Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Kadangkala, sebuah persahabatan berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Sebuah ketidaksengajaan yang mencerminkan ketulusan hingga membuahkan kejujuran hati dan persahabatan. Sebuah persahabatan yang konon lebih berharga dari emas-intan-atau berlian manapun.
* * *
Dan seperti itulah kira-kira yang terjadi antara Konrad dan Yeyen.
my bro berasa pergi ke Jerman, setting latarnya lengkap sekali. aura ceritanya berwarna orange dan hitam. sehangat persahabatan dan sekelam kematian dan kenangan yg menyiksa Felix.
Nice one sis! my bro menantang Nisa untuk membuat novel, hayo Nisa berani gak? ^^
Story telling yang menarik dan suasana yang halus. Wah, ciri khas niska banget tuh! Aku suka dengan cara bertuturmu. Begitu halus, lembut, dan penuh makna!
kisah persahabatan yang manis disampaikan dengan bersahaja dan dengan gaya yang santai. membuatku merasa rileks membacanya meskipun ada unsur kesedihan di dalam cerita ini.
setuju dgn Ayas, aku jg blm begitu merasakan suasana Jermannya. mungkin kalau dibubuhi sedikit percakapan dlm bhs Jerman atau informasi sekitar spt petunjuk jalan/arah/nama kota dlm bhs Jerman bs membantu mengarahkan pikiran pembaca ke lingkungan tempat tinggal Yeyen dan Felix. atau pemilihan nama yg lbh Jerman untuk Felix dan Silvio (kedua nama itu sering dipakai jg oleh ras2 lain, jd blm tll mewakili org2 Jerman. nama2 spt KLAUS, WOLFGANG, BEATE, SABINA akan cepat membawa alam pikiran pembaca ke Jerman? hihihi...sori kalau aku bawel, hanya saja menurutku nama bisa sgt membantu pembaca lbh cepat mendapatkan gambaran ttg lokasi di mana kisah ini berlangsung). well, hanya sebuah ide utk membantu menampakkan ke-Jerman-an cerita ini. anyway, still a nice story, nisa....
Terima kasih teman-teman, mybro, ayas, renge, frenzy, bunda ery, tedjo, wehahaha, nirozero, villam, brown dan KD buat masukannya Cerpennya sudah kuedit.
to my_bro: tantangannya sedang kupersiapkan. adakah tugas buatku lagi?
to ayas : semoga editanku berhasil.. hehe
to brown : keep bawel ya mba
ih, lucu dan menyentuh! kamu makin jago nulisnya. semua terkesan sangat natural, dan entah kenapa sangat kanak-kanak. nyaris seperti laporan pandangan mata, very interesting!
Tugas semasa libur lebaran ^^ diberikan dan terinspirasi oleh seseorang yang tak ingin disebutkan namanya di sini . Atas masukan teman-teman, cerpen ini kuedit di bagian nama tokoh dan sedikit pada percakapannya
“Lembur lagi, Mbak?” tanya Pak Satpam yang duduk di dekatku. Aku mengangguk sambil tersenyum. Walaupun baru beberapa minggu bekerja di perusahaan ... lanjut baca
“Diar…., Diar….,” berkali-kali kupanggil nama itu. Suaraku terdengar berat, melayang-layang terapung, tertekan, lalu terhempas kembali dan me ... lanjut baca
Aku ingin melihat senyummu,
agar kutahu kau benar-benar mengagumiku
Aku ingin melihat sedihmu,
agar kutahu kau benar-benar merindukanku
A ... lanjut baca
Sore hari minggu itu, seperti hari-hari minggu biasanya, aku berkunjung ke rumahmu. Kali ini aku duduk dihadapanmu, menatapmu. Kau tampak cantik. Kau ... lanjut baca
Yeyen meniup-niup udara musim dingin. Suasananya masih sama seperti hari-hari sebelumnya, seperti saat-saat sebelum pukul sepuluh pagi saat ini -di si ... lanjut baca
Untuk kesekian kalinya. Aku kehilangan kata-kata. Aku tertegun. Aku adalah seorang penulis, dan kini kehilangan kata-kata. Aku seperti kehilangan diri ... lanjut baca
Untuk kesekian kalinya. Aku kehilangan kata-kata. Aku tertegun. Aku adalah seorang penulis, dan kini kehilangan kata-kata. Aku seperti kehilangan diri ... lanjut baca
“Ceritakanlah pada kami tentang kekasihmu.”
Sore itu sang gadis dan sahabat-sahabatnya sedang menunggu langit. Mereka menunggu saat-saat selend ... lanjut baca
Kadangkala, sebuah persahabatan berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Sebuah ketidaksengajaan yang mencerminkan ketulusan hingga membuahkan kejujura ... lanjut baca
“Bang! Abang!” seorang anak menyelinap di antara kerumunan pelanggan Abang Bakso keliling. “Aku mau beli!” Ia mengacungkan mangkuk melamin ber ... lanjut baca
Mentang-mentang gue ga punya uang
Elo nolak pas gue ajak jalan
Mentang-mentang gue ga punya mobil
Elo anggap gue orang kecil
Dengarlah wanita,
... lanjut baca
[i]"Tapi...inilah petualangan, Aku melangkah ke dalam ruang ketidak-tahuan. Kusadari sepenuhnya, ada bahaya disekitarku. Kuakui lebih merupakan bayang ... lanjut baca
Pencarian itu berawal dari sebuah kehilangan
Sementara yang hilang adalah jiwa-jiwa yang kesepian
Di lain sisi kesepian adalah hal yang menyayat jiw ... lanjut baca
[i]Aku yakin bahwa akan ada suatu keajaiban yang lebih baik, juga hari yang akan selalu kuwarnai dengan senyuman. Aku hanya berusaha untuk tak pernah ... lanjut baca
Saya pandangi jarum-jarum jam yang bertengger di pergelangan tangan kiri saya, masih sepuluh menit lagi hingga kami akan bertemu. Waktu sedikit berjal ... lanjut baca
seorang bocah pengembara
berbincang dengan bapaknya,
- pak ... coba buktikan satu ditambah satu sama
dengan dua ?
: kehidupan tidak berawal ... lanjut baca
“ Setting ¬-nya, tentu saja diambil pada masa dua puluh tahun kemudian.. It’s a special birthday present for my older sister.. Happy Birthday, s ... lanjut baca
"a birthday present for moccha_chi.. happy birthday yeaa, sist.. Wish this story will be happen twenty years later.. ehehehehe.. ^^ peace Smile anyway ... lanjut baca
Chapter 2: Irwald
Rasanya paru-paruku diperas ketika aku mulai tersadar. Usahaku untuk mengangkat bagian-bagian tubuhku terasa begitu sulit hingga ... lanjut baca
Winglies??
The Two Best Friends Ever
Tidak ada patokan waktu pada zaman ini, tapi semua bisa memperkirakan saat yang tepat untuk bercocok tanam ma ... lanjut baca
my bro berasa pergi ke Jerman, setting latarnya lengkap sekali. aura ceritanya berwarna orange dan hitam. sehangat persahabatan dan sekelam kematian dan kenangan yg menyiksa Felix.
Nice one sis! my bro menantang Nisa untuk membuat novel, hayo Nisa berani gak? ^^
*toyor dikit
*kabuuuurrrrr
niska...bagus bgt kamu gambarin pedihnya hati kehilangan...cumaaa aku kurang bisa ngerasain aura german-nya..
ditunggu tulisan selanjutnya^^
DAN komen di bawah BENAR
suka, nis
bagus.
setuju..Persahabatan yang sangat indah didasari kasih...
bagus euy..
yang bagus tuh pembawaan persahabatan masa kecilnya. Serasa murni banget. Keren.
Tulisannya bagus bangeeett!!
Story telling yang menarik dan suasana yang halus. Wah, ciri khas niska banget tuh! Aku suka dengan cara bertuturmu. Begitu halus, lembut, dan penuh makna!
Nice!
bagus ceritanya.
kalo ada versi panjangnya, gua mau baca juga. nanti mungkin bisa lebih keliatan latar tembok berlinnya.
kisah persahabatan yang manis disampaikan dengan bersahaja dan dengan gaya yang santai. membuatku merasa rileks membacanya meskipun ada unsur kesedihan di dalam cerita ini.
setuju dgn Ayas, aku jg blm begitu merasakan suasana Jermannya. mungkin kalau dibubuhi sedikit percakapan dlm bhs Jerman atau informasi sekitar spt petunjuk jalan/arah/nama kota dlm bhs Jerman bs membantu mengarahkan pikiran pembaca ke lingkungan tempat tinggal Yeyen dan Felix. atau pemilihan nama yg lbh Jerman untuk Felix dan Silvio (kedua nama itu sering dipakai jg oleh ras2 lain, jd blm tll mewakili org2 Jerman. nama2 spt KLAUS, WOLFGANG, BEATE, SABINA akan cepat membawa alam pikiran pembaca ke Jerman? hihihi...sori kalau aku bawel, hanya saja menurutku nama bisa sgt membantu pembaca lbh cepat mendapatkan gambaran ttg lokasi di mana kisah ini berlangsung). well, hanya sebuah ide utk membantu menampakkan ke-Jerman-an cerita ini. anyway, still a nice story, nisa....
bacanya lain kali ya, kepanjangen sih...
Terima kasih teman-teman, mybro, ayas, renge, frenzy, bunda ery, tedjo, wehahaha, nirozero, villam, brown dan KD buat masukannya
Cerpennya sudah kuedit.
to my_bro: tantangannya sedang kupersiapkan. adakah tugas buatku lagi?

to ayas : semoga editanku berhasil.. hehe
to brown : keep bawel ya mba
"guten morgen".. hihi, pagi-pagi gini niat ngasi komen... ujan-ujanan pula lagi nich ke warnet.. T.T
kadangkala itu seharusnya dipisah atau disambung sih? nggak ngerti,, hihihi...
aduuh.. Bali indah, ya??? wew, makasii-makasii.... * jadi malu.. ^^
hiks.... huaaa... menyayat hati...
flash back yang menarik nich....
sukaaaa....
keep write, sist...
Alurnya teratur, bersih.... lagi donk
ih, lucu dan menyentuh! kamu makin jago nulisnya. semua terkesan sangat natural, dan entah kenapa sangat kanak-kanak. nyaris seperti laporan pandangan mata, very interesting!
baru baca sekarang ya? bener2 menghibur. sip sip.
kreatif banget!
cerita ringan yang semua orang bisa ngerti..
salut!