- - - - - - - > AKU PERCAYA
Begitu sederhana
Sangat..
Jadi cukup bukan jika kujawab singkat?
Tanpa alasan
Seperti air yang basah
Seperti api yang panas
Seperti angin yang bertiup
Seperti itu lah jawabku
Aku percaya bahwa Dia ada
Kekuasaan terbesar atas dunia
*****
- - - - - - - > TAK DAPAT DIAM
Hei..
Tak kau terima ya sudahlah
Hei..
Kau tanya dan tanya lagi ya biarlah
Ah..
Aku masih saja tak sanggup n'tuk diam
dan terus saja menginjak jebakan yang kau taburkan
Padahal kau bukan Bunga, aku heran
*****
- - - - - - - > APALAGI KINI
Aku kagumi dia yang menulis seluruh script dalam cerita Alam.
Tak cukup itu kusembah pun dia
karena dia ciptakan sebuah karya kesempurnaan tanpa cela
Namun...
terpaksa kuakui bahwa dia bukanlah muara atas segalanya
Setelah kau buat aku terdiam dan tak sanggup berkata-kata,
hanya "IYA"
Apalagi.. apalagi yang hendak kau lakukan?
Setelah kau lucuti pakaian kebesaranku satu-persatu
Aku menangis tersedu-sedu
Kuharap engkau jangan tinggalkan aku seperti ini
Menjerit-jerit dalam ruang gelap
Kau salah dan selamanya akan selalu salah
Namun..
mengapa aku tetap saja terpaku sendu di sini
Menunggu tanyamu terucap untuk kesekian kali
dan
Gema-gema jeritanku yang tadi bersahut-sahutan di dalam kelam
Menjadi saksi lidahku yang beku dan kelu
Aku ingin air mata..
Aku ingin menangis..
dan Tak peduli jika aku harus menjadi iblis,
akan kutahan tangisku,
sampai ajal mencabut kalbu.
*****
...bersambung..........
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
apa yang mau di koment nih? banyak banget puisinya.
Puisi ini satu-kesatuan ^^
Kayaknya kayak syair lagu Seperti ya, (penyanyinya g lupa). tapi yg berikutnya bagus juga
Aku terpaksa berpikir keras memikirkan kesatuan yang fOo maksudkan...
***
Puisi -1- tak perlu alasan untuk percaya Dia
Puisi -2- entah apakah ini peristiwa diskusi atau fOo sedang membaca buku isinya sesuatu yg melenceng dari keyakinan. Tapi diskusi atau buku itu terlalu menarik untuk tidak diselesaikan.
Puisi -3- fOo menyadari, ego dalam diri masih terlalu tinggi untuk menerimanya, dan tak rela menanggalkan keyakinan yang selama ini fOo miliki... keyakinan bawaan lahir.
***
Ide menarik menurutku. Tapi soal kemasan coba tanya dengan bangwin atau jalaindra.
spontan, ketus dan menggena
elo perlu asistensi deh. gw malah ngerti puisi elo dari komentar-komentar di bawah.
halo foo_yani, tema puisi liris biasanya sangat common, oleh karena itu untuk membuat puisi tersebut jadi lebih menarik, enak dibaca, dan unik (gak ngebosenin), coba deh diksinya kamu ulik lagi. Pengandaian yang mungkin kamu anggap ajaib atau mengada2, didunia puisi sebenarnya sah2 aja untuk kepentingan pengekspresian makna. Jadi jangan sungkan2 lho...
bagus lho.bikin tersentuh. kakak pinter deh buat puisinya... !!! GREAT, terus berkarya iaappp
kena banget
ada kemarahan dan kesedihan disii..bercampur jadi satu..nice poem