mentari seperti masih enggan terbangun
atau sang awan yang terlalu gagah menutupi
jangan salahkan hujan yang terus turun
dingin menyesaki ruangan
terbawa angin di pagi ini
ah mungkin secangkir kopi
bisa jadi teman setia
pagi,,, cepatlah pergi
Rating
39
points
Views: 273 reads
Comments: 7
Rating:
Comments: 7
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereReport this
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Padahal hari yang paling indah itu pagi.
Dijah
pagi2 kan enak, masih seger, kenapa harus disuruh pergi?
Kenapa harus pagi yang disalahkan.. Karena dia datang tanpa diminta, nikmati aja, karena pagi akan datang lagi, esok hari..
ga kreatif. coba dibahas dong kenapa kopi itu bisa menghibur, coba dibahas dong kenapa pagi itu suram. gak ada jawaban, komentar di bawah lebih banyak bercerita daripada puisi ini.
kopinya jadi diminum gk?
hehhe
pingin melepas sesuatu dan menggantikan yg baru
ya... serba simple. Tema simple, bahasa simple.
Jangan salahkan hujan yg terus turun --> berarti hujan itulah yang menyebabkan pagi itu menjadi suram.
Kopi --> mencoba membawa solusi yang cukup simple. Karena aku juga a coffee addicter, maka aku bisa merasakan efek terhibur.
Pagi, cepatlah pergi --> bukan pilihan yang terlalu tepat sepertinya... Karena mau pagi mau siang mau malam, kalau memang hujan yaaa terus hujan...
***
Yaaa... Pemilihan kalimat penutup kelihatannya menjadi titik lemah. Karena PAGI menjadi sosok yang disesali
singkat, padat, buat gue sih simpel: gue suka. itu aja. gak perlu penjelasan bertele-tele, kali ini gue ngasih nilai murni dari hati. i just like it, gue sering ngerasa gitu sih hehehe ;p salam!