Ku sebut kau dengan nama yang itu-itu juga
Sejak angin pertama kali mengabarkan resah
Dengan satu tanda mata yang hanya di mengerti ombak
Pada pucuk pohon pala jangan kau bertanya tentang ganggang
Karena dahan telah memapahku sejak putik bunga berbagi desah
Akulah burung yang menikammu ketika malam membuhulkan aroma laut
Kepada langit dan lautan yang bersekutu karena hari
Semestinya kita tak saling bertanya kemana arah pelayaran
Karena musim telah menidurkanmu dalam dekapan anak perahu
Sambil mengelus kepalamu dengan mata semanja lumba-lumba
Kita saling berbagi cerita tentang musim yang hening di atas palka
Banda Aceh, 4 November 2007
Dino Umahuk: Metafora Dari Laut
www.birahilaut.multiply.com
Rating
73
points
Views: 113 reads
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
banget....gw seneng bgt cara penulisannya....
makasih JoaQuin..senang bisa menjadi yang kemudian
Metaphor-nya mantapz-lah...keren!..saya minikmati
keliatannya sangat piawai sekali dlm merangkai kata2nya.
Salam knl jg ya bro..
wowke banget
mantap banget bang dino, ajarin ya...
komen puisiku ya...
dezigghhtt....rasanya ada batu menapak di kepala, makasih^^
akan ada banyak huruf untukmu esok, saat laut surut menghempas hening
bang aku susah masuknya ah di multiply, tapi aku sudah berkunjung, makasih ya^^
Yang ini terasa sangat manis....
ajari aku untuk berpuisi seindah dirimu Mas ^^ kekekek