Kulitnya lusuh dengan keringat tersimpan rapi di tiap lipatannya
Setibanya mengurus pemakaman rutin hari harinya
Ia segera bergegas menjambak handuk yang terlipat diatas pembaringan tuanya
Penat terlihat sekali mulai dari lutut sampai siku hidupnya
Matahari sejak tadi setia mengggiringnya, kini hanya sedikit mengintip
Ritual sebelum mandi segera dikerjakan, kulitnya dikuliti
Sedikit demi sedikit dari kulit kepala sampai kulit kemaluan
Ritual mandinya belum tuntas
Kulit kaki belum lepas
Nanti malam masih dipakai jalan
Macul,14maret07

begitu kabut!
asyik, enak, temanya aku juga suka
Apalagi judulnya... hehehehe
provokatif banget
puisi sebenarnya sangat subjektif... kita dapat menilai puisi itu bagus atau tidak dari feel-nya... jadi nilai ini adalah nilai dari feel yang kudapat dari puisi ini...
gheta makin oke aja mengeksplorasi tubuh
... aneh?
weird
Bagus banget!
hiks... itu khan bukan paragraf... cuman lahannya aja kurang lebar.
hehehehe...
aku suka gaya bahasanya, tapi klo ini puisi kok ada paragrafnya, setahu aku puisi khan terdiri dari bait.