"Give Our Smile" Part 1:Prolog

20
points
"

novelqu nih, sbnrnya bukan yg pertama jg c...Bwt awalnya, aq buat konflik para pemain dulu yg bikin mereka kabur ke Bogor, soalnya setting yg kuambil kota bogor...Met membaca...

"

Rendra’s heart

“Ren, maaf ya...,” ujar seorang cewek di hadapan Rendra.

Rendra terdiam, dia menahan hatinya yang perih.

“Aku gak bisa jalan sama kamu lagi..., suami aku udah curiga sama hubungan kita. Katanya, kita gak seperti hubungan guru privat dan muridnya. Aku takut kamu kenapa-napa sama suamiku...,” cewek itu menatap Rendra dengan penuh rasa bersalah. “Ren...,” panggil cewek itu lirih.

Rendra menatap si cewek. Berusaha tersenyum tapi hatinya sakit. “Virna...,” panggilnya singkat. Tapi cewek yang dipanggilnya hanya beranjak berdiri dan melangkah pergi. Meninggalkan Rendra yang terbisu.

***

Cinta’s heart

Langit Jakarta terlalu cerah bagi suasana hati Cinta. Bagaimana rasanya jika ternyata harus dinyatakan mengidap penyakit yang sudah tak dapat disembuhkan? Perlahan Cinta meneteskan air matanya. Sakit. Rasanya sangat sakit.

Cinta mulai terisak-isak. Dia tak mau menghabiskan waktunya di rumah sakit. Melakukan kemoterapi, operasi, atau segala macamnya. Cinta meraih buku kecilnya, dan mulai menulis sesuatu. Lama. Lalu dia beranjak dari tempat tidurnya, dengan lemah diraihnya barang-barang miliknya. Dimasukkannya dalam suatu tas besar. Cinta ingin pergi.

***

Evan’s heart

“Yang brengsek itu kamu! Kamu bukan seorang kepala keluarga yang baik! Bukan contoh yang baik untuk anak-anak kita!” teriak Mamanya Evan.

“Heh! Kamu itu cuma seorang isteri! Berhak apa kamu membentak aku!” teriak Papanya Evan.

Teriakan terus berlanjut. Evan yang butuh istirahat tak sanggup menahannya. Dia penat. Lelah mendengar orang tuanya yang terus bertengkar. Evan membuka pintu kamarnya kencang.

“Pa! Ma! Udah dong! Aku capek nih, aku butuh istirahat! Bisa gak sih nyelesaiin masalahnya gak pake teriak? Kalau terus gini, cerai aja sekalian!” teriak Evan penuh emosi.

***

Ira’s heart

“Lo mau ke sini? Ada apa?” tanya Ira cemas. Cinta, sepupunya menelepon sambil menangis. “Ya udah...lo ke sini aja deh...,” akhirnya Ira memutuskan telepon Cinta. Dia sedang asyik chatting.

Hai, asl plz 17 m bdg. lo? 16 f bgr. bdg? Koq main di bgr? males ajah gw main di bdg, gw lg mlz ma kota gw ndiri Loh? Apa sedih lo ada hubzny ama mlz lo ma bdg? Maybe...bdg lg ga bshbt ma gw. Gw putus sama cwe gw... k0q bisa? Ya gtu lah, males gw bahasnya... Eiya, nama lo sypa? Rendra...lo sndiri? Gw Ira...met kenal!

Dan chatting pun terus berlanjut.

***

Rendra’s heart

Hati Rendra sedikit lega. Chatting bareng si ce tomboy ini asyik juga. Dia bisa curhat habis-habisan. Hingga mataharipun hampir tenggelam. Chatting pun berakhir. Rendra bangkit dari kursinya. Lelah, bayangkan saja 4 jam di warnet dan hanya berbincang dengan si ce tomboy bernama Ira itu.

Setelah membayar dua belas ribu. Rendra keluar dari warnet. Lega. Sangat nyaman. Dia menaiki bis. Rendra memandangi nomer HP Ira yang didapatnya tadi setelah bertukaran. Kadang senyum tersungging. Tapi tiba-tiba HP-nya berbunyi. Di sana tertulis, ‘VirNa’. Mukanya tiba-tiba muram. CANCEL.

Suasana hati Rendra berubah 180 derajat. Dia memandangi langit Bandung. Mendung. Sama seperti hatinya.

***

Cinta’s heart

“Lo udah bilang sama nyokap lo?” tanya Ira cemas.

“Gue udah ninggalin surat, paling nyokap udah nelepon ortu lo sekarang...Ra, please jangan suruh gue balik ke Jakarta, gue capek! Di sana gue cuma bisa duduk di rumah sakit, bengong! Ogah!” Cinta menatap Ira penuh pelas.

“Ya mau gimana lagi, Cin...Lo udah disini. Jakarta pasti macet. Setidaknya malem ini lo harus di Bogor deh...,” ucap Ira pasrah. Cinta langsung tersenyum lebar dan memeluk saudara sepupunya itu.

***

Evan’s heart

“Kak Evan mau ke mana?” tiba-tiba sebuah pertanyaan mengejutkan Evan yang sedang melangkah keluar rumah. Cowok itu menoleh. Seorang gadis kecil berdiri di belakangnya. Gadis kecil itu mengucek-ucek matanya, dia baru bangun tidur.

“Sandra...,” Evan mendekati adiknya yang masih 5 tahun itu. “Kak Evan pergi dulu ya...Ada kerjaan. Ada syuting. Sandra nanti dijemput nenek, kamu nginep di sana ya...”

“Buat apa? Kak Evan nanti gimana?” tanya Sandra polos.

“Kak Evan ada syutingnya di Bogor. Jadi kakak nginep di sana. Oke? Kamu tinggal sama nenek aja dulu ya? Jangan pulang sampe kak Evan yang jemput...,” Evan memeluk adiknya. “Kak Evan pergi ya...”

***

To Be Continued...

Next, waktunya mereka berempat saling ketemu!!! Kayak gimana ya?

Your rating: None Average: 5 (4 votes)
dikirim vthree 41 minggu 6 hari yang lalu
Tag: