Lalu pada jiwa yang abstrak
Aku bertanya pada rembulan
Siapa angin itu?
Dari mana malam itu?
Karena lentera
Karena hujan
Karena ungu
Di pintu
Di jendela
Di mana-mana
Lembut
Abstrak
Di hati
Menebar rahmat
Dan di sini aku
Memandang takjub selamanya
Pada agung-Mu. Samarinda, 2002
Rating
77
points
Views: 287 reads
Comments: 10
Rating:
Comments: 10
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Nice,... :)
Muanteb..
mampir ke puisiku ya
http://www.kemudian.com/node/231595
Bertafakur tentang ke adaan-Nya, dalam ke tiadaan-Nya..
gw juga suka bikin puisi pake awalan lalu.. hahhaa. kesannya mistis.
kok lalu seh... awalnya mana... hehehe
abstrak..... ??? ya abstrak...... =D> =D> =D>
aku lebih suka puisi kamu yg ini ^^
meski gak ada spasi tapi mudah dicerna (lah,emang mknan hehehe)
gud... =)
nice
great....
good...
smangat y..
naiz ..
Assalamu'alaikum
Salam kenal...
Bagus, sedikit dipoles lagi...
Lihat karya2 saya juga ya...
^_^