aku kacaukan takdirnya

AKU KACAUKAN TAKDIRNYA
(takdir bukan salahku !!!)

Dibawah langit malam ketujuh semenjak aku kehilangan separuh nyawaku, aku termenung. Terlintas lagi kejadian yang telah mengorbankan teman terbaikku. 5 tahun sudah aku lalui tawa, tangis, dan segalanya dengan Ardan, sahabatku sejak aku dibangku SMP. Ardan sosok yang periang tak pernah sekalipun aku mendapatinya berkeluh kesah, entah mungkin dia tak mau cerita atau aku yang kurang peka. Sampai detik ini pun aku masih belum bisa menerima kalau dia sudah pergi, secepat ini.

Rating

51
points
Views: 275 reads
Comments: 7
Rating:
72.8571

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer d757439
d757439 at (1 year 28 weeks yang lalu)
50

turut berduka cita ya

Writer Lintang
Lintang at Kurang... (2 years 17 weeks yang lalu)
60

Penggambarannya masih kurang. Emosinya tidak terasa. Terutama dialog antara Ibu dan Fik di bagian akhir.

Menurut saya cerita ini menjadi tidak realistis karena Ardan telah memberikan "petanda" bahwa ia akan mati. Jadi apa sebenarnya Ardan ingin bunuh diri? Intuisi seseorang yang tahu bahwa dirinya akan mati terlalu berlebihan.

Writer Alfare
Alfare at Waaah... (2 years 17 weeks yang lalu)
80

Jangan bilang kamu mengacaukan takdir. Gimanapun juga hidup dan mati itu di tangan Tuhan.

Ngomong2 tulisan ini lumayan menghanyutkan. Tp kayaknya masih bisa ditingkatin lagi deh. Semangat ya.

Writer Redo Rizaldi
Redo Rizaldi at (2 years 17 weeks yang lalu)
80

damned you make me cry......

Writer cassle
cassle at mengharukan... (2 years 17 weeks yang lalu)
90

lebih ditambahin bumbu yak... biar tambah mengharukan lagi.. hehehe.. perbanyak deskripsi.. biar panjang juga gpp.. hehehe ^^

Writer wehahaha
wehahaha at misterius sekali (2 years 17 weeks yang lalu)
80

dan mengharukan. Bukti persahabatan yang kuat.

Writer re
re at such as a sad story (2 years 17 weeks yang lalu)
70

kenyataan itu seperti nyata...
turut berduka cita