nakal? apik, gus..
keyen...
keep writing bro
bagus banget....