yeee.... akhirnya Dimas tahu siapakah si AKU.... Dimas pinter...
buat noir dan kemudianers lain yang mungkin juga merasa bingung dengan sudut pandang (aku) di sini... kemudianers akan tahu siapa sosok AKU, setelah membaca komplit bagian cerpen ini. (walaupun sebenarnya, saya rasa sia AKU ini sudah dapat diketahui 'identitas'-nya di sini)
Ngga sabar pengen nunggu akhir ceritanya. Apakah akan berakhir biasa saja...atau luar biasa....
Soalnya aku malah udah siap buat kasih komentar untuk endingnya. Just wait and see...
tadinya mau diposting sekaligus sampe TAMAT, tapi ternyata (masih) kepanjangan... so, enjoy this part^^ tetep ditunggu saran-kritik-komentarnya... terimakasih. *insya Allah ini cuma sampe tiga bagian aja kok.
SURYA merasa sangat bahagia saat terjaga pagi itu. Tak banyak buang waktu, dia pun segera bangkit, membersihkan dan merapikan diri sesempurna mungkin ... lanjut baca
“PA, lihat daster mama nggak?” tanya mama pada papa seusai mandi sore itu. “Itu lho, daster warna ungu gradasi ke merah muda.”
“Enggak. ... lanjut baca
HARI itu, Imma berulang tahun yang ke-sembilan belas. Sebuah pesta sederhana diadakan di rumahnya. Beberapa teman kuliah terdekatnya nampak hadir di ... lanjut baca
PAGI yang menakjubkan. Langit ceria, embun sedikit memberikan kemilaunya pada ujung runcingnya daun. Matahari sedang jatuh cinta, nampak dari raut w ... lanjut baca
Mobil Tyas menepi di dekat warung kopi di daerah pegunungan yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar terakhir untuk stock shot proyek film doku ... lanjut baca
SEMAKIN hari, semakin banyak saja jenis manusia absurd di dunia ini. Tuhan telah menciptakan dua jenis dari manusia, laki-laki dan perempuan, tapi ... lanjut baca
BEGITU tiba di kontrakannya, Hendra yang baru pulang kerja malam itu langsung berlari ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang. Sebelumnya, d ... lanjut baca
Seperti inilah semuanya berproses; tanpa melibatkan satu unsur kesengajaan, saya dan kamu berkenalan dengan tidak menyebut nama satu sama lain secara ... lanjut baca
KATA orang, diam itu emas. Tapi bukan karena alasan itu Dian menjadi gadis pendiam. Tekanan-tekanan semu dari kedua orang tuanya cukup andil dalam h ... lanjut baca
TAK banyak yang kulakukan selama dua jam ini. Aku hanya memandangi wajahku—yang tak pernah terlihat lebih baik—di cermin. Pipi tembem ini, jerawat ... lanjut baca
Penyairku, aku lagi sedih
Semalam tiba-tiba sebuah suara kecil
Menggelegar di ruangan ini
Menarik aku dari mimpi panjangmu
Membawaku pada suatu ... lanjut baca
cinta dulu pernah datang pada ku dan pergi..
meninggalkan jejak-jejak di hati ku yang tak dapat kuhapus..
cinta itu datang masuk ke dalam hati y ... lanjut baca
KATAKAN padaku bahwa kamu masih menginginkanku.
Lelaki itu membatu di muka pintu. Jemarinya terasa beku untuk menekan bel ketiga kalinya, memanggil ... lanjut baca
Sebuah suara terdengar keras dari tempat Jon. Selain suara itu, tanah yang barpasir serasa bergetar. Jon menoleh ke arah suara itu. Terlihat asap memb ... lanjut baca
“Ini bukan yang terakhir!” ujar cowok itu setengah berseru.
Brakk!! Aku menutup pintu taksi yang baru kunaiki dengan kencang dan seolah tidak ... lanjut baca
Sabtu Pagi, Di Kost Angga.
We are the champion my friend
We'll keep on fighting till the end
Cause we are the champion
We are the champion
No t ... lanjut baca
Awan kelabu menggumpal tebal tegak lurus dengan sebuah kapal di tengah lautan.
Angin bertiup kencang meminta gelombang datang menghantam. Layarnya me ... lanjut baca
Frame 23 : Claire
Hujan rintik – rintik yang turun di malam itu kini semakin deras membasahi bumi. Air yang bercucuran dari ujung genteng dan tal ... lanjut baca
“Apakah kau juga menyalahkan aku, Ares?”
Ares tertegun sesaat memandang Fuji, kakak laki-lakinya, yang belum bergerak dari tempat duduknya. Huja ... lanjut baca
Di suatu masa depan, manusia menemukan sebuah penemuan terbesar, yaitu Altron. Suatu bentuk energi baru yang dahsyat dari dalam bumi. Sebuah energi ... lanjut baca
ditunggu lanjutannya! tetep easy to read tulisannmu..semoga ada kejutan..heheheehh
Keren. Konfliknya mulai terlihat. Tapi gw masih aja suka bingung ini penceritaan dari sudut pandang tokoh yang mana wakakaka
yeee.... akhirnya Dimas tahu siapakah si AKU.... Dimas pinter...
buat noir dan kemudianers lain yang mungkin juga merasa bingung dengan sudut pandang (aku) di sini... kemudianers akan tahu siapa sosok AKU, setelah membaca komplit bagian cerpen ini. (walaupun sebenarnya, saya rasa sia AKU ini sudah dapat diketahui 'identitas'-nya di sini)
'aku' itu cinta kan?
cinta, seandainya cinta berbicara....
masih asyik, masih bersambung pula...
buruan!
Ngga sabar pengen nunggu akhir ceritanya. Apakah akan berakhir biasa saja...atau luar biasa....
Soalnya aku malah udah siap buat kasih komentar untuk endingnya. Just wait and see...
aku didalam cerita itu adalah...ipgfff!!
*mulut gw dibungkam sama bang dadun!
yang ini karena di tengah tengah mungkin kalo nurut aku sendiri konfliknya kurang menggigit hihi
no comment ah *biar dadun penasaran..hihi
masi beRsambung lagih...
uuwh.. makiN deg2aN..
Lo emang masTeRnya ceRpen yak.. ^^
penasaran baca ke tiga, pemenggalan yang menarik.......
makin penasaran ma kelanjutannya bro..
betewe, kenapa tu Niro di bungkem mulutnyee ??

oia, lu pelit amat dulz ngasih nilai buat tante dudan,,
*toyor pake keyboard..
lanjut bro
.......
biar page ini jadi 100-an semuwa..
^^
kayanya kamu gi nyeritain aku,wakakakak. bgs bgt, kerangkanya solid