Duhai kekasih tak lagi terkasih,
Sudah kukembalikan kunci milikmu
Membatu di antara lahan yang pernah kita tapaki
Tak lagi kutemukan pintu itu
Yang bawaku pulang kepadamu
Duhai cinta tertinggalkan
Bukan kuabaikan air mata itu
Pun segala rindu yang kau hembus
Namun arah ini sudahlah berbelok
Dan aku tak lagi menujumu
Duhai kekasih tak lagi mengasihi
Carut itu demikian dalam
Rapuh begitu kuat menjelma
Begitu juga jejaring luka
Tak henti kucurkan darah
Dari pisau kata yang kau tusukkan
Duhai cinta terpatahkan
Lupa adalah anugerah
Ketika sakit begitu perih
Dan lara tak tertahankan
Sesatkan emosi
Dalam kewarasan gila
Sementara kita masih saja berperang
# Mengapa tak kita hentikan perang ini?
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
good banget, tp sedih ya ?
napa jadi melow gini non....menyedihkan bgt..T_T hiks
penuh dengan emosi niy^^
Suka bgt dengan hampir seluruh bagian puisi ini, feel-nya kuat.
Ya, mengapa tak dihentikan saja perang ini?
..wanita satu ini memang selalu menggunakan kata2 yang tinggi berat namun tetap enak di baca, ini sudah menjadi karakter penulisannya.
Menapaki telapak kaki yang sudah tertapak oleh tapak diri sendiri, sulit membuka pintunya kembali
setiap kata adalah dendam jika pisau kata yg di tancapokan begitu mengena,
yah benar...# Mengapa tak kita hentikan perang ini?
iya bu.. damai aja..
enakkan damai..
sambil duduk di pantai..
trus mengunyah siomay..
hehehehe mantap khan rima gue.. ^^
ayo semangatt bu!
puisinya sendu.. (bukan seneng ndusel lho!)
hehehehe...
Let's give peace a chance
tertinggal apa yang yang harus terpenggal...
Suka. Aq suka banget. Kalimat2nya kusuka.
Keep writing,
komen2 jg tulisanqu..
begitu dalam luka itu ya..
sampai suatu saat bisa merasakan betapa nikmatnya sakit itu..
dan cinta bukan lagi milik kita
walau dia tetap ada
sedih..
chatarou
Puisimu bagus. Ajari bertutur lewat puisi.
hmmm
Hmm, saia tutup dengan membaca puisi buat hari ini. Mba', Mba' kenal yg mana duluan? Puisi atau Prosa?
hehehe
saia ngerasa di prosana Mba' terselib gaya puisina Mba'..
nah loh?
Yg ini maknanya ngena banget.
saia emang kaga pintar2 berkomentar
salam, mba'