" Andai ia tahu .... " kata itu selalu bergema dalam hatiku. Sudah lama aku berharap dia tahu bahwa ada seseorang yang memandangnya dari kejauhan.. sedetik saja aku berharap dia dapat menyadari kehadiranku. ah... begitu samar - samarkah perasaan ini terlihat oleh matanya ... ? begitu lemahkah sinyal - sinyal cintaku sehingga tak dapat terbaca oleh hatinya .... ? berulang kali hatiku hancur berkeping - keping oleh sikapnya yang begitu acuh. dia tersenyum dan menyapa namun senyuman dan kata - kata ramah itu bukan untukku melainkan untuk gadis - gadis lain yang berani menyapanya dengan manja. Inilah aku si pecundang yang malang bahkan hanya untuk menatap kedalam matanya saja aku tak berani. aku memang pengecut ...!! aku lebih memilih patah hati daripada memperjuangkan kebahagiaanku sendiri. setiap malam aku menangisi cintaku yang tak tersampaikan, betapa merananya ..... betapa sakitnya cinta yang tak terbalas.
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
ceritanya kurang panjang dan jelas. Kesannya seperti baca diary curhat kamu. So far, OK lah
keep writting...
Ya. Mengapa kau biarkan dia tidak tahu!
terus
ide sudah ada
tinggal eksekusi cerita dan kembangin imajinasi aja mbak.
entah memang adil apa tidak..tapi begitulah adanya..
apa sich gunanya aku hidup?mengapa aku ditakdirkan seperti ini?pertanyaan ini sering datang berkecamuk di hatiQ..ohhh memang meletihkan..ingin rasanya aku mati,tapi aku takut...
rada2 mirip lagunya hedy yunus
kaiia diaryy.