Luka (bag. 2)

"Aku menemukan kepingan itu..."

Setelah lelah aku berjalan, jauh...tanpa tujuan yang akan kutuju. Akhirnya aku bisa bebas, lepas, tanpa khawatir akan apapun. Aku tahu jawabannya, aku hanya perlu membuka mataku. Mata hati, mata batin, buka pikiranku. Jawaban itu begitu dekat di pelupuk mata dan hatiku. Akulah yang bodoh. Mencarinya kesana kemari, padahal jawaban itu sudah aku raih. Aku kurang memahaminya, aku kurang peka.

Sejenak, pikiranku melayang entah kemana. Berharap, aku tak akan melepaskan jawaban yang telah aku raih sampai kapanpun. Kududuk di sebuah batu besar. Diam. Berharap batu itu mengerti mauku, berharap ia akan mengetahui isi hatiku. Keheningan yang dalam aku rasakan untuk sejenak. Damai. Tenang. Aku suka, kaupun suka.

Ah, setelah lelah hati ini mencari kesana kemari jawaban-jawaban yang tak kutemukan. Perlahan semuanya menjadi jelas. Terang. Aku telah berusaha semampuku. Dalam perjalananku, aku bertemu dengan orang-orang tanpa sengaja. Mereka memberitahuku jawaban itu tanpa aku minta. Mereka yang menyadariku untuk memahaminya. Merekalah yang telah menolongku.

Aku tak tahu harus bagaimana? Haruskah aku gembira atau sedih. Setelah aku dapat menemukan jawaban itu. Terasa menyakitkan memang, namun menyejukkan. Jawaban itu ternyata pahit..tapi aku harus menerimanya bukan. Karena itu merupakan jawaban yang jujur, walaupun pahit sekalipun.

Sungguh aku tak mau semuanya menjadi buram, hanya karena aku tak mengetahui apa-apa. Aku tahu, aku harus mensyukurinya. Aku harus bangkit! Semua berada didekatku, semua mendukungku...
Akan selalu kubuka mata hatiku, demi mencari sebuah kebenaran.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer punk5
punk5 at Luka (bag. 2) (12 years 15 weeks ago)
100

not bad...

Writer adepretu
adepretu at Luka (bag. 2) (12 years 15 weeks ago)
100

hmffhh....
terkadang untuk mengetahui kalau kita benar sudah atau akan membuka mata hati dan segala sudut pandang, butuh waktu yang sangat panjang je!
bahkan panjangnya waktu itu pun tak bisa menjanjikannya...

dan itu pun, berujung dengan rasa......