Yang baik itu adalah ketika Batu yang kau lempar kembali jatuh ke tanah
Kebenaran adalah ketika Air akan dapat membasahi
Kebenaranlah juga ketika Udara bergerak kencang menjadi angin
Alam tak pernah berbohong
Mereka tunduk kepada Alam yang lebih besar,
yang berkuasa atas penciptaan dunia kita,
Alam semesta luas,
Alam JAGAT RAYA
Kesadaran mereka membuat mereka tunduk
Kesadaran atas alasan terciptakan
Hanya satu hal yang kami semua perdebatkan,
ketika itu,
ketika Jagat raya ciptakan Alam pikiran.
Pepohonan ketakutan mendengar khabar ini, terbukti
kini mereka terpancung-pancung
Para binatang merasakan rasa ngeri dan terbukti
kini mereka ditangkap, buru, bunuh........
Alam terkotori,
namun mereka tetap pasrah,
Berharap banyak pada Nurani
Namun sayang,
sungguh sayang sekali
Nurani kini hanyalah serupa barang dagangan
Tiga seribu..... cuci gudang..... beli satu dapat satu.....
Tak kurang
dan tak lebih
Maka kami berharap pada hujan
Juga berharap pada laut
Tidak akan berharap pada Nurani yang sudah terkontaminasi
Hujan...... hujan..... basahilah dunia, bangkitkan kembali yang terlupa
Laut..... laut..... Hancurkanlah dunia mereka, biar mereka ingat darimana mereka bermula
Yang telah menghianati kepercayaan Jagat Raya,
yang telah dianugerahi Alam pikiran,
yang kini membuat mereka sombong, merasa mahluk yang paling berkuasa
"Kembalilah pada Alam
Kembalilah pada Alam
Kembalilah pada Alam........... "
Peringatan dari kami berulang-ulang
Jika itu tidak cukup,
maka akan ada yang lainnya.
"Tunggu saja..!!!"
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
maaf ya, agak biasa tuh. Cuma emosi sesaat aja yang kurasa, setelah itu hilang.
hehehe terilhami bencana yang bertubi-tubi?
wow lumayan juga puisinya ... emngigatkan kita untuk kembali ke alam.... jika alam marah beginilah jadinya penuh bencana....
bagus untuk intropeksi diri
Ga tau ya Bang... Tapi kalo menurut fOo nih, puisi ini sebenarnya saling mendukung.
'''
Mungkin Abang salah menempatkan mana yang duluan, antara Ontologi dan Peristiwa. Sehingga ontologi yg coba abang sedikit paparkan di sini menjadi sesuatu yang tertutupi.
'''
Seperti Jas cantik di dalam jas hujan...
'''
Apakah memang ontologi Alam yg abang paparkan,?
Atau memang hanya menyikapi bencana,?
bagouwes enak banget bacanya abis aku sering ngerasa gitu, menyia-nyiakan alam
Aku suka cara kamu menyatu dengan alam lewat kata2...aku suka siapapun yang menyukai alam dan hujan, karena dua hal itu adalah ritme yang dinamis...setuju dengan yang km ungkapkan tp tdk semua..harusnya kita kembali kepada Yang Menciptakan alam, dengan begitu kita akan sadar bahwa kita adalah bagian dari alam.bila tidak pernah sadar (like u says)"Tunggu saja..!!"
Bagus banget .. sip de
wah... alam raya pendendam yaa?
Pas banget sama kondisi negeri kita ni ya. Jadi takuuutt.
hmmm