Pagi itu...
Mentari berpaling kepadaku
Awan berlari, beriak tak menentu
Adakah..
Semburat merah di pipimu
Yang halus, tersepuh rindu
Menanti cinta ???...
Dari sini,bumi berawal
Menapak layu pohonan
Ketika cinta, membiru
Hanyut tak terkecuali rindu..
Disini dirimu, Terbuai cinta lama
Cinta dan kebodohan sang pujangga
Ya! Masa kedua cinta telah datang.
Matahari ke lima akan segera muncul
Dan aku, masih terkekang tak menentu
Tertusuk duri...
Tersayat sembilu...
Dia dan cinta
Dua sisi yang tak kupunya..
Bimantara building 4th floor at 1.35 A.m.
Rating
101
points
Views: 194 reads
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
makin sip niyhh
lanjutkan menulis prosa dong
_seperti cita2 semula_
tapi,,diksi jangan sampai merubah/merusak makna ya
baris pertama tu "menantu" atau "menentu"
mudah dicerna sekaligus bermakna..
hehehe...
sudah bagus banget, tapi habis koma tolong kasih spasi
kebanyakan titik-titik nih
pusing bacanya..
titik2 itu punya makna yach???koq tiap baris di kasih titik2?
especially the last one.. "Dia dan cinta.. dua sisi yg tak kupunya.."
hemmmm.....
dengerin noh saran dari hasanankh, EYD na benerin biar baca na enak..
^_^
keep writin' yaaa...

aku blm terlalu nangkep isi puisinya nih, tapi oke sih...
beNeR si kaTa paRa dedenGKoT2 iTu...
titik2 itu ada maKna kHususnya Kah..??
tapi.. 9w suKa kaLimat teRaKHiRnyah...
Dia dan cinta..
Dua sisi yang tak kupunya..
OMG... saKIiiiiTh banGeeeTh Q...
PediH JenDRaaaL... kip wRiTiN' ^^
Luv iT
'Dia dan cinta..
Dua sisi yang tak kupunya..'
katanya...cinta yang sempurna adalah cinta yang tak bisa memiliki
hiks
Puisi yg menyayat bro
cuma kurangilah titik2nya, jadi mengurangi keindahan puisi lo bro ^_^
duh sedihnya tak bisa memiliki.
so puitis lo
tp bgs sih