Arti Hidup
Apa sesungguhnya arti hidup ini?
Bangun pagi, kadang sarapan kadang tidak
Pergi ke suatu tempat, berkutat
Pulang,
Matahari terbenam
Istirahat
Pejamkan mata
Mimpikan mimpi
Tentang indah sebuah padang berbias mentari
Apa yang kau cari dalam hidup ini?
Uang?
Kuasa?
Popularitas…atau hanya
Cinta?
Yang mana? Cinta sejati atau yang semu?
Cinta yang ada dihati atau di bibir saja?
Read more (428 words)
Apa yang kau ingin dari hidup ini?
Kala airmata bergulir sebab kau mendapat musibah
Atau ketika tawa bertingkah sebab kau mendapat anugrah
Apa yang hidup bisa berikan
Selain janji
Yang belum tentu tertepati
Mengapa kau ingin hidup?
Bukankah tidur lebih baik jika kita terus didera gulana?
Bukankah mati masih lebih baik jika raga tlah tak berdaya?
Bukankah sembunyi lebih baik dari sekedar melongok tetangga
Lewat jendela?
Hidup kita
Hakikatnya adalah sebatang kara
Tak ada yang lain hanya kau dan Dia
Semua datang dan pergi
Tak ada yang abadi
Kecuali Dia yang Maha Memandang
Dengan kasih tak terbalas
Hidup kita
sejatinya adalah pencarian tanpa henti
jauh ke dalam diri sendiri
lewat mata orang lain
lewat pikir orang lain
tapi rahmat-Nya
sekalipun tak pernah tertukar
karena benar
hidup ini
adalah pencarian hakiki
makna dan fungsi diri sendiri
agar hasilnya dapat kita bawa pulang
sebagai laporan pada yang Maha Penyayang
lalu bertanya…
Apakah benar ini diriku ya Rabb?
Apakah benar caraku mendefinisikan kefanaanku
Di hamparan suci bumi-MU
Apakah dosaku telah luruh
Dengan 5 kali menyelam dalam
Ke sungai kesucian?
Dengan rangkaian zikir dan sholawat
Yang kadang lupa kulafadzkan
Apakah benar ini hatiku ya Kekasih?
Seorang saja yang kurindukan
Lebih dari rindu matahari pada rembulan
Seorang mulia yang membuat jantungku nyaris lepas
Karena kebas
Oleh rahasia
Oleh rasa ingin jumpa
Oleh gila ingin menyentuh tangannya yang mulia
Kekasih-MU
Satu-satunya Kekasih-Mu
Sebab muasal dunia dan seisinya
Tolong aku wahai yang Maha Rindu
Ijinkan bertemu walau sekejap
Agar kutahu wajah mulia kekasih-Mu itu
Agar dapat kusentuh tangannya yang mulia
Karena dada ini sudah terlampau bara
Semoga akhirnya sampai jua pada Engkau
Muara segala yang fana..
Aduhai bila aku sampai pada diri-Mu?
Rindu ini
Rindu ini
Rindu ini
Rasa cinta ini
Rasa berdebar ini
Tak tertanggungkan…
Maka akhirnya
Apakah arti hidup ini?
Selain mengukuhkan keabadian-Mu
Selain berma’rifat pada diri-Mu…
Selain menghamba,
Selain merindu
Selain mengharap
Selain mencinta..
Kekasih
Akan mampu kulewati hari-ini
Yang suram mau pun yang cerah
Yang gundah maupun yang indah..
Akan kutanggung sendiri
Jika Engkau yang mengendalikan..
Jangan biarkan aku melangkah sendirian
Tanpa Engkau pedulikan
Aku
Ini
Hanya tiada…
Semua titipan-Mu
Padaku
Dalam hidup yang singkat ini
Wahai kekasih…
Sungguh jangan buat aku
Melupakan Engkau dan kekasih-Mu
Sungguh..
Jadikanlah mereka
Permata yakut dan marjan yang berkilauan
Namun tak melenakan
Yang mampu membuat bibir dan hatiku
Tak henti bersyukur pada-Mu
Yang membuat sholawat selalu indah melingkar
Dalam berkah
Wahai pencinta
Inilah sebenarnya arti hidup
Yang fana
Darul Bala’ (wadah masalah)
Yang bisa tercerabut kapan saja.
Samarinda, 13 Maret 2007
Rating Views: 3668 reads
Comments: 13
Rating:
Favorites You have to login to access this feature
click here Flag You have to login to access this feature
click here
Be the first person to continue this post
Hidup, rutinitas, dan cinta begitu berarti bagi sebuah keinginan, cita-cita, sebuah tujuan pencarian. Pertanyaannya adalah, apa sebenarnya yang sedang dicari?
aku ada puisi jawabannya loh...:)
Wah, kerennya... hebat lah ini mah..cuma ada beberapa kata yang gw ga ngerti...-_-
Bagus banget! Gue suka gaya lo! :P
suka ini
Bagaimana kalo mati? apa yah artinya? jelasin donk!
relgius euyyyyyyyy
plokkkkkkk.....plokkkkk
aku suka bgt
puisi sebenarnya sangat subjektif... kita dapat menilai puisi itu bagus atau tidak dari feel-nya... jadi nilai ini adalah nilai dari feel yang kudapat dari puisi ini...
plok plok plok... *tepuk tangan*
bagus deh
pada akhirnya hanya aku dan kau, tidak ada dia ato mereka
aku hanya bingung ama kata2 ini "Bukankah mati masih lebih baik jika raga tlah berdaya?" maklum masih pemula
hmmm...