Life for study....Let's make our life for study

36
points
"

so why people dump their own kid...that's evil!

"

Belajar Menjadi Ibu dari Keponakan

Pernah terlintas dalam pikiran saya, apakah nanti saya bisa menjadi ibu?, Apakah sempat atau bisa melahirkan my own baby ?,kapan kesempatan saya mengasuh my own baby?, pertanyaan itu pernah terlintas dalam pikiran saya, apalagi mengingat saat ini saya belum menikah juga dan kalaupun menikah mungkin udah lewat waktu punya my own baby?, tapi Wallahualam hanya Allah SWT yang tahu. Pertanyaan-pertanyaan yang menganjal didalam hati ini saya kira bukan hal yang sepele, mungkin anda yang single-fighter istilah keren sekarang sama berpikirannya sama saya.
Sebenarnya pertanyaan ini mudah aja menjawabnya,”kenapa loe nggak married aja sekarang khan masih dalam umur masa subur untuk married”,ya…pertanyaan ini sudah merupakan solusi pertama bagi jawaban ini, but saya pikir masih ada jawaban yang bisa dengan mudah dilakukan jika kita mau melakukannya, karena masalah maried itu ya gampang-gampang susah juga melakukannya, tul nggak!
Untuk jawban kedua yang akan saya jawab ini, merupakan pengalaman bagi saya sendiri yang masih single ini, kebetulan saya mempunyai 3 orang keponakan dari kakak saya yang nomor dua, ketiga keponakan ini dititipkan setiap harinya saat kedua orangtuanya lagi ngantor, kebetulan saya mengajar SMK di siang hari, jadi saya punya kesempatan dipagi hari untuk menjaga mereka bersama kakak saya yang nomor tiga yang buka warung dirumah.
Kebetulan kedua keponakan saya sudah sekolah, yang kakak tertua Fadil kelas 2 SD, sedangkan yang kedua Dila Farihah TK kecil, dan yang ketiga masih berumur 2,5 tahun, saat menunggu ayah dan bunda mereka pulang, saya dan kakak saya yang nomor tiga Hj.mimi menjadi ortu bagi mereka. Ada saat-saat gembira melihat keponakan-keponakan sendiri tumbuh membesar didepan mata kita sendiri, tapi masa-masa sedih juga ada, kala mereka sakit, kejepit pintu, kadang-kadang jatuh hingga kepalanya bengkak, atau bahkan sakit juga membuat air mata jatuh, bagi saya dan kak Hj.mimi keponakan itu kami rawat seperti my own baby, makan, minum, buang air besar, mandi, nina bobokan bahkan jajan kami berdua yang melakukannya, kadang nggak perduli kalau harus mengeluarkan gaji sendiri untuk menyenangkan hati keponakan-keponakan kami ini.
Pernah satu hari saya ditanya sama teman satu kantor kakak saya, “dumah neneng tak ado pembantu do ndak?, jadi yang menjago budak sapo?,(dirumah kakak kamu neneng nggak ada pembantu?, jadi yang jaga anak-anaknya siapa?)”, saya menjawab”hhm..sapo le buk, kami beduolah menjago, uyang tuo awak beduo udah meninggal, jadi kami beduolah nyo, (ya..sapa lagi buk, kami berdua buk menjaga nya, kedua ortu kami sudah meninggal jadi kami berdua yang menjaganya”, Ibu itu langsung nyeletuk,”sodap tehnyo neneng, adik-adik ondak menjago menakan”,( wah kakak kalian neneng sih enak adik-adiknya mau menjaga keponakannya). saya senyum saja mendengarnya, emang sih kebanyakan ocik-ocik (Tante-tante) nggak kayak kami berdua yang menjaga mereka seperti anak sendiri.
Terus terang aja saya dulu geli dan muntah kalo liat anak-anak kecil lagi buang air besar trus di cebokin ama ibunya, sampai saya nyeletuk, “ hi..tak ku onak do membasuh ciik budak goli nengok”,( hi…nggak mau ah cebokin anak yang buang air besar, geli liat nya).
Itu sih pikiran beberapa tahun yang lalu, but sekarang saya malah mandiri mencebokin keponakan-keponakan yang lagi buang air besar.
Ternyata ngasuh anak-anak itu ngampang-ngampang susah juga sih, terutama ngajarin mereka hal-hal yang baik dan melarang yang tidak baik bagi mereka, saya sekarang udah telaten menjadi ibu, bahkan kalo ada yang lamar siap untuk menjadi ibu yang baik, he..he…he
Cobalah anda dekatin keponakan anda dan liat mereka tumbuh besar dengan ajaran yang kita ajarkan, kalimat-kalimat Allah SWT yang kita ucapkan. Saat ini saya masih menikmati untuk menjadi ibu, bahkan saya pernah patah hati dengan teman pria saya, yang saya peluk erat adalah keponakan saya itu, rasa sakit didalam hatipun kadang-kadang ilang.
Tapi kalo udah hari libur mereka tidak datang kerumah, seperti ada sesuatu yang hilang dan saya lngsung pergi kerumahnya dengan berkata,”Assalammualaikum anak cantik-anak cantik, anak baik, na tuah-tuah ibu…Gelikan dengarnya.
saat ini jusru ada sesuatu yang terpikir dipikiran saya, jika saya juga nggak menikah saya akan mau ngambil anak angkat, karena keponakan-keponakan saya tentu saja tetap pulang kerumah orangtua.

Your rating: None Average: 5.1 (7 votes)
dikirim Posh82 35 minggu 2 hari yang lalu
Tag: