Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Aku hanya bisa terdiam saat menerima pesan itu, mendadak seluruh tubuhku bergetar dengan hebat.
‘Benarkah?’ tanyaku dalam hati
Dulu aku meyukai seseorang yang tak kan pernah bisa kudapatkan, bahkan sampai saat ini. Sering aku menangis karenanya, bukan karena bertepuk sebelah tangan, tapi karena ketidakpeduliannya terhadapku. Aku selalu berusaha mencari orang yang bisa menggantikan dirinya di hatiku. Tapi tak pernah kutemukan, sampai akhirnya satu setengah tahun kemudian doaku terjawab.
Mmh, gimana ya? Mungkin ini cuma aku saja, tapi kesannya seperti menerima apa-apa yang terjadi begitu saja tanpa melakukan apa-apa tentangnya. Maaf, aku tahu kenyataannya mungkin enggak kayak begitu.
Sebagai cerita, menurutku masih agak kurang. Lebih seperti ungkapan hati yang masih belum bisa membuat orang yang baca merasakan emosi yang serupa. Tapi bikin yang kayak begituan memang enggak mungkin langsung jadi sih.
Dialognya mana nih? kok sepi? ini sih namanya diary neng! Tapi, buat penulisan alurnya dah lumayan kok. Walaupun, tadi ada adegannya. Aku kurang ngerasa greget tuh!
oke buat permulaan.
emang sih, masih lebih kayak curhat.
saranku utk cerita ini, ambil kesempatan di setiap adegan yang memungkinkan ada dialognya, dan bangun cerita dari sana, saat pertemuan kedua tokoh di awal, pembicaraan dgn sang kakak, perpisahan di akhir, dll.
emang bakal jadi lebih panjang, tapi ya jadi lebih keliatan ceritanya.
ayo ayo... bikin lagi ya...
Karna ini cerita pertama gw mohon maap kalo alurnya berantakan dan cara penulisan yang membingungkan. Mungkin ini kaya alur di sinetron, tapi sebenernya ini gw ambil dari apa yang gw alamin
Semua hari-hariku yang diisi oleh senyummu telah pergi
Itu terjadi hanya seperti sebuah mimpi, datang dan pergi terlalu cepat
Saat itu ketika kau me ... lanjut baca
Daun-daun kering perlahan-lahan mulai berjatuhan
Angin yang datang menyapa dan membawa mereka pergi
Aku menatap mereka dari balik jendela
Sampai an ... lanjut baca
Tersenyum?
Aku sudah lupa bagaimana untuk melakukannya
Tertawa?
Aku bahkan tak tahu perbedaannya dengan tersenyum
Air mata ini mengalir begitu s ... lanjut baca
Untuk seseorang yang berada jauh di sana:
Selama ini aku tak mengerti arti indahnya cinta
Sampai kau datang dan menghanyutkanku
Aku mulai berani ... lanjut baca
Aku hanya bisa terdiam saat menerima pesan itu, mendadak seluruh tubuhku bergetar dengan hebat.
‘Benarkah?’ tanyaku dalam hati
Dulu aku me ... lanjut baca
Aku bingung... Tidak mengerti...
Apa kau benar-benar menyayangiku?
Ataukah hanya ku saja yang merasa...
Kau katakan... 'Aku menyayangimu'...
Tap ... lanjut baca
Tiba-tiba saja kau datang
Dan ubahkan hidupku
Tak pernah ku duga
Kau selalu mampu buatku tersenyum
Selamat tinggal
hari-hari penuh air mata
da ... lanjut baca
Kesalahpahaman antara dua orang insan
Karena demi menjaga harga diri
Kala senyum terukir
Badai datang mengacaukan
Saling mencintai... Merinduk ... lanjut baca
Kau pergi…
Seenaknya saja tanpa memberitahuku…
Tanpa peduli nasibku nanti
Kau tinggalkanku sendiri...
Mentari yang bersembunyi di balik awan ... lanjut baca
Matahari terbenam di horizontal itu
Membuat semua mata tertuju padanya
Namun pandanganku hanya tertuju padamu
Kau, yang berdiri di sampingku
Di ... lanjut baca
Hitam..
Gelap..
Sama dgn hitamnya hatiku
Sama dgn gelapnya jiwaku
Aku..
Aku hanya bisa berdiri
Menatap..
Kau pergi menjauh
Dan mulai kurasak ... lanjut baca
( padahal,
cahaya merah yang baru saja kita rangkum adalah pendaran dari cahaya rembulan yang enggan lewati jeruji jendela dan membawaku pada hal tak ... lanjut baca
aku hanya bisa merasakan
tanpa mampu mengutarakan
aku hanya bisa terdiam
dan tak mampu mengatakan
aku hanya bisa melihat
tanpa sesuatu tersirat ... lanjut baca
Gumpalan darah itu tumpah melumer menjerat jejaring kematian yang tak kunjung tertahankan. Sayup-sayup berdentang sebuah suara yang mendesir begitu le ... lanjut baca
saat kau beralih dari hidupku
memang tak kupungkiri aku kecewa
tapi sungguh, tak kumaksudkan
untuk buatmu jadi milik ku
karena aku tau saja
... lanjut baca
“Bunda...bintang itu kayak gimana sih?” tanya gadis kecil bernama Melody itu.
“Bintang itu bentuknya kecil...bersinar terang dan ada banyak.. ... lanjut baca
Maura membawa Melody ikut ke rumah sakit dimana orang yang sudah menolong Melody dibawa ke sana.
“Ra...lo jawab dong pertanyaan gue, siapa tadi y ... lanjut baca
apa yang kamu lakukan ketika kamu punya kunci kebahagiaan kamu??
Apa yang kamu perbuat ketika kamu punya kunci skak orang yang kamu benci??
... lanjut baca
Hari ini merupakan hari yang paling memuakkan sekaligus paling menyenangkan bagiku. Sudah bertahun-tahun ingin kulepaskan tinjuan super punch¬-ku ke ... lanjut baca
sabar aj
harga dari sebuah keputusan.. keputusan tuk menunggu org itu hilang darimu kn??
hiks ;(
Mmh, gimana ya? Mungkin ini cuma aku saja, tapi kesannya seperti menerima apa-apa yang terjadi begitu saja tanpa melakukan apa-apa tentangnya. Maaf, aku tahu kenyataannya mungkin enggak kayak begitu.
Sebagai cerita, menurutku masih agak kurang. Lebih seperti ungkapan hati yang masih belum bisa membuat orang yang baca merasakan emosi yang serupa. Tapi bikin yang kayak begituan memang enggak mungkin langsung jadi sih.
Tapi enggak apa kok, untuk saat ini.
Yap! Untuk warming 7 dulu yak!
Dialognya mana nih? kok sepi? ini sih namanya diary neng! Tapi, buat penulisan alurnya dah lumayan kok. Walaupun, tadi ada adegannya. Aku kurang ngerasa greget tuh!
ayooo!! Belajar lagi!
n_n
gaya penulisan yang aku sukai, lebih enak lagi dengan tambahan beberapa dialog, ok? Tapi udah bagus buat pemula. keep writing!!
sesal adalah sebuah pilihan yang kita dapat setelah melepas apa yang disebut perbaikan
oke buat permulaan.
emang sih, masih lebih kayak curhat.
saranku utk cerita ini, ambil kesempatan di setiap adegan yang memungkinkan ada dialognya, dan bangun cerita dari sana, saat pertemuan kedua tokoh di awal, pembicaraan dgn sang kakak, perpisahan di akhir, dll.
emang bakal jadi lebih panjang, tapi ya jadi lebih keliatan ceritanya.
ayo ayo... bikin lagi ya...