lelaki di dalam kakus

lelaki itu memasuki kakus dalam sisa larinya dalam himpitan dua paha. buru-buru dia menurunkan celana dan berjongkok, melanjutkan kembali kenyamanan rokok kretek yang baru saja dinyalakannya. dihisapnya dalam-dalam rokok itu sambil sesekali mengejan. perutnya benar-benar tidak beres. seharusnya sambal terong kesukaannya menjadi pengobat kangen pada masakan ibunya yang sudah beberapa bulan tak dinikmatinya malah menjadi obat pencahar paling ampuh. lega sekali, dia berucap setengah berbisik. mulailah dia berpikir.

pikirannya masih sama seperti beberapa hari yang lalu, tentang sosok gadis yang disukainya sejak masa smp. sangat sulit baginya untuk menata perasaan, sehingga hari sehari sebelumnya dia memutuskan untuk pulang kampung, pulang ke kota selama ini dia tumbuh, dan kota tempat gadis itu menjadi perempuan. sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. dalam sepuluh tahun itu dia banyak menemukan pengalaman yang belum pernah ditemuinya, berjalan-jalan, merasakan banyak hal, bertemu banyak orang, dan bertemu dengan cinta-cintanya, yang pada saat itu dia anggap sebagai cinta sejati.

pikirannya kembali kepada masa-masa smp. waktu itu, gadis itu begitu menarik. dengan rambut panjang dan lurus dan senyumnya yang selalu membuat hatinya berdesir, dan membuatnya berkhayal memanjat water tower di alun-alun kota lalu menjatuhkan dirinya sehingga besok masuk koran kota dan menjadi terkenal, sehingga gadis itu tertarik padanya. entah berapa kali dia menyusun strategi untuk bisa sekedar bertemu dan mengungkapkan isi hatinya, dia mencintai gadis itu. dengan cinta yang sederhana, sependek pantalon yang dia pakai sehari-hari. tetapi rencana-rencana itu kandas ketika dia mulai mencoba untuk memulainya.

cintanya pada gadis itu hanya sebatas keinginan yang selalu kabur seperti bayang-bayang orang di tengah hujan pada malam hari. siapa saya ? pikirnya, tak punya apa-apa, otak juga pas-pasan, apalagi uang. saat itu pikirannya selalu saja diributkan oleh uang jajan yang selalu saja dirasa kurang dan dia harus bisa membuatnya cukup untuk ongkos transport sebulan. suatu ketika temannya bercerita, kemarin habis mentraktir pacarnya, dan dia hanya terbengong karena ternyata uang yang dikeluarkan si teman sama dengan uang jajannya setengah bulan.

minder, kata dia dalam hati, buang hajat belum juga tuntas, bahkan mungkin tersendat karena pikirannya ke sana ke mari. waktu itu, dia mengumpulkan gambar si gadis, lalu menyimpannya, mencari-cari informasi tentang si gadis diam-diam, lalu menulisnya di lembar belakang buku filateli. kadang, dengan bakat pas-pasan dia menggambar wajah si gadis di kertas HVS bekas, lalu menikmatinya tiap malam. membayangkan satu dua jam ngobrol dengannya, dan mungkin ada sebuah ciuman untuknya sebagai imbalan untuk cerita bualannya.

hingga suatu ketika perasaan itu hilang dan dia memulai untuk berhubungan dengan orang lain. cinta mungkin, tetapi sekarang, berpikir tentang cinta saat itu sangat tidak mungkin. si lelaki tertawa, dihisapnya lagi rokok kretek untuk menghilangkan bau jamban. waktu itu ada seorang gadis menarik dan si lelaki mengatakan perasaannya dan mereka berhubungan. bahkan waktu itu ciuman belum masuk ke perbendaharaan kata dan perilakunya. entah untuk apa, tetapi mereka berhubungan dan selesai dengan alasan yang tidak jelas. si lelaki semakin tidak percaya diri.

gadis itu adalah gadis impiannya, meski tak pernah dia mengenali bahkan berbincang dengannya. dia ingat suatu ketika, dia membaca novel dari jendela smp, di situ diceritakan tentang dua orang berpacaran hingga si perempuan hamil dan dia ketakutan. akhirnya dia putuskan untuk tidak lagi-lagi bersentuhan dengan kata pacaran. kenangan tentang si gadis pun kandas sampai di situ.

beberapa tahun kemudian, kurang lebih sepuluh tahun atau beberapa bulan yang lalu, si lelaki bertemu dengan si gadis di sebuah reuni smp beberapa hari sesudah lebaran. masih seperti dulu, dia masih menarik seperti dulu, mungkin sedikit lebih gemuk dan wajahnya sedikit lebih tua. si lelaki masih membayangkan gadis dengan rok biru tua, gadis yang waktu itu dia suka dan sekarang pun masih seperti itu. dia pasti sudah memiliki kekasih. ah sudahlah, aku akan bertemu orang lain, bukan dia, dia adalah bagian dari masa lalu, begitu pikirnya.

saat itu dia sedang berhubungan dengan orang lain, tanpa kejelasan, dan pada saat bersamaan, dia juga berhubungan dengan orang lain lagi, dan baginya menambah satu gadis adalah menambah masalah. apalagi gadis itu sudah memiliki kekasih. begitu juga dirinya. akhirnya pertemuan itu berakhir menjadi bagian masa lalu si lelaki. hingga suatu ketika si gadis pergi bekerja di kota yang sama dengan si lelaki. mereka bertemu lagi dan mulai bercengkerama tentang banyak hal. dan si gadis terkejut dengan apa yang dikatakan si lelaki, dia masih mencintai si gadis.

sekarang di dalam kakus, otaknya hampir serupa dengan apa yang sedang dia keluarkan, pikirannya kacau hingga memutuskan untuk berhenti bekerja lalu pulang ke kampung halamannya, tempat dia dan gadis itu tumbuh. meninggalkan hingar bingar kota sekaligus akal pikirannya yang selama ini diasah di kota sebagai mesin uang, demi si gadis.

"Le ... buruan, tuh ada temen kamu, si Ajeng" teriakan emaknya mengagetkan lamunannya yang melayang ke mana-mana. terdengar suara gelas beradu dengan sendok teh, ibunya sedang membuatkan minum, tanpa pikir panjang, dia berdiri lalu keluar dari kakus, bergegas ke depan menyambut gadis yang dicintainya. wajahnya mengembangkan senyum kerinduan tahunan dan tangis tertahan seorang bocah desa yang lugu. dan senyum itu terhenti seketika berganti raut muka memprihatinkan, raut muka bocah desa, seraya mundur beberapa langkah dia berkata "maaf, saya lupa cebok".

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Rijon
Rijon at lelaki di dalam kakus (10 years 45 weeks ago)
50

EYDnya perhatikan!

Penggunaan huruf kapitalnya juga (di awal tiap kalimat gunakan huruf kapital)

Writer izayoi
izayoi at lelaki di dalam kakus (11 years 14 weeks ago)
70

wkwkwwk mas ide nya top abis...

Writer cibo
cibo at lelaki di dalam kakus (11 years 16 weeks ago)
80

mayan membuat pipi atas ku mengenyit.

Writer noir
noir at lelaki di dalam kakus (11 years 16 weeks ago)
70

Monolog yang menarik ^^ Sepertinya akan akan lebih hidup jika disertai penggambaran emosi dan penggalan kisah lalu, tidak hanya bercerita.

Btw butuh edit ulang untuk EYD dan penggunaan huruf besar kecil (atau memang disengaja?)

Writer conan
conan at lelaki di dalam kakus (11 years 17 weeks ago)
90

Cebok dulu gih.....
Saat aku baca judul ceritanya,aku g begitu minat tapi penasaran.
Setalah ku baca ceritanya,
A S I K ...........
Top DEH.... Kutunggu cerita lainya...

Writer puspita dewi
puspita dewi at lelaki di dalam kakus (11 years 17 weeks ago)
90

aku justru suka endingnya.....nggilani!

Writer Nanasa
Nanasa at lelaki di dalam kakus (11 years 17 weeks ago)
80

Endingnya kok jadi komedi??????
ha ha ha...
btw, penulisannya masih perlu di edit lg tuh, terutama kapitalisasi hurufnya.

Hi hi, keep writting ya...

Writer cat
cat at lelaki di dalam kakus (11 years 17 weeks ago)
70

he5
g kirain cerita apa..
g sukaaa endingnya.