Rasa ini mungkin hanya menjadi milikku
sendiri...
bukan punyamu
bukan milikmu
hanya inginku
hanya anganku.
Mungkin sekarang ia tinggal keping
atau kini tinggal bercak
larut hanyut tanpa jejak
bersama decak air hujan gemericik
mengalir hilang menuju lautan.
Entah...
aku sudah mencari di pasar
mencoba melihat ke kuburan
dasar lautan, hutan, langit.
Tak juga tampak...
Aku berpikir kau telah mati
pergi bersama malaikat Izrail
menuju ke hamparan luas
menunggu dengan sang sunyi.
Ternyata kau masih ada
sedang berdiam diri
menungguku sendiri
di palung hati.
Rating
Comments: 10
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Din, ente napa? Kok ga cerita-cerita?
Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^Bait yang pertama narsis banget.
Bait kedua merasa kehilangan.
Bait ketiga mencari cinta koq di pasar? apalage di kuburan? aneh banget.
Bait keempat terungkap sebuah rahasia. "Ternyata dia menungguku" begitu kata mtop.
hebad kreatif tapi seperti yang di bacan ama dian satro ya! seperti pilem AADC
ending ya melegakan
*hehe
Catatan penulisnya bikin lucu aja =p
tapi puisinya seru kok =)
kasih komen tulisanku ya,,,
waktu baca yang awac 'karena rasa adalah segalanya", gw rada illfeel bro,,tu kan slogannya Fiesta kondom..
kekekekekekkk...
heee,,,,
kmana aja bro ?? setelah sekian lama tenggelem akhirnya come back again..
and syairnya yang ini rada beda ama yang laennya bro,,
gimana ama chi ??^^
salam and keep writing bro !!!
n_n
pas yang mencari, agak gimana gitu...
Puisinya keren, tp pas masuk mencari-cari kemana-mana, feelnya agak hilang.
tp g suka 2 bait awal (koment sebagai pembaca saja -bukan sebagai org ahli, krn saya bukan ahlinya)
Puisi ku : Rasa yang terlupakan
Nice, enak dibaca.
Keep writing,
baca2 n komen2 tulisanqu ya..
Rasa apa? Bagi2 atuh kang? hehe.
Ajarkeun basa sunda yah, abdi teu tiasa basa sunda. Hayang boga pamajikan sunda.
siapakah dia?