Dunia ini terlalu banyak dipenuhi oleh kritik. Sedikit kesalahan akan membuatmu terlihat seperti itik di tengah kumpulan angsa. Tidak ada lagi kata maaf. Semua seperti dusta yang selalu khilaf. Pertobatan itu bukan kata. Ia hanya sebuah nada yang tak bernyawa. Tidak ada bentuknya.
intinya masih tetap nda terlalu ngerti
namun tiap pemenggalan cerita memilikimasalah yang beda, namun ujung-ujungnya memang cuma satu, masalah kehidupan yang dipersonifikasikan ke dalma banyak hal untuk memperindah tata kalimat seklaigus membuat bingung. heeee
Pertengkaran antara aku dan saya.
Suasana intropeksi diri ??
berusaha menjelaskan konflik yang hanya kita sendiri mengetahui ?
apa sih ??
Jika melihat dari sudut pandang orang ketiga jelas sangat membingungkan.
Cerita ini bukan sekedar permainan kata.
Karena cerita ini tidak biasa maka gw berusaha melihat dari sudut pandang tak biasa.
Hasilnya ?
Sungguh tidak biasa...
sampai-sampai aku tak bisa menuliskan karena sulitnya mencari kata.
another intense cerpen nihh kev! keren keren. dan, with no offense to fellow cerpen-ers yang udah komen dibawah, sepertinya bahasanya sah-sah aja tuh. masih bisa dimengerti. menurut gwe loohhh. x) anyways. great work bro! keep it up! =D
baca deh di atas:
kita yang memilih, ato keinginan kita yang memilih?
apakah kita mengontrol keinginan kita?
nafsu... kita?
dan masalah penggunaan gemulai pada rambut, tidak ada yang salah dengan itu, bukan? penggunaan ini memperkuat personifikasi pada rambut, menambah kesannya yang hidup.
Apapun itu arti dari cerita ini, aku ga menyalahkan kamu yang membuat cerita ini hingga aku tak mengerti.
Aku salahkan saya,
walau aku tahu saya diciptakan oleh saya yang lain.
Cerita harus dapat dimengerti?? Apakah kamu salah?? tidak!!
Saya yang salah, membaca tiga kali namun tidak dapat mencari celah yang bisa saya temui untuk mengerti.
Saya yang salah. Tapi tetap saya memberi nilai dan berkomentar, untuk permainan kata-kata yang tidak biasa.
^_^
intinya masih tetap nda terlalu ngerti
namun tiap pemenggalan cerita memilikimasalah yang beda, namun ujung-ujungnya memang cuma satu, masalah kehidupan yang dipersonifikasikan ke dalma banyak hal untuk memperindah tata kalimat seklaigus membuat bingung. heeee
Pertengkaran antara aku dan saya.
Suasana intropeksi diri ??
berusaha menjelaskan konflik yang hanya kita sendiri mengetahui ?
apa sih ??
Jika melihat dari sudut pandang orang ketiga jelas sangat membingungkan.
Cerita ini bukan sekedar permainan kata.
Karena cerita ini tidak biasa maka gw berusaha melihat dari sudut pandang tak biasa.
Hasilnya ?
Sungguh tidak biasa...
sampai-sampai aku tak bisa menuliskan karena sulitnya mencari kata.
another intense cerpen nihh kev! keren keren. dan, with no offense to fellow cerpen-ers yang udah komen dibawah, sepertinya bahasanya sah-sah aja tuh. masih bisa dimengerti. menurut gwe loohhh. x) anyways. great work bro! keep it up! =D
Aku menyalahkan saya.
Saya menyalahkan aku.
Aku, menyalahkan saya.
Semua salah saya.
Bukan aku.
Salah saya.
Bukan aku.
Salahkan saya!
Jangan aku.
Saya.
Aku.
knp bagian yg itu aja gw jadi sedikit pusing ya?...
ku salahkan penulis saja ah.. ^^
ngga ngertiiii
wah, perkiraan saya nggak jauh meleset ri tag yang dibuat penulisnya. Kekeke...
baca deh di atas:
kita yang memilih, ato keinginan kita yang memilih?
apakah kita mengontrol keinginan kita?
nafsu... kita?
dan masalah penggunaan gemulai pada rambut, tidak ada yang salah dengan itu, bukan? penggunaan ini memperkuat personifikasi pada rambut, menambah kesannya yang hidup.
sekian.
sumpah gak paham, kok ada ya rambut gemulai setahuku tubuh yang gemulai.
Aku sayang dia. Lentik kakinya. Gemulai rambutnya. Silih berganti kecupnya. Aku sayang kamu, katanya.
ada penjelasan ???
nggak ngerti......
kata2nya susah, hehe..
saya adalah saya
saya adalah saya
saya adalah saya
saya akan tetap menjadi saya
tak ada yang salah dengan saya...
inilah saya
saya salah/!?
Apapun itu arti dari cerita ini, aku ga menyalahkan kamu yang membuat cerita ini hingga aku tak mengerti.
Aku salahkan saya,
walau aku tahu saya diciptakan oleh saya yang lain.
Cerita harus dapat dimengerti?? Apakah kamu salah?? tidak!!
Saya yang salah, membaca tiga kali namun tidak dapat mencari celah yang bisa saya temui untuk mengerti.
Saya yang salah. Tapi tetap saya memberi nilai dan berkomentar, untuk permainan kata-kata yang tidak biasa.
^_^