Tak pernah terlintas diantara lekuk-leluk hatiku
Meninggalkanmu, memberi luka diantara suir-suir gumpal rasamu
Menghadirkan satu kata yang paling kau takuti
KEHILANGAN..
Kekasih,
Akupun dikekang lara lewat duka yang kuhadirkan dirautmu
Setengah hidupku hilang karena keputusanku ini
Kekasih,
Ini titah pandita ratu dan raja yang bertuan dalam kehidupanku
Maaf kuharus meninggalkanmu
Tapi takkan kubawa serta hati yang telah kutitipkan padamu
Kekasih,
Lelaki yang disebut pangeran itu telah menuntunku menuju singgasana bahagianya
Dan aku harus mengikutinya meski beriring nyeri
Maaf bila ternyata aku bukanlah seseorang yang kan menjadi ibu bagi buah hatimu kelak
I'm sorry good bye.
Rating
Comments: 13
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
ai cerita asli ^^
kunjungi karya aku juga ya^^
Sungguh bahasa hati seorang perempuan..
Karya yang bagus. Silahkan kunjungin karyaku. Salam kenal yach...
Kutunggu karyamu yang lain. Jangan lupa baca cerita terbaruku...
indah. jika berkenan, sebelum pergi, singgahlah di http://www.kemudian.com/user/khrisna_pabichara banyak tulisan tentang bahasa perempuan di sana
merinding baca tag-nya.....
untuk terakhir kalinya juga, mampir dulu ke tempatku..
Ini dia, puisinya bagusnya minta ampun.
salam kenal..
^_^
Mengalun begitu indahnya.
Sukma-nya koq resign dari kemudian juga,...
Salam perpisahan yang 'menyayat', uuuh sedih bgt
aku hanya bisa menghela nafas lagi nih...