Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
More Today than Yesterday
Teks. Edo Wallad
Di tepian sungai beraliran air mata itu aku menepi dan berharap dapat kembali. Karena aku berpikir kalau aku sudah benar-benar tersesat jauh. Melesat menuju entah kemana. Aku berusaha mengingat kembali semua dan aku menemukan dia, yang bisa membuatku berkata; “Aku mencintaimu hari ini lebih dari kemarin tapi pasti tak sebanyak hari esok.”
ada jalinan kata2 yg membuatku seakan terhipnotis untuk terus membaca. dan aku membacanya sampai habis, beberapa kali. tapi tetap saja aku blm sepenuhnya mengerti kisah ini. dan aku masih menduga2, air apa kira2 yang sanggup memuaskan setiap dahaga itu? ah, aku terlalu lelah hari ini. mungkin. besok kan berbeda? mungkin.
... aku terpesona oleh karya mas edo yg menakjubkan..jujur aku senang melihat karya seperti ini..mengambil tema dari sebuah lagu trus dibuat menjadi cerita yg indah ... salut buat mas edo...
oiyah tapi aku mo sedikit nanya (klo boleh) ... aku agak canggung membaca kalimat "Aku sejenak berhenti melupakan bahwa sejatinya aku adalah si pengembara" (paragraf 3)... karena aku mengartikannya (mungkin salah) "berhenti melupakan" = selalu ingat .... padahal di penjelasan selanjutnya aku "menangkap" seolah si AKU bner2 lupa ....
saluuuutttt buat mas edo
ditunggu kisah2 selanjutnya .....
Silent Hill
Teks: Edo Wallad
Ada sesal yang menyesak-nyesak di sebuah tempat bernama hati, tempat nuraniku bersemayam. Sudah hampir setahun sem ... lanjut baca
I Saw YouDancing in Catalonia
Edo Wallad
Aku tersangkut di kapal ini sejak 27 bulan lalu. Aku memang bukan Popeye, tapi aku bisa dibilang juga pel ... lanjut baca
The Night I Saved a DJ’s Life
Teks. Edo Wallad
Aku selalu menuang bir dengan gelas lurus vertikal tanpa memiringkannya seperti yang kebanyakan ... lanjut baca
Who’s Your Daddy?
Teks. Edo Wallad
Ayahku mempunyai hobi yang sangat aneh. Dia suka menyembunyikan barang di celah apapun. Apakah itu sofa, di ... lanjut baca
Ana, Kopi Susu, dan Sosis Panggang
Teks. Edo Wallad
Tidur di sofa adalah salah satu kelemahan pria saat dia harus mengalah pada perempuan yang men ... lanjut baca
‘Ijinkan gue kembali Ju… gue gak bisa gak ada lo?’
Ana berkata sambil memainkan kalung tentara alias dog tag pemberianku saat ulang tahu ... lanjut baca
Tribal Sun-shaped Tattoo Woman
Teks. Edo Wallad
: Tribal Sun-shaped Tattoo Woman
Maafkan aku, tapi aku sayang kamu. Aku tidak mau basa basi. Ak ... lanjut baca
Tentara Cinta
Teks. Edo Wallad
Tentara cinta membuat marching dan membuat barisan berbentuk hati.
Awas!
Akan ada perawan yang hilang malam i ... lanjut baca
Aku Tidak Ingin Mati Hari Ini
Teks. Edo Wallad
Tidak ada linangan air mata, tidak pula jerit menyesal. Aku hanya bisa terhenyak. Dua hari yang lal ... lanjut baca
Pure Shores
Teks. Edo Wallad
Pulau Bintan, memerlukan tiga perempat jam dari kota Tanjung Pinang supaya aku bisa dengan leluasa bercinta de ... lanjut baca
Pure Shores
Teks. Edo Wallad
Pulau Bintan, memerlukan tiga perempat jam dari kota Tanjung Pinang supaya aku bisa dengan leluasa bercinta de ... lanjut baca
London, 1913
One starless night. An empty heart. I held out a fat cigar between my fingers, smelly from ashes. It was the one night of true despa ... lanjut baca
London, 1913
One starless night. An empty heart. I held out a fat cigar between my fingers, smelly from ashes. It was the one night of true despair ... lanjut baca
Ana
Teks. Edo Wallad
Kutelusuri jalan raya Kerobokan, Seminyak, hingga Legian, dengan Honda Vario merah, helm merah, dan kacamata hitam dua puluh ... lanjut baca
A Night with You
Teks. Edo Wallad
Rutinitas seorang pemandu cakram yang harus melompat dari satu klab ke klab kadang membosankan. Tapi semua ini h ... lanjut baca
Silent Hill
Teks: Edo Wallad
Ada sesal yang menyesak-nyesak di sebuah tempat bernama hati, tempat nuraniku bersemayam. Sudah hampir setahun sem ... lanjut baca
The Night I Saved a DJ’s Life
Teks. Edo Wallad
Aku selalu menuang bir dengan gelas lurus vertikal tanpa memiringkannya seperti yang kebanyakan ... lanjut baca
Who’s Your Daddy?
Teks. Edo Wallad
Ayahku mempunyai hobi yang sangat aneh. Dia suka menyembunyikan barang di celah apapun. Apakah itu sofa, di ... lanjut baca
Ana, Kopi Susu, dan Sosis Panggang
Teks. Edo Wallad
Tidur di sofa adalah salah satu kelemahan pria saat dia harus mengalah pada perempuan yang men ... lanjut baca
Gw suka bgt versi Goldfinger-nya
ada jalinan kata2 yg membuatku seakan terhipnotis untuk terus membaca. dan aku membacanya sampai habis, beberapa kali. tapi tetap saja aku blm sepenuhnya mengerti kisah ini. dan aku masih menduga2, air apa kira2 yang sanggup memuaskan setiap dahaga itu? ah, aku terlalu lelah hari ini. mungkin. besok kan berbeda? mungkin.
chau lebih suka cerpen begini
(yang hampir2 tak berdialog)
ini bagus, dan "kena"
... lagu yang berlirik-lirik macam, 'dunia belum berakhir'
... aku terpesona oleh karya mas edo yg menakjubkan..jujur aku senang melihat karya seperti ini..mengambil tema dari sebuah lagu trus dibuat menjadi cerita yg indah ... salut buat mas edo...
oiyah tapi aku mo sedikit nanya (klo boleh) ... aku agak canggung membaca kalimat "Aku sejenak berhenti melupakan bahwa sejatinya aku adalah si pengembara" (paragraf 3)... karena aku mengartikannya (mungkin salah) "berhenti melupakan" = selalu ingat .... padahal di penjelasan selanjutnya aku "menangkap" seolah si AKU bner2 lupa ....
saluuuutttt buat mas edo
ditunggu kisah2 selanjutnya .....
-anakmarmutkurangajar-
yang ini bener2 bagus mas ^^
keren pisan euy..
ini bukan tentang Juan. (*mode sok tau on)
ikut terhanyut dalam sungai air mata. Cerita yang begitu halus tapi juga perlahan merasuk ke imaji dan emosi.
Btw a little tiny winy bitty correction: "Lalu tanpa dapat kutahan aku mataku mulai mengeluarkan air tanpa henti. "
Pemilihan bahasa yang cantik dan menarik.. well done
hati my bro ^_^
dasyat!
ini keren!!
Aku adalah dia dan dia adalah aku.
wah..wah..