saya paling suka bagian awalnya, waktu kamu menggambarkan tentang cemara dan lain-lain, sweet.
Tapi, maaf ya... pertanyaan "Siapa yang menjadi prioritas hidup..bla..bla.." kok kayak nggak nyambung sama konflik utamanya?
Terus di bagian tengah-akhir seolah digambarkan kalo "Aku" memutuskan untuk memperjuangkan hubungan itu. Tapi in the end kayak seolah "Aku" kembali pasrah. Atau mungkin itu cuma pendapat saya aja yang menunjukkan ke-"dodol"-an saya dalam memahami cerita? Lam kenal yah... Kalo berkenan, komen tulisan saya juga dunk...
Sesekali angin menyibakkan daun-daun cemara ke kiri lalu ke kanan. Seolah-olah pohon cemara itu sedang menari mengikuti hembusan angin siang i ... lanjut baca
Ruangan itu berukuran tiga kali empat meter. Dua jendela buram membentang panjang pada salah satu sisi dinding. Salah satunya terbuka sempit. Bergera ... lanjut baca
berkesah dalam lirihnya pagi
menukas keluh di relung hati
berapakah harga peduli
tiada terbilang, tak kan hilang
hanya saja terkubur:
terkekang ... lanjut baca
siapa dia dalam hidupku
tak seorang pun kan tahu
bahkan engkau, juga mereka
aku pun tidak
malaikatkah ia
tidak, ia adalah kita
merasa...
men ... lanjut baca
dream is like a drug
and magic doesn't last
and then the pain is worse than knife
with no pain
we learn nothing
...
i love
i'm in love
ban ... lanjut baca
di pucuk daun cemara, angin berhembus sepoi
sesekali melenggok lunglai, lalu diam...
bala tentara embun berlomba membumikan diri
sekejap tiba, lalu ... lanjut baca
denting asa di pucuk bulan
merima senandung minor
kian sendu wajah rohmu
larut di lamunan
denting asa di pucuk bulan
merima senandung mayor
in ... lanjut baca
aku datang dengan cinta
mencari permata yang hilang
engkaukah itu, manisku
bicaralah hai jelitaku
mengaburkan mata raga
menghablurkan mata ha ... lanjut baca
aku benci rasa
rasa hanya membuatku larut
larut dalam kegundahan
kegundahan akan ketakpastian
aku bukan orang kuat
bisa memanipulasi rasa
men ... lanjut baca
makananku adalah kamu
menjerat dalam kedigdayaan emas
siapa peduli pada kaum miskin
mereka pongah
makananku adalah sampah
mereka bilang aku gil ... lanjut baca
Sudah berapa kali ayah memperingatkan Mirah supaya membuang seekor anjing piaraanya. Tiga tahun anjing itu cukup meresahkan masyarakat, bahkan pernah ... lanjut baca
di pucuk daun cemara, angin berhembus sepoi
sesekali melenggok lunglai, lalu diam...
bala tentara embun berlomba membumikan diri
sekejap tiba, lalu ... lanjut baca
Rumah yang bercat merah itu adalah salah satu rumah yang termewah di antara yang lainnya. Berdiri kokoh di tengah-tengah wilayah kompleks elit di ... lanjut baca
Daun-daun di pepohonan yang dulunya hilang..kini kembali, perlahan-lahan setiap harinya pucuk baru menjadi lebih dewasa..kuncup-kuncup bunga ikut berg ... lanjut baca
Entahlah, angin apa yang membawa sosokmu hadir kembali di hadapanku. Setelah sekian lamanya kau menghilang bagai desau angin di telan bumi. Tapi aku ... lanjut baca
310107
1;04
Papaku seorang pegawai pemerintah yang bertanggung jawab dan mengabdi akan tugasnya. Saat umurku masih bisa dihitung dengan jari tanga ... lanjut baca
Matahari belum terlalu tinggi tapi panasnya sudah berkali kali membuat keringat berlelehan dari badanku. Debu berterbangan bercampur dengan udara yang ... lanjut baca
Begitu hampa hati ini, semua rasa membiru, semua kelu membeku, aku hanya butuh kesunyian untuk membuat derita ini semakin nyata, dan sepi ini telah me ... lanjut baca
KEHIDUPAN YANG FANA
SEBUAH KAJIAN HERMENEUTIK PADA PUISI
TIGA TANGKAI BUNGA
KARYA ADRIAN ACHYAR
Oleh: Sefryana Khairil
Tiga Tangkai Bunga
Te ... lanjut baca
saya paling suka bagian awalnya, waktu kamu menggambarkan tentang cemara dan lain-lain, sweet.
Tapi, maaf ya... pertanyaan "Siapa yang menjadi prioritas hidup..bla..bla.." kok kayak nggak nyambung sama konflik utamanya?
Terus di bagian tengah-akhir seolah digambarkan kalo "Aku" memutuskan untuk memperjuangkan hubungan itu. Tapi in the end kayak seolah "Aku" kembali pasrah. Atau mungkin itu cuma pendapat saya aja yang menunjukkan ke-"dodol"-an saya dalam memahami cerita? Lam kenal yah... Kalo berkenan, komen tulisan saya juga dunk...
cantik, menyentuh...
dan remember me 'bout something...
tapi, paragrafnya perlu dirapihin lagi supaya gak pusing bacanya,,,
(yg bagian atas...keliatannya penuh bgt)
^^
sabar tokh..
seperti yg pernah gw denger di sebuah film:
"ga bs cm satu pihak yg cinta setengah mati, hikz"
okey nice story n touching ;-|
bagooooooooooeess..!
isinya bagus..
cuma ya itu, kurang di-edit aja.. hehehe
nice nice...^^