Pada malam terakhir, kau tak banyak bicara. Sorot matamu kosong. Pikiranku jadi tak keruan. Hitam bagaikan kopi tanpa gula dan, pahit. Apa lagi yang mesti aku katakan, jika sejak tadi kau bergeming dan sesekali saja menolehkan muka? Aih, sepi ini membuatku tak berdaya.
Pada kalimat terakhir, puisi yang pernah kautulis dua tahun lalu, kaubacakan lagi untukku. Aku sangat hafal setiap kata, baris, bait dan, tataletak serta bentuk goresan tinta yang kautuliskan di atas kertas merah muda. Airmataku bermuara di ujung mata, dan aku makin tak berdaya.
Pada lambaian terakhir, telah kukenal bahwa kaulah puisi itu. Puisi yang hidup dan telah menghidupkan jiwaku selama ini. "Aku akan datang menemu, ketika aku dilahirkan kembali, belajar berlari, dan tak lagi menjadi Sunyi."
(Balikpapan, 02 Maret 2007)
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
ehm,, setidaknya judulnya baguz,,, he,he,he, susah ya kalo yang ngebaca tulisan sebaguz ini adalah orang segeblek gua,, he.he.he.he.
Dalam........
si cowok orangnya pemalu dan pendiam ya? sehingga ditinggal oleh ceweknya ya...? wah sekarang sudah jadi puitis... kejar lagi aja...
knapa sih kita harus inget masa lalu terus?
apa karena masa lalu hanya bisa hidup di ingatan aja?
sunyi beneerr
sepi..sepi..sepi..aku sendiri...heheh
Apa itu sunyi? Apakah sesuatu yang baik atau buruk? Atau bahkan bukan keduanya? Hanya yang pernah mengalaminya yang tahu makna sunyi