Kereta express kahuripan melaju terguncang-guncang membelah kegelapan malam. Gerbong tiga ini penuh sesak, jangankan tempat duduk, kolong-kolong kursi pun penuh manusia yang berusaha tidur sekedar merebahkan badan. Iri juga aku melihat mereka yang bisa menikmati tidur barang sebentar melepaskan kelelahan yang kian lama kian membebani badan.
wuis keren euy...saya juga tiap hari naek kereta tapi ga da momen buat merenung,,abis bejubel seh keretanya..(maklum krl ekonomi)...
tapi..it's a cool story..
Wah, sederhana tapi bagus juga. Kebetulan banget, saya baru minggu lalu ngerasain naik kereta ekonomi ini. Murah meriah, ada seremnya juga, tapi emang pengalaman merenung yang penuh makna buat saya.
ceritanya bisa membawa pembaca untuk hanyut dalam suasana yang ada dalam cerita itu yaitu di dalam kereta.Bahasanya sederhana,lugas,dan mudah dimengerti.Selain menceritakan seseorang yang menempuh perjalanan di dalam kereta juga menceritakan betapa kotornya kereta dengan kelas rendah yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.
sebuah cerita diskripsi yang sangat mengasyikkan. penulis dengan cermat menulis detik demi detik yang dilalui. sebuah keahlian tentunya.
Tapi cerita yang dibangun tidak mempunyai konfilk, baik itu dari dalam diri penulis ataupun dgn orang lain.
entah sengaja atau tidak hal ini menjadi kelemahan cerita ini.
beberapa kali aku membaca cerita yang settingnya di kereta. bahkan aku juga mengawali draft novelku dengan kejadian di kereta rel listrik (KRL). pertanyaannya, kenapa ya bercerita di kereta itu mengasyikan?
btw.... btw.... ilustrasinya kereeen!!! jadi kereta tu kaya gitu ya... blom pernah sih, soalnya kata mama ngga aman, he... he... he... cerita bagus, ngena bGt di hati,
Saya jarang naek kereta, malah bisa dihitung jari, itupun ketika masih kuliah dijogja. coment saya :deskripsinya terlalu lengkap...
kurang ada ruang kosong untuk saya bermain dengan imajinasi saya dalam cerita anda. Tapi bagus koq...
cerita bagus banget, sangat realistis..
aku ngerasa cerita ini sering aku alami, ketika aku harus pulang ke kampung halaman memakai kereta yang sangat penuh dan berdesakan, karena jalur kereta yang ada cuman satu.. jadi terpaksa..
Cerita di KRL ini seperti hidup kita..
Kita harus berjuang dengan mengeluarkan keringat, menerima perlakuan yg hina,uji kesabaran dan harus mau mengalah dgn org yang lebih terhormat, itulah hidup..
TAPI salut untuk perjuangannya
bravo...
Membaca cerita ini, aku teringat kembali kenanganku saat menaiki kereta Yogya-Semarang. Yah, walau keretanya tidak seburuk kereta dalam cerita ini, aku merasa dunia perkeretaapian di Indonesia masih jauh dari cukup.
keren.. ^^b
deskripsi nya bagus
seakan saya sedang menaiki kereta tersebut
bagus bgt penataannya.....
sep"
Bagussss :)
=D>
hmmmmm, suasana kereta api. boleh dunk kasih komen aku ke ceritaku dengan judul: Pelempar Kereta Api.
TeOpE BeGeTe...
bagus............
bagus banget.....
nice story mbak!
aku suka nih.. detail bgt ya..
waah, baru kali ini melihat point begitu banyak.
cerita ini seperti penggalan sebuah novel, sangat detil.
bagus nih
ide critanya asiik..
aq dlu pernah pngen bwt crita pengalamanq pas d kereta (pgalaman pertama naek kereta..) tp g ksampean..
hehe..
Lumayan tuh ceritanya. Ada deskripsi bagus tentang suasana di kereta api. Ada banyak bahasa yang terus terang dan spontan diucapkan..
wuis keren euy...saya juga tiap hari naek kereta tapi ga da momen buat merenung,,abis bejubel seh keretanya..(maklum krl ekonomi)...
tapi..it's a cool story..
Wah, sederhana tapi bagus juga. Kebetulan banget, saya baru minggu lalu ngerasain naik kereta ekonomi ini. Murah meriah, ada seremnya juga, tapi emang pengalaman merenung yang penuh makna buat saya.
terasa flat kah?
membawakan situasi yang menarik juga, bener2 cerpen deh.
ceritanya simple..tapi ngena suasananya..
bagus
ceritanya bisa membawa pembaca untuk hanyut dalam suasana yang ada dalam cerita itu yaitu di dalam kereta.Bahasanya sederhana,lugas,dan mudah dimengerti.Selain menceritakan seseorang yang menempuh perjalanan di dalam kereta juga menceritakan betapa kotornya kereta dengan kelas rendah yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.
sebuah cerita diskripsi yang sangat mengasyikkan. penulis dengan cermat menulis detik demi detik yang dilalui. sebuah keahlian tentunya.
Tapi cerita yang dibangun tidak mempunyai konfilk, baik itu dari dalam diri penulis ataupun dgn orang lain.
entah sengaja atau tidak hal ini menjadi kelemahan cerita ini.
Baru baca yang bab I,,penggambaran suasana di kreta bagus juga..Tapi opini si aku terlalu tergesa-gesa ya...
Great Job
tentang kereta, sang kaki besi tanpa lelah, selalu mengundang inspirasi...
nice
tapi jg ngasi kesan tenang n damai..fiuhh...
yg jelas, sbuah ilustrasi yg indah n nyata sekaliii ^_^
cerita pertama yang dibaca. belon baca yang laen, tapi untuk yang satu ini lumayan lah. hehe sory, LAM KENAL EVERY BODY.
sorry, tapi kurang nyaman bacanya. mungkin perlu diatur cara penulisannya?
cuma kritik loh . . . :)
sastra nya lumayan, cuma kurang kalimat langsung yg bikin lebih live gt sukses neh
seperti di dalem kereta beneran, padahal aku udah lama nggak naek kereta. jadi pengen naek kereta..
ceritanya ngalir, tp mungkin akan lebih bagus klo dibuat lebih hidup dan humanis gitu deh... berjuang terus...
Kahuripan emang layak dibicarakan. salah satu kandidat dalam kumcer nanti.
terlalu berkepanjangan.....
nggak menggugah hati... en kesan biasa aja..
bagus cerita tentang keretanya tuh
beberapa kali aku membaca cerita yang settingnya di kereta. bahkan aku juga mengawali draft novelku dengan kejadian di kereta rel listrik (KRL). pertanyaannya, kenapa ya bercerita di kereta itu mengasyikan?
ketika kulihat kecoak-kecoak kecil merayapi kursi-kursi tanpa takut buat aku jd lbh penasaran oke jg ni... lagi2x dong
ceritanya bagus.....penulis nyertiain dengan detail perasaan dari karakternya, jadi kadang2 kita juga ikut2an ngerasain apa yg dirasa.
bagus bgt...
wah... ceritanya ngingetin aku ma perjalanan2 yang sering aku tempuh pakai kahuripan.
nice....
btw.... btw.... ilustrasinya kereeen!!! jadi kereta tu kaya gitu ya... blom pernah sih, soalnya kata mama ngga aman, he... he... he... cerita bagus, ngena bGt di hati,
kerjaannya jadi masinis ya......
ceritanya bagus banget
Saya jarang naek kereta, malah bisa dihitung jari, itupun ketika masih kuliah dijogja. coment saya :deskripsinya terlalu lengkap...
kurang ada ruang kosong untuk saya bermain dengan imajinasi saya dalam cerita anda. Tapi bagus koq...
Saya juga suka naik kreta. Kelas Bisnis, sih. Jadi kangen..
wah, ceritanya benar-benar bagus! that's so imaginative! ->_<-
Your story is very good
kisah nyata ya???
yah..kereta indonesia..dah bau pesing banyak copet,tua lagi...
cerita bagus banget, sangat realistis..
aku ngerasa cerita ini sering aku alami, ketika aku harus pulang ke kampung halaman memakai kereta yang sangat penuh dan berdesakan, karena jalur kereta yang ada cuman satu.. jadi terpaksa..
keren banget cara si penulis menggambarkan setting cerita.
sangat menyentuh dan memberikan gambaran tentang cerita yang nyata dan benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari - hari...
Cerita di KRL ini seperti hidup kita..
Kita harus berjuang dengan mengeluarkan keringat, menerima perlakuan yg hina,uji kesabaran dan harus mau mengalah dgn org yang lebih terhormat, itulah hidup..
TAPI salut untuk perjuangannya
bravo...
setting di dalam KRL membuat yang ngebaca begitu dekat, khususnya pembaca yang sering gunakan KRL. deskripsinya jelas
Membaca cerita ini, aku teringat kembali kenanganku saat menaiki kereta Yogya-Semarang. Yah, walau keretanya tidak seburuk kereta dalam cerita ini, aku merasa dunia perkeretaapian di Indonesia masih jauh dari cukup.