menarik...
ada satu tempat lainnya lagi gua rasa: tempat fotokopi. aduh... malu biasanya kalo mesti fotokopi naskah... huhuhu...
btw, latar sbg penjaga warnetnya terlalu panjang, menjauhkan dari fokus.
Berkat sang awan yang menghujani diriku
Dan matahari yang menyengat hangat di kulitku
Serta bumi yang menopang tubuhku sewaktu aku diterjang badai
... lanjut baca
Kalau hidup hanya sekali
Aku akan menjadi penulis
Agar karyaku dapat memberitahu dunia
Bahwa aku pernah hidup
Kalau hidup hanya sekali
Aku aka ... lanjut baca
“Hhh... capek, capek! Melelahkan sekali pekerjaan ini. Katakan padaku Ryu, sebenarnya mengapa kita bisa sampai memilih profesi ini” tanya Nep ... lanjut baca
Sudah seminggu lamanya Archie & Anna – Siswa kelas II SMU D. O. S. membuka jasa biro detektif di sekolahnya. Namun, murid-murid yang membaca brosu ... lanjut baca
Kau pikir aku mulai bosan denganmu
Ku pikir kau benar
Kau pikir aku menunggumu
Ku pikir ku harus pergi
Kau pikir aku mencintaimu
Ku pikir aku ... lanjut baca
Ketika yang lain telah tiada
Ia baru terlahir
Ketika yang tiada mulai dilupakan
Ia akan mengingatkan mereka lagi
Ketika yang lain sudah be ... lanjut baca
Lampu merah telah menyala, tetapi laki-laki itu tetap diam di tempatnya dan tidak menyeberang jalan. Ia merogoh koceknya dan menemukan uang sebanyak ... lanjut baca
Untuk apa membaca
Jika tak menulis ?
Untuk apa menulis
Jika tak ada yang membacanya ?
Untuk apa kau baca
Jika tak dikomentari ?
Untuk apa ... lanjut baca
Arthur menjejakkan langkah bidaknya ke petak e4. Kemudian ia menghela nafas panjang dan mengeluh, “Kasihan dia, entah dosa apa yang dilakukan ... lanjut baca
Ketika kau duduk di sini dan menatapku dengan hampa wahai, penulis!
Gundahkan hatimu mencari inspirasi ‘sesuatu’ untuk ditulis?
Tak sada ... lanjut baca
Semalam kemarin, sebelum hujan reda, lalu aku pulang...
Aku sempat berbincang dengan seorang kawan. Kalau bisa disebut kawan tentunya. [ulangta ... lanjut baca
Bocah laki-laki itu maju perlahan-lahan ke depan dengan malu dan takut-takut saat gilirannya tiba. Usianya baru tujuh tahun saat menghadiri acara ... lanjut baca
"Cukup sudah!" bentakku pada diri sendiri. "Aku sudah tak tahan dengan semua ini. Inikah hidup? Bangun pagi-pagi bekerja selama 8 jam hanya untuk be ... lanjut baca
Bulan menyuruhku untuk terus berjalan
Menyusuri tepian sungai
Dimana kau ada
Bintang menyuruhku untuk terus menghitung
Hingga tiba hari
Dimana ka ... lanjut baca
Hari ini gelap mengikuti kepedihan dihatiku. Awan – awan berjalan pelan merasa berkabung sesak didadaku.Aku tidak bisa berbuat banyak dengan kemarah ... lanjut baca
Dimanakah kau Cinta, ketika aku tersudut di antah-berantah bersama Cinta-Cinta palsu dan semu? Cinta seharusnya abadi, tak mungkin kandas seperti seon ... lanjut baca
di sini aku sendiri
tiada yang menemani diriku
kesepian bagaikan anak yang hilang
sendiri tanpa siapapun
sampai akhirnya
ku temukan seberkas ca ... lanjut baca
Malam beranjak keperaduan
Menuntun kelembah sunyi
Sepi malam menyergap jiwa
Lamunan panjang merasuk
Tawarkan berjuta angan
Alunkan nada pilu k ... lanjut baca
Bab 10. Saatnya Pendaftaran Ulang
Petugas pendaftaran masuk itu berulang kali menelan ludah dan berulang kali membetulkan letak dasinya yang ag ... lanjut baca
aku memang bukan penulis, tapi aku hanyalah seorang operator warnet yang mengisi sebagian waktunya dengan ketikan2 kecil.
akhirnya ada juga penulis yang mengungkapkan kisah op.warnet
menyentuh
menarik...
ada satu tempat lainnya lagi gua rasa: tempat fotokopi. aduh... malu biasanya kalo mesti fotokopi naskah... huhuhu...
btw, latar sbg penjaga warnetnya terlalu panjang, menjauhkan dari fokus.
nggak banyak comment, just love it!