Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Aku belum memasang sebagian besar kancing kemeja putih ini ketika ponsel di atas meja bergetar. Tak sempat meraih sisir, kujawab dan suaramu yang manis terdengar.
“Aku sudah sampai di depan nih, kau di mana?”
Aku tak segera menjawab dan berlari ke balkon. Seratus meter jauhnya kulihat kau menunggu di bawah sana, duduk di atas sepeda motormu yang lampunya menyala.
“Ya aku melihatmu, tunggu sebentar ya, akan kujemput,” kataku.
“Apa? Kau di mana?”
“Akan kujemput sekarang, aku sudah melihatmu,” kuulangi.
Mmm.. cerita dengan anonimitas. Even jenis kelamun tokoh utama aja aq masih bertanya2 sampai ke bagian akhir cerita.
karakteristik tidak sejelas hege yg biasanya, tapi detail tetep hege banget.
bagusnya udah ada cerita ..kurangnya tidak bisa dinikmati sebagai sebuah pesan atau cerita hiburan..jadi yang mana?..ya namanya juga experiment..heheh..
ADI mengenyakkan diri di kursi tempat sang kakek duduk sepanjang sore hingga malam menjelang. Ladang jagung di depan rumah diliputi kegelapan dengan s ... lanjut baca
Segera setelah langit gelap, Martiuas mengendap-endap meninggalkan kamar. Ia mengintip dari jendela, mengamati ibunya mendarat ringan di beranda dan b ... lanjut baca
AKU kerap memandang langit kalau hati sedang gundah, bahkan setiap kali rasa sakit yang tidak biasa menusuk tubuhku, entah karena penyakit atau keadaa ... lanjut baca
"Hm…” Doni menghirup aroma masakan yang menguar dari dapur sambil merem. “Oh ya, sampai dimana kita tadi?” Mendadak matanya kembali fokus.
... lanjut baca
Babi kecil berjalan pelan sekali mengikuti si cacing yang meliuk-liuk menyedihkan beberapa senti di depan kakinya.
"Kenapa kau lamban sekali?" tan ... lanjut baca
"Aku tidak ingat kenapa aku harus mengikutimu?" gumam Babi akhirnya.
Dalam lima belas menit mereka baru mencapai tidak lebih dari dua meter perjal ... lanjut baca
SUMPAH serapah lelaki itu membentur tembok-tembok rumah. Sandra baru saja terbangun dengan keyakinan bahwa rutinitasnya akan semakin mengenaskan. Seme ... lanjut baca
“JOHN, kau harus menolongku!”
“Apa yang bisa kubantu, sobat?”
Aku dan Johny duduk di bangku kebun depan kelas. Dosen sastra Inggris kam ... lanjut baca
Saat itu, kami sedang dalam perjalanan menuju pusat pertokoan. Tapi sebelum sampai di sana aku merasa aku harus memberitahumu siapa pria yang sedang m ... lanjut baca
Ia duduk di atas batu, mengamati bayangan pepohonan berkelebat di atas semak-semak. Ia tak yakin berapa lamanya berdiam diri si tempat itu. Ia hanya m ... lanjut baca
Malam ini adalah malam yang bergelora. Bulan menampakkan wajahnya dengan penuh memberikan sinar yang temaram pada Monaro, kota besar di pesisir pantai ... lanjut baca
*****
Tinggg.
Kuhela napas panjang saat pintu lift di depanku perlahan menggeser terbuka. Memperlihatkan kekosongan lantai satu yang menanti dil ... lanjut baca
Love, creating the most wonderful pieces in live.
Via berjalan di pinggiran sebuah aliran sungai besar yang kering. Mendung terlihat di atas langit ... lanjut baca
Malam semakin larut, aku masih berpikir bagaimana cara mengakhiri hidup. Rencana untuk bunuh diri sudah lama berada dibenakku. Ada beberapa rencana ya ... lanjut baca
Ryuichi dengan mudah masuk di antara aku dan Chizu. Sebagian besar memang karena Chizu yang gencar mengajak Ryuichi setiap kami akan melakukan sesuatu ... lanjut baca
Awalnya aku merasa bahagia seperti ini, berganti-ganti kekasih sesuka hatiku. Lalu hal itu terjadi dimana semua hal yang kumiliki terasa hampa dan tid ... lanjut baca
Hingga detik ini, aku belum mengambil sikap. Apakah harus kutinggalkan sesuatu yang lebih dulu hadir dengan sekian banyak kenangan. Untuk sesuatu yang ... lanjut baca
Chapter One
Welcome to Suncu Village
Nampak sebuah pohon besar di tengah-tengah padang rumput yang cukup luas di pinggiran desa Suncu. Angin men ... lanjut baca
Winglies??
The Two Best Friends Ever
Tidak ada patokan waktu pada zaman ini, tapi semua bisa memperkirakan saat yang tepat untuk bercocok tanam ma ... lanjut baca
Rona jingga baru saja tenggelam dari ufuk barat. Langit mengubah wajahnya. Desauan angin mengawali musim gugur mengusik daun-daun yang sedang asik men ... lanjut baca
Mmm.. cerita dengan anonimitas. Even jenis kelamun tokoh utama aja aq masih bertanya2 sampai ke bagian akhir cerita.
karakteristik tidak sejelas hege yg biasanya, tapi detail tetep hege banget.
Ge, pembukanya terlalu panjang sih sebelum masuk ke konfliknya.
POV yang berbeda. inisiatif yang keren lho. biarpun temanya sangat umum dan datar.
kayaknya ini cerita belum selesai deh.
komen apa ya??
hmm.. eksperimen yg bisa dikatakan berhasil, aku suka! khas hege..
---------------
----
More about Sefryana Khairil and her books, klik here:
Sefryana Khairil Official Website
Read and give your comments..
sefry's stories & poems at k.com
itu cowok sama cowok..
hiyy..syeyem
tema biasa yang umum, adegan biasa yang banyak ditemui di layar kaca sehari-hari ...
dan di mana letak istimewanya? aku terlewat kah?
rasa tak terasa juga terlihat sekali tidak ada kerajinan dalam tulisan ini.
tidak bereffort kah? tanpa jibaku dan darah air mata? 6 sahaja, ge
bagusnya udah ada cerita ..kurangnya tidak bisa dinikmati sebagai sebuah pesan atau cerita hiburan..jadi yang mana?..ya namanya juga experiment..heheh..
Stuj sama Mocca dan Griffin.Ada yang kurang dan serasa belum selesai. Akan ada kelanjutannya kah?
...saya 'pengeeeen' banget baca tulisan ini sampai tuntas
...saya menikmati banget tulisan ini
...saya larut dalam cerita ini
padahal... masih terasa ada yang kurang. tapi... yah, namanya juga udah suka.
Ada sesuatu yang berbeda di sini. Detail dan alurnya mengalir begitu perlahan, sampai bingung klimaks dari cerita ini apa ya?
Mungkin masih ada lanjutannya?
cerita konyol ini ada juga yg baca.
maaf-maaf, hege tak bisa mendramatisirnya sedikitpun.
I just wrote it as it was.
Wkwkwkwk... gx da mirip2nya ma sungai ^^;
Tp mengalir lambaaaaaat and kesannya tenang banget. Sungai toh? ^^
Hahahahhaa...
Lumayan, Ge
Seandainya cowo sama cowo ^^
Hihhhihihi, mulai ngayal yg enggak2