Bertengkar egoku yang mau berdiri tegak dengan selembar catatan malaikat beberapa hari yang lalu. Waktu sebuah penghapus menggosok punggungku sampai panas dan lecet, aku bersumpah takkan menzinai ideologiku sendiri. Sebuah keyakinan yang menetas dari tekanan manusia gila.
Mereka merasa diri mereka raja, lainnya budak! Mereka minta dipecut dengan sutra- sutra halus buatan India, sementara dipasar orang berebutan membeli karung goni untuk menutupi aurat. Jangan-jangan mereka memang ingin melihat orang telanjang bolak-balik didepan muka mereka, gratisan.
Wanita kini menjual dirinya pada wanita, pria juga sama. Tukang pos di kampung mulai bingung, kartu kasih sayang dikirimkan dari Pak Lurah Untuk Pak Camat yang kangen. Dunia sudah jungkir balik, tapi gravitasi belum tirus bautnya. Tinggal tunggu peluit yang beberapa kali lalu hilang semuanya.
Hidup begitu sederhana. Lahir, hidup sambil pamrih pada Tuhan, lalu mati. Selanjutnya masuk syurga atau neraka. Konon syurga dan neraka mempunyai kualifikasi tertentu untuk masuk ke dalamnya. Kalau belum percaya, tanya saja para pemuka yang tahu mana dosa atau pahala…..tangan-tangan Tuhan kah? Sampai-sampai anak-anak kecil takut menggunakan tangan kirinya. Padahal itukan juga anugerah-Nya.
Sebenarnya makhluk apa yang otak dan nuraninya masih bertemu di satu titik? Seseorang yang masih mempunyai keinginan kuat untuk membangun syurga di dunia yang tanah, bukan yang tanahnya langit atau permata.
Orang cerdas tau dunia ini tiga perempatnya neraka, berarti masih ada sisa lahan untuk membangun pondasi syurga, supaya anak bayi hidup bersih, bukan cuma jauh dari sampah organis atau nonorganis tapi dari orang-orang yang membuang sampah nuklir sembarangan kecomberan. Manusia jahat yang membiarkan orang miskin menekuk lututnya yang ngilu kena radiasi. Saking sakitnya tulang, gigi dan rahang mereka, pecutan tukang kuda malah mereka kira pijitan dukun yang menyembuhkan. Terlindas…..
dikirim riela2002 43 minggu 4 hari yang laluTag:








