Saat mata terbuka selalu kulihat fajar merekah diwajahmu....
ya,...
hanya itu yang aku ingat....
kau selalu menjadi lukisan jalan panjang hidupku
menyambut pagiku dengan semangatmu
melatihku berdiri diatas kakiku sendiri
mengajarkanku merentas semua mimpi
singa....
ya,....
aku ingat,....
kau adalah singa dengan seluruh rimba tunduk padamu
belantara liar menatap takut padamu
berjalan gagah berhias bekas luka di dadamu
lukisan hijau kebiadaban melekat erat dikulitmu
belati....
ya,....
aku ingat....
belatimu tak pernah tumpul untuk melanjutkan hidupku
diantara ribuan erangan amarah jutaan manusia kau didalamnya
mengais hina, menumpuk mimpi dalam ukiran sejuta asa padaku
pena,....
ya,....
aku ingat....
kau beri aku pena untuk membunuh kesulitan hidupku
kau bekali harapan gemilang tanpa darah tertumpah padaku
wasiatkan aku tatapan elang tanpa cakar terhunus
memberiku taring serigala tanpa kebuasan
menjadikan diriku baja yang dibakar salju, ditempa kapas...
Ayah,....
ya,....
aku ingat....
begitu aku memamnggil namamu....Ayah
kini kau bukan lagi singa
kini kau tak lagi menggenggam belati
melayani detik dalam harimu dengan nafas tersengal
kegagahanmu tinggallah jalan terserak
lukisan hijau didadamu menua seiring keriput kulitmu
Aku,....
ya,....
aku anakmu....
kanvas putih yang telah kau warnai tinta mimpimu
yang dengan pena darimu aku menjalani hidupku
tanganku tak belumur darah,ayah....
dadaku tak berlukisan,ayah....
karena kau ingin itu dariku....
tapi,....
ya,....
aku,....
akan menjadi singa seperti mu....
akan menghunuskan pena yang kau bekali untukku
bukan lukisan hijau didadaku melainkan dasi yang wibawa
Ayah,....
senja di wajahmu, mengukir sejuta mimpi padaku
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
"belatimu tak pernah tumpul untuk melanjutkan hidupku" vie suka kalimat ini.
Ayaaaa .... kita makan yg banyak yook ! biar sehat, dan terus bisa bersama ayah ^_^
ya...aku juga ingat
sebenernya tenteng ayahnya yang jadi bikin terenyuh:0
Bagus...
Penamu sehebat belati ayahmu..
Semoga penamu dapat berjuang di jaman sekarang,memerdekakan rakyat kita ! Salut buat ayahmu, merdeka!
Sumpah ini puisi nyentuh bgt dihati gw... so pasti udah setara sm KHALIL GIBRAN... gw janji akan bawa puisi ini kepentas yg lebih tinggi lg...
bagus nih,,,
tinggal diedit beberapa kalimat yg salah ketik...voila!!jadi deh sempurna ^^
oia..setau aku tersenggal itu ga ada deh..yg ada tersengal...hehe sori kalo so'tau..
kau beri aku pena untuk membunuh kesulitan hidupku?
Pena adalah sebuah kekuatan yang akan menunjukan jalan kemana kaki kita melangkah, setuju dech...
Untuk isi, keren bgt. Aku suka, benar-benar dapat feel-nya.
Setuju sama Ayas, perhatiin lagi deh beberapa ejaan kata (memamnggil, didadamu, kanfas).
Semangat terus ya, putra pena ^v^
ayaaa...gokil lo! puisi lo keren abis! kenapa dulu lo muji2 puisi gue sih? secara tulisan gue ga ada apa-apanya di banding tulisan lo..
nice work ya! ayo dong tulis yang keren lagi!! chaiyouu!
ayah.. semoga mendapat surgaNya. amien.