Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Murung Penghibur(mupeng)
Teks. Edo Wallad
“Jadi begini rasanya dikhianati. Setidaknya aku bersyukur kamu baik-baik saja. Lebih dari baik malahan.”
Perempuan itu hanya bisa menyembunyikan segalanya lewat sebuah tundukan. Seakan dia sedang menyesali sesuatu. Akan tetapi aku tidak akan termakan oleh tipuan dia lagi.
Aku benar-benar letih. Semua ini terasa terus menarik-narikku ke dasar permukaan lumpur hisap.
tulisan om Edo selalu menarik. hanya saya agak kurang sreg dengan bagian menyanyi dikamar mandi, menurut saya menyanyi dikamar mandi tidak hampa loh...itu menurut saya. kalau setuju, coba di cari perumpamaan lain yg lebih mengena.thanks
Btw gw bingung ama bagian ini: Sudah puluhan perempuan yang tanpa kupikirkan bahwa aku telah bergerak terlalu cepat menjadi lumpuh oleh siksaan-siksaanku.
Silent Hill
Teks: Edo Wallad
Ada sesal yang menyesak-nyesak di sebuah tempat bernama hati, tempat nuraniku bersemayam. Sudah hampir setahun sem ... lanjut baca
I Saw YouDancing in Catalonia
Edo Wallad
Aku tersangkut di kapal ini sejak 27 bulan lalu. Aku memang bukan Popeye, tapi aku bisa dibilang juga pel ... lanjut baca
The Night I Saved a DJ’s Life
Teks. Edo Wallad
Aku selalu menuang bir dengan gelas lurus vertikal tanpa memiringkannya seperti yang kebanyakan ... lanjut baca
Who’s Your Daddy?
Teks. Edo Wallad
Ayahku mempunyai hobi yang sangat aneh. Dia suka menyembunyikan barang di celah apapun. Apakah itu sofa, di ... lanjut baca
Ana, Kopi Susu, dan Sosis Panggang
Teks. Edo Wallad
Tidur di sofa adalah salah satu kelemahan pria saat dia harus mengalah pada perempuan yang men ... lanjut baca
‘Ijinkan gue kembali Ju… gue gak bisa gak ada lo?’
Ana berkata sambil memainkan kalung tentara alias dog tag pemberianku saat ulang tahu ... lanjut baca
Tribal Sun-shaped Tattoo Woman
Teks. Edo Wallad
: Tribal Sun-shaped Tattoo Woman
Maafkan aku, tapi aku sayang kamu. Aku tidak mau basa basi. Ak ... lanjut baca
Tentara Cinta
Teks. Edo Wallad
Tentara cinta membuat marching dan membuat barisan berbentuk hati.
Awas!
Akan ada perawan yang hilang malam i ... lanjut baca
Aku Tidak Ingin Mati Hari Ini
Teks. Edo Wallad
Tidak ada linangan air mata, tidak pula jerit menyesal. Aku hanya bisa terhenyak. Dua hari yang lal ... lanjut baca
Pure Shores
Teks. Edo Wallad
Pulau Bintan, memerlukan tiga perempat jam dari kota Tanjung Pinang supaya aku bisa dengan leluasa bercinta de ... lanjut baca
The Night I Saved a DJ’s Life
Teks. Edo Wallad
Aku selalu menuang bir dengan gelas lurus vertikal tanpa memiringkannya seperti yang kebanyakan ... lanjut baca
Ga ga galau
Teks. Edo Wallad
Kubolak-balik surat keputusan pak lurah tentang permohonan KTP DKI-ku. Aku di tolak. Dan hingga kini jadi aku masih ... lanjut baca
Ga ga galau
Teks. Edo Wallad
Kubolak-balik surat keputusan pak lurah tentang permohonan KTP DKI-ku. Aku di tolak. Dan hingga kini jadi aku masih ... lanjut baca
The Night I Saved a DJ’s Life
Teks. Edo Wallad
Aku selalu menuang bir dengan gelas lurus vertikal tanpa memiringkannya seperti yang kebanyakan ... lanjut baca
A Girl From Karbala
Teks. Edo Wallad
Di riuh-rendah bising Jakarta, di sinilah aku. Terpojok bersama segala bentuk sepi. Hanya bunyi tongeret, j ... lanjut baca
Dua Bulan di Agustus
Teks. Edo Wallad
Sejak aku memiliki kamera digital, aku selalu bereksperimen. Entah itu foto keponakan-keponakan, bunga-bunga ... lanjut baca
Untuk Dia, yang Kusebut Namanya Dalam Doa
Teks. Edo Wallad
Untuk dia yang namanya selalu kusebut dalam deretan lafadz doaku, lepas shalat, apakah ... lanjut baca
Lakulakilakiluka
Teks. Edo Wallad
Sekerumunan orang berjalan ke satu arah. Menuju kota penuh mimpi, di mana konon kabarnya semua ada dan semua k ... lanjut baca
Who’s Your Daddy?
Teks. Edo Wallad
Ayahku mempunyai hobi yang sangat aneh. Dia suka menyembunyikan barang di celah apapun. Apakah itu sofa, di ... lanjut baca
daleeem
haduh, aku pingin bilang. tapi nanti dikira menggurui. wong aku ndak jedak nulis.
Ungkapin...
Nyanyikan...
Tulis....
Harus semangat....
tulisan om Edo selalu menarik. hanya saya agak kurang sreg dengan bagian menyanyi dikamar mandi, menurut saya menyanyi dikamar mandi tidak hampa loh...itu menurut saya. kalau setuju, coba di cari perumpamaan lain yg lebih mengena.thanks
lagi banjir ide ya Do..mupeng?boleh juga nih..seems like next story of juan&anna. bener gak?
Kok kurang terasa "edo" nya ya?
Btw gw bingung ama bagian ini:
Sudah puluhan perempuan yang tanpa kupikirkan bahwa aku telah bergerak terlalu cepat menjadi lumpuh oleh siksaan-siksaanku.
hampir semua profesi kadang butuh "masking" yak?
menarik,,yyaa kayak biasanya
meski kali ini gak terlalu khas
wah anak band yah? hehehe moodnya sama banget sama mood gue saat ini.. lain kemarin lain sekarang..^^