kubuka sebuah kotak kecil berwarna biru
yang kau berikan sehari yang lalu, sebelum kepergianmu
pesanmu; 'bukalah saat hari telah berganti'
dengan keingintahuan yang mengembung
kubuka dengan angan yang melambung
sebuah cincin tanpa mata bertuliskan namamu, namaku
serta sebuah lontar kering bertulis syairmu;
'keindahan itu milikmu, namun tak kumiliki
ketulusan ini milikku, namun belum kau jelang
cinta ini kupendam dalam danau persahabatan
rindu ini tenggelam dalam laut cintamu
aku terdampar di pulau penantian, berpantai ketakutan
ketakutan kehilangan seorang sahabat
yang kukasihi, juga kucintai
aku tak ingin kehilangan keindahanmu, walau dalam angan'
"inilah cintaku, dalam bentangan benang waktu"
kesadaran menggelinjang
ada yang menggenang di sudut mata, air mata haru
sebuah balon hati meletus pecah, dalam dadaku
membuat sesak dadaku terpenuhi udara rindu
sahabatku jangan pergi!
kekasih hatiku jangan lari!
akupun memendam kerinduan yang dalam, untukmu
kita sama-sama menyimpan cinta dalam indah jalinan suka duka
namun kita sama-sama menanggalkan jauh di kalbu
akupun dirasuki ketakutan tak mampu mencapai tempat berpijakmu
musim penantian panjang telah tiba
sementara musim pertemuan jauh di ujung senja
aku tahu,
kau menungguku di ujung cakrawala jingga, dan
aku akan menjadi mentari yang menciumnya saat senja
Tag:









