- Mimpi ku hanya mimpi ku -

48
points
"

cerita pertama setelah sekian lama...Ar,vieee,mba arien arda,mba kucing betina, semuanya, tolong saya,tolong saya memperbaiki neh crita. dengan kalimat-kalimat sadis kalo bisa.agar saya bangkit, tidak bermimpi lagi...terimakasih...

"

Duduk sendirian dengan perasaan yang begitu galau,,
Kamu datang dengan derap langkah mu yang begitu tenang,,
Bersama dengan ku,,
Duduk disamping ku sore itu,,
Namun bukan dengan perasaan yang sama dengan ku
Mungkin bertanya dalam benak mu
Ada apa dengan ku

Dan jika aku mengerti ,,
Aku pasti menjawab
Dengan ke pura-puraan seperti biasanya
Ga ada apa-apa
Hanya menikmati suasana temaramnya sore ini
Bersama mu
Bersama ku

***

“Lhappp....””
Autch silau!!
Terangnya lampu kamar menyorot dengan kejam di wajah ku.
Ada apa dengan lampu itu?!
Toh aku tidak pernah punya masalah dengan nya!

”ah...empukk..”
Hhhh...ternyata mimpi dengan kenyataan berbeda dengan begitu timpangnya.

Suasana sore itu, hangat dan dingin angin menyapa juga.
Tenang...
Hanya aku dan dirinya

Panas.
Sumpek!
Aku terbangun di kamar ku, yang mungkin jarang orang menyebutnya ini sebagai KAMAR. Kecuali aku sendiri.

“urgghhhh....”
Melenturkan otot-otot tubuh adalah hal yang wajib ketika aku terbangun dengan mimpi yang memang sudah aku ingin kan.

“kaca..dimana kaca!!”

“disana.itu..kamu menaruhnya dengan tumpukan kertas-kertas kerja mu..”pikiran ku yang jernih memberitahu ku..
“argghhhhh....hmmm..ummm...”

Hanya wajah hitam, rambut awut-awutan dan cekungan mata gelap, ku temukan disana.
Ga ada manis-manisnya...apakah ini wajah seorang PEREMPUAN?

Satu yang terlupa, aku belum memperkenalkan diri ku..
Aku..nama ku, ,

Panggil saja aku, SABRINA.
Ugghhhh, sudah lama aku ingin memakai nama itu. Hanya saja perlu bermuka tebal lagi jika memakainya. Nama itu kereeennnn banget.

Aku Arsitek. Bukan sih, belum jadi Arsitek. Aku hanya Calon, ingat Calon. Tapi apa salahnya bermimpi dan mengharap.

***

“nanti taruh tugas-tugas ini di ruangan saya.” Pak Rullan memberi amanah.

Hmm, ruangannya pak Rullan. Ruangan dosen.

Dengan tugas-tugas yang lumayan banyak, aku naik ke lantai 2. mencari-cari ruangan yang bertuliskan Ir.Rullan. M, MT. Setelah beberapa pintu terlewati, di pintu ketiga akhirnya ketemu juga.

Bla..bla..bal...dan bla.....yang panjang...

Aku keluar dan berjalan ke jembatan yang menghubungkan ruang dosen dengan Lab.Hmmm...aku melihat seseorang yang tidak asing di mata ku. Kaos merah putih garis-garis horizontal dengan perawakannya yang tidak begitu tinggi namun mungil. Aku mengenalnya, Lazib namanya. Senior ku tingkat 4.

“weitzzz yang pake kaos merah putih....mau kemana mas, ko kayaknya nunggu seseorang?”

Dua baris sms kukirimkan ke pada nya.

***

Duduk dengan mengharap
Sesuatu yang jelas terlihat tak pasti
Sore itu, suasana nya begitu temaram
Mendamaikan hati ku yang gelisah

Kamu datang
Setengah berlari
Dengan wajah mencari-cari
Seakan-akan berkata
“dimana kamu, put”

Andaikan aku mengerti
“aku disini, tidak jauh dari mu”

Kamu datang bersama suara nafas mu yang sedikit memburu
Mata mu yang lelah seakan bertanya
Kenapa ga masuk

Dan andaikan aku mengerti
Aku terlalu malu untuk menemui mu

Duduk di samping ku
Kamu berkata
Jangan sms lain kali
Masuk saja
Aku akan senang

Dan aku tersenyum simpul mendengar mu

***

“hoi...Put! ngapain disini sendiri?!” senior ku yang satu itu mengagetkan ku dengan senyum seringainya yang lebar.

“lagi ngapain?! Lagi tidur-tiduran.” Jawab ku sekenanya.

hh...dingin ya...
aku lupa memakai jaket hari ini...

Sepertinya tadi aku bemimpi LAGI...

***

Sepertinya hobby ku bermimpi. Bagaimana tidak...
Dalam hari-hari ku, tak pernah aku lepas dari mimpi-mimpi ku.
Apalagi ini mimpi ku semuanya tentang dirinya.

“assalamualaikum....aku pulang...”

Ga ada sahutan...sepertinya lagi-lagi rumah neh kosong...
Apa emang penghuninya Cuma aku..
Aku lupa...

Hmmm....
Rasa lelah yang teramat, menggandoli tubuh dan pikiran ku.
Tanpa mencuci kaki dan ganti pakaian, aku langsung merebahkan tubuh ku..

Hmm....nyamannya....
Aku rasa ini tempat yang paling nyaman dari lainnya..
Kasur ku yang ku cinta...

1...2...3...4...5...6...7...8...9...dst

Aku mulai terlelap...

***

Berdiri dengan senyum yang paling lebar
Kamu berdampingan berjalan bersama ibu mu
Ada rasa bangga yang terlihat dari senyum mu
Aku lulus
Kata mu

Aku mengamati gerak mu dalam diam ku
Diparkiran dibawah teduhan dari terpal
Pemandangan akan diri mu begitu jelas tergambar

Kamu melihat ku
Menghampiri ku

Seikat mawar tergenggam lemas di tangan mu
Sepertinya sudah beberapa jam yang lalu
Dari junior kata mu

Bercerita panjang
Berucap lebar
Kamu begitu senang
Terdengar dari ketukan irama emosi ucapan mu

Semakin lama bibir mu bergerak
Semakin perih perasaan ini seperti di iris-iris
Lama...
Aku terlalu lemah untuk menahannya

1..2..3..4..5..6..7..8..9..dst

“Lhappp....”

Autch silau!!
Terangnya lampu kamar menyorot dengan kejam di wajah ku.
Ada apa dengan lampu itu?!
Toh aku tidak pernah punya masalah dengan nya!

Aku terduduk
Diam.
Dan aku merasa
“basah”
Sepertinya ada air yang keluar dari mata ku.

“hmm ada apa nii? Kok air?”

Suasana pagi itu, hangat dan ramah angin menyapa juga.
Ramai namun Damai...
Ada aku, dirinya, dan orang-orang yang sedang berbahagia.

Panas.
Sumpek!
Aku terbangun di kamar ku, yang mungkin jarang orang menyebutnya ini sebagai KAMAR. Kecuali aku sendiri.

“kaca..dimana kaca!!”

Langsung aku ambil dimana dia bersembunyi. Tidak lagi aku harus menunggu jawaban dari pikiran jernih ku, tidak lagi aku melenturkan otot-otot ku.

Hitam, dengan wajah berantakan, dan ada mata yang berkaca-kaca disana.Berkaca-kaca lekat, hingga ingin meluap. Namun terhenti, karna seperti ada yang menahannya untuk keluar...

Terduduk dengan kaca di tangan...

Ini hanya mimpi...
Tapi kenapa begitu sakit rasanya...

***

By me: Estehpanas
22 January 08

Kontrakan Perumdos ITS, Blok U/167 gg 5

Untuk mas lazib, terimakasih karna dah baik ma aku...
Jangan lupa ma aku, kalo dah kerja nanti...

Your rating: None Average: 6.9 (7 votes)
dikirim estehpanas 31 minggu 6 hari yang lalu
Tag: